Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Kurang Darah yang Perlu Diketahui, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Penyebab Kurang Darah yang Perlu Diketahui, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya Ilustrasi anemia. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/alexskopje

Merdeka.com - Kondisi kurang darah disebut juga dengan anemia. Ini merupakan kondisi di mana tubuh Anda kekurangan sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang ke jaringan tubuh.

Kondisi kurang darah dapat membuat tubuh Anda mudah merasa lelah dan lemah. Normalnya, nilai sel darah merah atau Hemoglobin pada wanita rata-rata 12-14 g/dl. Sedangkan pada laki-laki, nilainya rata-rata 13-17 g/dl.

Apabila jumlah Hemoglobin pada tubuh ini berkurang, akan menyebabkan aliran oksigen yang mengalir ke seluruh tubuh juga ikut berkurang. Kondisi kurang darah memiliki beberapa penyebab.

Kondisi ini bisa bersifat sementara atau juga dalam jangka panjang, dengan tingkat keparahan yang ringan hingga yang berat. Berikut ini telah kami rangkum dari mayoclinic.org, penyebab kurang darah beserta gejala dan cara pencegahannya.

Penyebab Kurang Darah

Penyebab kurang darah tergantung pada jenis anemia yang diderita. Jenis dan penyebab kurang darah antara lain:

Anemia defisiensi besi

Jenis anemia yang paling umum adalah anemia defisiensi besi. Penyebab kurang darah jenis ini disebabkan oleh kekurangan zat besi yang ada di tubuh Anda. Sumsum tulang Anda membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin.

Tanpa zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin untuk sel darah merah. Tanpa suplementasi zat besi, anemia jenis ini juga bisa terjadi pada wanita hamil.

Kondisi kurang darah pada jenis ini juga disebabkan karena tubuh kehilangan darah, seperti ketika pendarahan menstruasi yang berat, tukak lambung, kanker, dan penggunaan rutin beberapa obat penghilang rasa sakit, terutama aspirin, yang dapat menyebabkan peradangan pada lapisan perut sehingga mengakibatkan kehilangan darah.

Anemia defisiensi vitamin

Penyebab kurang darah yang kedua yaitu karena tubuh kekurangan vitamin tertentu. Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat. Kekurangan kedua nutrisi tersebut dan nutrisi penting lainnya dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah.

Beberapa orang yang mengonsumsi cukup B-12 tidak dapat menyerap vitamin. Hal ini dapat menyebabkan jenis anemia defisiensi vitamin, atau juga dikenal dengan anemia pernisiosa.

ilustrasi anemia

©Shutterstock.com

Anemia peradangan

Penyebab kurang darah yang ketiga yaitu karena adanya peradangan. Penyakit tertentu seperti kanker, HIV / AIDS, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, penyakit Crohn dan penyakit radang akut atau kronis lainnya, dapat mengganggu produksi sel darah merah.

Anemia aplastik

Pengaruh infeksi, obat-obatan tertentu, penyakit autoimun dan paparan bahan kimia beracun juga bisa menjadi penyebab kurang darah. Pengaruh tersebut akan membuat tubuh tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah. Anemia jenis ini terbilang langka, namun mengancam jiwa.

Penyakit sumsum tulang

Penyebab kurang darah selanjutnya bisa terjadi karena adanya pengaruh dari penyakit sumsum tulang. Berbagai penyakit, seperti leukemia dan mielofibrosis, dapat menyebabkan anemia dengan memengaruhi produksi darah di sumsum tulang Anda. Efek dari kanker jenis ini dan kelainan seperti kanker bervariasi dari yang ringan sampai yang mengancam jiwa.

Anemia hemolitik

Anemia jenis ini berkembang ketika sel-sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada yang bisa digantikan oleh sumsum tulang. Penyakit darah tertentu juga akan meningkatkan penghancuran sel darah merah. Anemia jenis ini bisa terjadi karena gen, atau Anda dapat terkena penyakit ini di kemudian hari.

Anemia sel sabit

Jenis anemia terakhir adalah anemia sel sabit. Penyebab kurang darah pada jenis ini akibat bentuk hemoglobin yang rusak sehingga memaksa sel-sel darah merah untuk membentuk sabit yang abnormal. Sel-sel darah yang tidak teratur ini akan mati sebelum waktunya, dan mengakibatkan tubuh kekurangan sel darah merah kronis.

Gejala Kurang Darah

002 siti rutmawati

healthguides.healthgrades.com

Tanda dan gejala kurang darah bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Jika anemia disebabkan oleh penyakit kronis, penyakit dapat menutupi mereka, sehingga anemia harus dideteksi dengan tes untuk lain.

Tergantung pada penyebab anemia, Anda bisa saja tidak memiliki gejala. Tanda dan gejala yang umum terjadi antara lain:

  • Kelelahan
  • Tubuh lemah
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Nyeri dada
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sakit kepala
  • Pada awalnya, gejala anemia bisa terasa ringan sampai Anda tidak menyadarinya. Tetapi gejalanya akan ikut memburuk saat anemia memburuk.

    Cara Pencegahan

    sehat

    ©www.newsnish.com

    Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Tetapi Anda dapat menghindari anemia defisiensi besi dan anemia defisiensi vitamin dengan mengonsumsi makanan yang mencakup berbagai vitamin dan mineral, seperti:

  • Besi. Makanan kaya zat besi bisa berupa daging sapi dan daging lainnya, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua, dan buah kering.
  • Folat. Nutrisi ini, dan asam sintetisnya berupa asam folat, dapat ditemukan dalam buah-buahan dan jus buah, sayuran berdaun hijau gelap, kacang polong hijau, kacang merah, kacang tanah, dan produk biji-bijian yang diperkaya, seperti roti, sereal, pasta, dan nasi.
  • Vitamin B-12. Makanan yang kaya vitamin B-12 termasuk daging, produk susu, dan produk sereal dan kedelai yang diperkaya.
  • Vitamin C. Makanan yang kaya akan vitamin C bisa berupa buah dan jus jeruk, paprika, brokoli, tomat, melon, dan stroberi.
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP