Penyanyi Joy Tobing baru-baru ini mengabarkan jika dirinya sempat dinyatakan positif Covid-19. Saat pertama kali mengetahui hal tersebut, pemilik nama lengkap Joy Destiny Tiurma ini mengaku sangat terkejut dan sempat merasa tak percaya.
"Pas tes swab ternyata positif. Adik kakak yang dokter itu bilang 'Ya ampun Joy positif'. Percaya enggak percaya karena memang virus yang ditakuti saat ini memang virus COVID-19. Waktu itu kayak shock. Tapi, 'Apa iya?'. Udah mikirnya, 'Aduh, Tuhan, apakah aku bisa melihat matahari besok?' Benar, lho. Sampai nangis," jelas Joy dikutip dari kanal YouTube Indosiar
Artis berusia 40 tahun ini juga sempat merasa sedih dan bahkan khawatir. Ia pun sempat mempertanyakan mengapa ia bisa terinfeksi virus tersebut. Sebab, selama ini ia merasa selalu menerapkan protokol kesehatan di tengah aktivitasnya.
Awal mula gejala yang dialami jebolan Indonesian Idol ini sebelum dinyatakan terinfeksi juga diceritakannya. Ia juga tak menampik selama pandemi ini memiliki aktivitas yang terbilang padat dan kerap bertemu orang. Berikut selengkapnya,
Advertisement
Demam, Flu, dan Batuk
Melansir dari akun YouTube Indosiar "Curhatan Hati Joy Tobing yang Sempat Terpuruk dan Shock Akibar Positif Covid 19 [HOT KISS 2020]" penyanyi kelahiran Jakarta, 20 Maret 1980 ini menceritakan bahwa dirinya masih kerap tampil menyanyi di sejumlah tempat selama bulan Agustus.
Namun pada akhir Agustus, ia sempat merasakan kondisi tubuh yang kurang sehat, seperti demam, flu, dan batuk. Tak hanya sampai di situ, setelah demam, Joy juga merasakan sakit tenggorokan.
"Memang di akhir bulan Agustus itu kakak baru merasakan demam, flu, batuk. Kakak pikir hanya demam-demam biasa, karena kalau kita kurang fit namanya juga cuacanya juga lagi nggak baik ya demam sama batuk. Tapi masuk awal September tenggorokan kakak udah mulai nggak enak," ungkapnya.
Joy Tobing kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah sakit menjalani rapid test. Hasilnya menunjukkan non reaktif.
"Tanggal 1 September kakak bersama Joshua (anak) bersama Mama pergi ke rumah sakit untuk rapid karena tanggal 4 Septembernya kakak ada acara di luar kota. Kan diwajibkan kalau mau terbang, harus ada surat keterangan dokter sehat ya. Kami rapid dan dan hasilnya non reaktif," katanya.
Advertisement
Indra Penciuman dan Pengecapan Mulai Terganggu
Beberapa hari setelah menjalani rapid tes dan dinyatakan non-reaktif, Joy Tobing kemudian pergi ke luar kota untuk menghadiri suatu acara. Selama di luar kota, Joy kembali merasakan kondisi kesehatan yang seperti sebelumnya. Namun bedanya, dia merasakan batuk gatal di setiap pagi hari.
Kala itu, dia belum menyadari bahwa gangguan kesehatan yang dialaminya merupakan gejala covid-19. Ia pun mulai merasakan gejala lain setelah pulang dari luar kota dan tampil di program acara televisi.
Salah satu gejala yang dirasakan Joy Tobing, yakni indra penciuman dan pengecapannya yang mulai terganggu.
"Nah pulang dari talkshow sampai di rumah merasa nggak enak karena beberapa hari belakangan penciuman terganggu dan pengecapan rasa di lidah itu mulai aneh. Kakak juga merasakan penciuman bau-bau asap kayak kebakaran. Kakak pikir di acara itu ada orang merokok. Karena sedang batuk flu bau-baunya tinggal di hidung," imbuhnya.
Advertisement
Telah Dinyatakan Negatif
Joy Tobing langsung melakukan tes swab. Ia pun dinyatakan positif. Dia mengaku syok dan sempat menangis.
"Di kedokteran sekarang ada yang swab dengan antigen dan bisa ketahuan hasilnya langsung, dan ternyata positif," kata Joy Tobing.
Setelah dinyatakan positif, Joy Tobing menjalani isolasi secara mandiri selama 14 hari di rumah. Selama itu pula, ia berada di kamar dan tak bertemu dengan siapapun.
Joy juga rutin mengonsumsi makanan sehat, obat dari dokter, dan juga obat-obatan herbal.
Bersyukurnya, Joy Tobing kini sudah dinyatakan negatif dari COVID-19. Namun, dokter menyarankan dirinya untuk isolasi isolasi selama dua minggu lagi agar benar-benar sembuh total.
“Swab hari Jum’at negatif, cuma memang kan harus tetap 14 hari kemudianya, supaya bener-bener pulih total,” pungkasnya.