10 Gejala Virus Covid-19 Varian Omicron, Perlu Diperhatikan
Merdeka.com - Kasus infeksi virus corona dengan varian Omicron terdeteksi di Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian Omicron pertama di Indonesia pada Kamis (16/12). Kasus ini terdeteksi pada seorang petugas kebersihan yang bertugas di RSDC Wisma Atlet.
"Kementerian kesehatan tadi malam mendeteksi ada seorang pasien inisial N terkonfirmasi (varian) Omicron pada tanggal 15 Desember," ungkap Budi dalam konferensi pers.
Dengan ditemukannya varian Omicron, Budi Gunadi mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak hingga menjauhi kerumunan.
“Tak perlu panik, hidup seperti normal, patuhi protokol kesehatan, patuhi surveilans, lakukan vaksinasi lebih cepat lagi, dan tidak usah ke luar negeri. Mari kita rayakan liburan di dalam negeri," jelasnya.
Sebagai informasi, Covid-19 varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 9 November 2021. Menurut WHO, varian baru ini dianggap mampu menyebar lebih cepat dibandingkan varian-varian sebelumnya.
Melansir Express.co.uk, pemimpin penelitian di Wina, Austria, Ulrich Elling mengatakan bahwa Covid-19 varian Omicron memiliki tingkat penularan yang 500 persen lebih tinggi dari varian Delta.Dikatakan hampir tidak mungkin menahan penyebaran varian Omicron bahkan dengan lockdown
Terkait gejalanya, varian Omicron diyakini tidak menunjukkan tanda-tanda hilangnya penciuman dan/atau perasa. Selain itu, berikut gejala dan tanda tertentu dari infeksi Covid-19 varian Omicron yang perlu diketahui:
Sakit Kepala
Sakit kepala dapat menjadi salah satu gejala dari varian Omricon. Berdasarkan studi gejala oleh Zoe Covid (covid.joinzoe.com) dari pemerintah Inggris, menunjukkan bahwa sakit kepala bisa muncul sebagai gejala awal dan ini sebenarnya gejala yang lebih umum.
Menurut studi itu, sakit kepala akibat Covid-19 cenderung nyeri sedang hingga berat. Selain itu, kepala berdenyut, menekan, dan menusuk di kedua sisi kepala. Biasanya, gejala ini terjadi lebih dari tiga hari dan cenderung sulit dihilangkan dengan obat penghilang rasa sakit.
KelelahanMirip dengan varian sebelumnya, Omicron dapat menyebabkan kelelahan ekstrem. Seseorang mungkin merasa lelah, mengalami energi yang rendah dan mungkin memiliki keinginan yang kuat untuk beristirahat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sakit TenggorokanData studi Zoe juga menunjukkan, mereka yang terkena Covid-19 biasanya melaporkan sakit tenggorokan meskipun ini biasa terjadi pada orang dewasa Sakit tenggorokan pada Covid-19 biasanya cenderung lebih ringan dan berlangsung tak lebih dari 5 hari. Sehingga apabila sakit tenggorokan lebih lama kemungkinannya dikarenakan sebab lain.
Tenggorokan GatalMenurut dokter Afrika Selatan, Angelique Coetzee, individu yang terinfeksi Omicron mengeluhkan tenggorokan "gatal" daripada sakit tenggorokan. Meski demikian gatal yang terjadi serasa tidak biasa. Sehingga gatal tenggorokan lebih menyakitkan.
BersinTemuan lain studi yang dilakukan Zoe juga menemukan, bersin menjadi gejala terinfeksi corona pada orang yang telah divaksin. Akan tetapi, bersin juga menjadi tanda pilek atau alergi sehingga bukan gejala yang umum.
Batuk
Selain itu, dokter menyatakan bahwa batuk juga dapat muncul pada orang yang menderita Omicron. Batuk biasanya muncul sekitar beberapa hari setelah sakit dan biasanya berlangsung selama empat atau lima hari.
Demam Ringan
Pada varian Omicron demam yang terjadi memiliki efek yang tidak bertahan lama dibandingkan varian sebelumnya. Menurut Coetzee varian menginduksi suhu tubuh dengan ringan sehingga tubuh bisa perlahan pulih dengan sendirinya ketika mengalami demam.
Keringat Malam
Dalam pembaruan lain oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan, dokter umum Unben Pillay mencatat gejala yang dialami pasien. Dia menyarankan agar keringat malam dimasukkan sebagai gejala varian Omicron. Menurutnya, keringat pada malam terjadi dengan jumlah yang sangat banyak sehingga menyebabkan pakaian dan tempat tidur menjadi basah meski tidur jika di tempat yang sejuk. Hal ini, menurut dokter, dapat disertai dengan gejala lain termasuk "banyak nyeri di tubuh".
Suhu dan Denyut Nadi Tinggi
Ada satu gejala varian Omicron yang cukup mengejutkan dan ini terjadi pada anak-anak. Pada kasus infeksi yang sudah terjadi, anggota Komite Penasihat Menteri untuk Vaksin, Coetzee menceritakan anak usia enam tahun mengalami suhu tubuh dan denyut nadi yang sangat tinggi.
“Saya bingung apakah saya harus merujuknya, tapi ketika saya memantaunya dua hari kemudian dia jauh lebih baik," jelas Coetzee.
Tidak Kehilangan Indra Penciuman
Gejala varian Omicron sejauh ini bagi pasien yang terinfeksi tidak kehilangan indra penciuman atau rasa. Begitu pula gejala varian Omicron masih terpantau, tidak ada penurunan besar pada saturasi oksigen.
(mdk/anf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya