Ancaman kekeringan pada musim kemarau tahun ini masih terus menghantui masyarakat. Terutama di area persawahan wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Menurut Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Karawang,Edi Suryana, mengungkapkan bahwa potensi kekeringan tersebut, saat ini mengancam sekitar seribu hektar sawah, dilansir dari Antara.
Edi menambahkan, ancaman kekeringan ini paling berpotensi di delapan kecamatan di Karawang.
Advertisement
Mengancam di Delapan Kecamatan
Menurut Edi, kekeringan berpotensi terjadi di delapan kecamatan, seperti Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Pakisjaya, Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, hingga Kecamatan Banyusari.
"Areal sawah yang terancam atau berpotensi kekeringan pada musim kemarau tersebar di delapan kecamatan," kata Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian setempat Edi Suryana kepada Antara di Karawang, Rabu (2/9).
Advertisement
Embung Tak Banyak Membantu
Edi mengungkapkan jika embung atau cekungan untuk penampung air, belum banyak membantu mengatasi kekeringan. Ia menjelaskan fungsi embung hanya optimal ketika musim hujan.
"Pembangunan embung selama ini kurang efektif untuk mengatasi kekeringan areal sawah saat musim kemarau," kata Edi.
Ia menambahkan jika embung yang tersedia di kawasan tersebut hanya sekitar 20x25 meter, dengan kapasitas 400-500 kubik saja.
Advertisement
Upaya yang Dilakukan
Edi mengungkapkan, beberapa upaya telah coba untuk dilakukan guna mengantisipasi kekeringan. Salah satunya adalah dengan normalisasi normalisasi saluran air, penambahan debit air dan penyiapan pompa air.
"Dengan upaya itu mudah-mudahan tidak terjadi kekeringan pada areal sawah yang sudah ada tanamannya agar tidak terjadi gagal panen," katanya.
Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan pembangunan embung berukuran besar di wilayah Karawang utara untuk mengatasi kekeringan sawah saat kemarau.
"Kita sudah mengajukan pembangunan embung di wilayah utara yang ukurannya besar, dengan luas sekitar 1-3 hektare per embung nya. Tujuannya untuk menampung air hujan. Sehingga bisa dimanfaatkan airnya saat musim kemarau untuk mengairi sawah," kata Edi.
Advertisement
Belum Ada Laporan Kekeringan
Sejauh ini, lanjut Edi, pihaknya belum menerima laporan kekeringan di area pesawahan di Kabupaten Karawang. Walau begitu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Perusahaan Jasa Tirta II di Jatiluhur, Purwakarta.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Karawang, Hanafi juga turut mengimbau kepada para petani agar memanfaatkan air dengan seefisien mungkin di musim kemarau.
"Petani diharapkan menggunakan air seefisien mungkin sesuai dengan kebutuhan tanaman," kata Hanafi.
Petani juga diharapkan bisa bergotong-royong untuk memperbaiki saluran irigasi tersier. Sehingga air di saluran tersier tidak banyak yang terbuang.
"Semua upaya antisipasi kekeringan telah kami sampaikan kepada para petani agar mereka bisa lebih waspada," pungkasnya.