Prihatin, Ini Potret Rumah Megah Pelukis Raden Saleh di Jakarta yang Kurang Terawat
Merdeka.com - Megah bak istana menjadi kesan pertama saat mengunjungi rumah maestro pelukis Indonesia Raden Saleh, di kawasan Jakarta Pusat. Ornamen klasik berbentuk unik banyak menghias di setiap sisi rumah berlantai dua itu, termasuk pada lengkungan pintu dan jendela yang tinggi menjulang.
Karena memiliki gaya konstruksi gotik berbalut cat putih dominan, rumah tersebut mampu mencuri perhatian yang seakan membawa dimensi masa lampau layaknya di Eropa pada abad pertengahan.
Namun sayangnya kondisi itu tak mampu bertahan lama, mengingat sebagian ruangannya terutama di lantai atas telah mengalami sejumlah kerusakan akibat dimakan oleh usia. Melansir laman YouTube Candrian Atahiyyat Sabtu (6/11), berikut potret rumah pelukis Raden Saleh di Jakarta.
Miliki Halaman Terluas di Batavia

Rumah maestro lukis Raden Saleh yang kurang terawat ©2021 YouTube Debaggus & Wikipedia/Merdeka.com
Sebagaimana disebutkan pembuat video sekaligus arkeolog, Candrian Atahiyyat, rumah pelukis era 1807-1880 tersebut menjadi salah satu yang termewah dan termegah di kawasan Batavia saat era pemerintahan kolonial Belanda.
Menurut Candrian, rumah yang dibangun antara tahun 1852-1859 itu memiliki halaman yang begitu luas. Bahkan sebagaimana ditampilkan, rumah tersebut memiliki taman yang begitu rapi di masa jayanya termasuk sejumlah pohon rindang di sisi kanan dan kirinya.
"Raden Saleh, salah satu maestro pelukis dunia mempunyai rumah yang besar, dengan halaman yang sangat luas di Batavia" terang Candrian.
Memiliki Lorong dengan Banyak Ventilasi Bak Kastil Eropa



Rumah maestro lukis Raden Saleh yang kurang terawat ©2021 YouTube Debaggus & Wikipedia/Merdeka.com
Saat ditelusuri dari bagian depan, tampak tangga keramik berwarna merah menyambut siapapun yang datang ke rumah Raden Saleh.
Makin beranjak ke arah dalam, pengunjung akan diajak untuk bernostalgia dengan sisi lorong di bagian depan rumah yang saling terhubung ke bagian sisi kiri dan kanan.
Betapa uniknya lorong tersebut karena memiliki ruang yang panjang dan tinggi, dengan hiasan ventilasi terbuka berbentuk lengkungan kubah layaknya berada di kastil Eropa masa lampau. Di sana juga terdapat pintu yang besar dan tinggi menjulang menuju bagian tengah rumah dengan hiasan lampu gantung besar.
Sayangnya bagian cat di sisi depan tampak mengelupas, dengan langsung menampakkan perbedaan warna lama dan baru yang cukup terlihat. Pada bagian atas juga tampak langit langit yang di beberapa sisinya rusak.
Kondisi Lantai Atas Memprihatinkan dan Rawan Jebol

©2021 YouTube Debaggus & Wikipedia/Merdeka.com
Untuk bagian tengah rumah, masih cukup terlihat baik dengan struktur dan tampilan dindingnya yang tidak mengalami kerusakan dan tetap menampilkan sisi 'kolonialis'nya yang menawan.
Namun kondisi memprihatinkan justru tampak di lantai dua rumah, di mana Candrian menuliskan bahwa kekuatannya sudah berkurang dan mudah rapuh. Salah satu ruangannya pun kini dijadikan sebagai tempat menyimpan perabotan kursi serta beberapa barang lain yang masih asli.
"Ini sebenarnya jadi ruang untuk mengumpulkan sisa sisa harta karun aja pak, dan ini masih asli" kata pendamping Candrian di rumah Raden Saleh.
"Kondisi lantai atas memprihatinkan, gampang jeblos dan ambrol" tulis Candrian di videonya.
Langit Langit Ambrol, Jendela Koyak dan Lantai Kayu Terlepas

©2021 YouTube Debaggus & Wikipedia/Merdeka.com
Saat memasuki salah satu ruangan lain, kondisi tak jauh berbeda juga ditemui. Namun kali ini keadaannya lebih parah karena langit langit serta beberapa tembok di sisi atas sudah berserakan di bawah serta keadaan kayu jendela pun terkoyak.
Tak sampai di situ, di bagian lorong luar lantai dua keadaan lantai papannya sudah banyak yang terlepas sehingga sulit untuk dilalui. Untuk lantai dua ini sudah tidak difungsikan lagi karena dikhawatirkan jeblos.
"Ini sayang sekali, ini aset cagar budaya yang sebenarnya luar biasa. Dari sisi historisnya dia kaya, arsitekturnya pun unik. Dan kalau kita liat dari sisi ke ruangannya, potensi potensi pemanfaatannya juga banyak. Cuma mungkin juga diperlukan selain itikad baik untuk merawat cagar budaya, itu kreativitas dan inovasi untuk bisa menghidupkan kembali ini diperlukan" kata Punto Wijayanto, arsitek tim ahli Cagar Budaya DKI Jakarta.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya