Grup Sinarmas baru-baru ini tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, salah satu anak pendiri Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja, yakni Freddy Widjaja melayangkan gugatan kepada saudara-saudara tirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 16 Juni 2020.
Berdasarkan data situs Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, kelima ahli waris yang digugat yakni Indra Widjaja, Teguh Ganda Widjaja, Muktar Widjaja, Djafar Wijaja dan Franky Oesman Widjaja.
Sidang pertama gugatan bernomor 301/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst, tertanggal 16 Juni 2020, itu dilakukan pada pada 29 Juni dan sidang kedua pada Senin 13 Juli 2020.
Adapun harta warisan yang digugat ahli waris Eka Tjipta Widjaja tersebut adalah aset perusahaan. Berikut deretan aset perusahaan yang menjadi permasalahan,
Advertisement
PT. Smart (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Tbk adalah perusahaan publik produk konsumen berbasis kelapa sawit. Perusahaan tersebut terintegrasi dan terkemuka di Indonesia yang berfokus pada produksi minyak sawit yang lestari dengan total nilai aset Rp 29,31 triliun.
Advertisement
PT. Sinar Mas Multi Artha yang merupakan perusahaan bergerak di bidang jasa keuangan di Indonesia dengan anak perusahaan di bidang Asuransi, Pasar Modal, Perbankan, Multifinance, fintech. Total nilai aset sebesar Rp 100,66 triliun.
Advertisement
Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia yang menyediakan beragam produk. Mulai dari kota mandiri, perumahan, kawasan komersial dan industri, hotel hingga resor wisata, yang tersebar di Asia hingga Eropa dengan total nilai aset di tahun 2019 sebesar Rp 116,36 triliun.
Advertisement
PT. Bank Sinar Mas Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan dengan total nilai aset pada September 2019 sebesar Rp 37,39 triliun
Advertisement
PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang penyedia kertas terbesar di Indonesia. Produknya telah menembus pasaran internasional. Total nilai aset pada 2018 sebesar Rp 131,26 triliun
Advertisement
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk yang bergerak di bidang pembuatan kertas, produk kertas, kemasan dan lain-lain. Total nilai aset sebesar Rp 44,47 miliar
Advertisement
PT. Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry yang merupakan perusahaan di dalam Group APP (Asia Pulp and Paper) yang didirikan pada Tahun 1994 yang memproduksi bubur kayu (pulp) dan tissue dengan total nilai aset di 2018 sebesar Rp 29,96 triliun.
Advertisement
PT. Bank China Construction Bank Indonesia Tbk dalah Bank Umum Devisa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini merupakan hasil merger antara PT Bank Windu Kentjana International Tbk. dan PT Bank Antardaerah dengan total nilai aset Rp 16,20 triliun.
Advertisement
Asia Food and Properties Limited dengan estimasi nilai asset sebesar Rp 80 triliun.
Advertisement
China Renewable Energy Investment Limited dengan total nilai aset di 2019 sebesar Rp 5 triliun
Advertisement
PT. Golden Energy Mines Tbk yang merupakan perusahaan bergerak di bidang perdagangan hasil tambang dan jasa pertambangan dengan total nilai aset pada 2019 sebesar Rp 11,70 triliun.
Advertisement
Paper Excellence BV Netherlands dengan total nilai aset sebesar Rp70 triliun.