7 Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Bekas Jerawat, Segera Hindari

Meskipun ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat kulit yang mulus, namun terkadang keinginan tersebut terhalang oleh kebiasaan yang biasa kita lakukan. Alih-alih ingin membuat wajah bersih dan mulus, kebiasaan berikut justru membuat bekas jerawat semakin menjadi-jadi.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
7 Kebiasaan yang Dapat Menyebabkan Bekas Jerawat, Segera Hindari
Ilustrasi bekas jerawat. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Ronald Sumners

Jerawat sudah seperti musuh alami bagi setiap orang. Meskipun ini adalah kondisi yang tidak berbahaya, namun setiap orang selalu berusaha mencegah dan menghilangkan keberadaan jerawat di kulit mereka.

Meskipun sudah berhasil diatasi, jerawat seperti tidak rela jika dihilangkan begitu saja. Buktinya, jerawat selalu meninggalkan bekas yangterkadangjustru lebih susah hilang dibanding dengan jerawatnya.

Meskipun ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat kulit mulus, namun terkadang keinginan tersebut terhalang oleh kebiasaan yang biasa kita lakukan. Alih-alih ingin membuat wajah bersih dan mulus, kebiasaan berikut justru membuat bekas jerawat semakin menjadi-jadi.

Kebiasaan-kebiasaan ini harus segera dihentikan agar penampilan kulit wajah Anda tetap terjaga. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat, dilansir dari ultimaii.com dan peterchngskinspecialist.com.

Kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang pertama adalah kebiasaan memecahkan jerawat. Kebiasaan ini mungkin banyak dilakukan oleh sebagian orang, karena kita sulit untuk menahan dorongan untuk memencet dan memeras cairan dari jerawat.

Namun perlu diingat bahwa, memencet jerawat bisa menyebabkan trauma dan kerusakan pada kulit. Menjepit kulit di sekitar jerawat dapat meningkatkan peradangan dan kemungkinan infeksi, yang menyebabkan jaringan parut permanen.

Saat kita menekan jerawat, kita mungkin juga mendorong bakteri lebih dalam ke lapisan kulit kita. Dan tangan kita juga bisa memasukkan bakteri baru ke dalam pori-pori yang terbuka setelah muncul jerawat.

Melewatkan Tabir Surya

Kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang kedua adalah melewatkan penggunaan tabir surya. Produk perawatan jerawat membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar UV, sehingga tabir surya sudah menjadi solusi yang sangat tepat jika Anda ingin menangani jerawat.

Sayangnya, banyak orang yang tidak memperhatikan hal ini dan akhirnya pergi begitu saja tanpa perlindungan dari tabir surya. Padahal, efek kerusakan akibat sinar matahari juga dapat membuat kulit Anda lebih mudah terluka. Paparan sinar matahari berpeluang besar membuat bekas luka menjadi lebih sulit untuk sembuh.

Kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang ketiga adalah kebiasaan meremas pori-pori. Selain jerawat, kita pasti juga sering meremas atau memencet pori-pori dan komedo. Namun, hal ini sangat tidak disarankan karena kebiasaan tersebut dapat memperbesar atau merusak pori-pori dan lapisan kulit yang lebih dalam.

Pori-pori yang rusak dapat meninggalkan bekas luka permanen pada kulit. Selain itu, jika pori-pori pecah karena mengeluarkan komedo, sebum dan bakteri yang dilepaskan dari lapisan kulit yang lebih dalam dapat menyebabkan respons peradangan, sehingga meninggalkan bekas luka di wajah kita. Ekstraksi komedo juga membuat pori-pori rentan terhadap bakteri eksternal.

Menggunakan Riasan Berlebihan

Kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang keempat adalah menggunakan riasan yang berlebihan untuk menyembunyikan jerawat. Menggunakan riasan tebal untuk menyembunyikan jerawat dapat menyumbat pori-pori kulit, sehingga menjebak bakteri dan minyak di dalamnya. Ini akan menyebabkan jerawat yang lebih parah, atau menginfeksi jerawat yang ada dan menyebabkan peradangan serta bekas jerawat.

Beberapa produk makeup juga mengandung minyak atau bahan comedogenic, jadi Anda harus berhati-hati saat memilih produk tersebut dan jangan terlalu banyak melapisi untuk menutupi jerawat dan bekas jerawat Anda.

Kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang kelima adalah mengabaikan jerawat yang meradang. Jerawat inflamasi, seperti kista dan nodul jerawat, adalah jerawat dengan benjolan merah besar yang ada di kulit Anda. Biasanya jerawat ini berisi cairan atau terdiri dari rongga berisi nanah.

Jika kita membiarkan peradangan jerawat tidak diobati, hal ini dapat menyebabkan pelebaran permanen di antara kapiler darah kecil di dekat permukaan kulit. Jadi meski jerawat sudah hilang, bekas merah dan bekas luka akan tetap ada di wajah.

Tidak seperti jerawat ringan, peradangan jerawat mempengaruhi lapisan kulit yang lebih dalam. Jika tidak ditangani, maka semakin tinggi risikonya berubah menjadi bekas jerawat permanen. Perawatan seperti laser dan mikrodermabrasi dapat mengobati peradangan jerawat sebelum bertambah parah dan meninggalkan bekas di wajah kita.

Menggunakan Kain Kasar

Kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang selanjutnya adalah menggunakan alat dengan permukaan kasar untuk membersihkan pori-pori. Kain lap, sikat pembersih wajah, dan sarung tangan pengelupas terasa seperti dapat membersihkan pori-pori secara menyeluruh.

Namun, alat-alat tersebut terlalu keras untuk kulit kita. Jika Anda terlalu sering memakainya, kulit bisa menjadi iritasi, sensitif, dan rentan terhadap infeksi bakteri. Semua yang disebutkan tadi bisa menyebabkan bekas jerawat.

Kebiasaan yang dapat menyebabkan bekas jerawat yang terakhir yaitu jarang atau malas menghapus riasan. Anda tahu bahwa wajah harus dibersihkan setiap saat setelah selesai melakukan aktivitas sehari-hari. Namun terkadang seseorang malas membersihkannya dan langsung menuju kasur atau smartphone mereka.

Ini adalah salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan yang dapat menyebabkan jerawat. Tidak hanya dengan mencuci, Anda juga harus melakukan double cleansing untuk memastikan semua debu, kotoran, minyak dan riasan di wajah hilang.

Rekomendasi