Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Kencing Manis yang Wajib Diwaspadai, Berikut Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kencing Manis yang Wajib Diwaspadai, Berikut Gejala dan Cara Mengatasinya diabetes. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyakit diabetes melitus kerap juga disebut dengan penyakit gula atau kencing manis yakni merupakan penyakit kronis yang diderita pasien seumur hidupnya. Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah (hyperglikemia) sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktivitas insulin dan keduanya.

Dalam hal ini insulin merupakan hormon yang mengatur keseimbangan gula darah. Gejala umum yang kerap dirasakan penderita diabetes adalah penurunan berat badan, kelemahan, kesemutan, pandangan kabur dan disfungsi ereksi pada laki-laki serta pruritus vulvae pada wanita.

Jumlah penderita diabetes melitus dari tahun ke tahun diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dari 415 juta orang di tahun 2015 menjadi 642 juta pada tahun 2040. Indonesia masuk dalam daftar 10 negara pengidap diabetes tertinggi di dunia, menduduki peringkat ke-7 setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Meksiko.

Untuk mencegah risiko diabetes atau kencing manis yang lebih parah, berikut ini informasi mengenai penyebab kencing manis yang wajib diwaspadai. Lengkap dengan gejala dan cara mengatasi kencing manis yang telah dirangkum merdeka.com melalui liputan6.com dan eprints.poltekkesjogja.ac.id.

Penyebab Kencing Manis

10 gejala diabetes yang sering diabaikan

pixabay.com ©2020 Merdeka.com

  1. Sering mengonsumsi pemanis buatan
  2. Keturunan
  3. Kurang tidur penyebab diabetes melitus
  4. Malasnya melakukan aktivitas fisik
  5. Sering stres
  6. Kecanduan rokok
  7. Pola Makan yang buruk

Gejala Kencing Manis

Sedangkan gejala yang bisa muncul pada penderita diabetes atau kencing manis bisa sangat beragam, dan relatif sulit dijadikan diagnosis dini tanpa pemeriksaan laboratorium. Setidaknya ada beberapa gejala awal yang bisa kamu pelajari. yaitu:

1. Infeksi Saluran KemihGejala yang pertama, penderita akan sering mengalami infeksi. Kadar gula darah yang tinggi membuat berbagai bakteri mudah berkembang. Itu alasan mengapa penderita diabetes mengalami gejala infeksi. Khusus untuk wanita, biasanya ditandai dengan infeksi saluran kemih yang terjadi akibat ketidakteraturan kadar glukosa tubuh kamu.

2. Hasrat Seksual MenurunWanita yang berpotensi terkena diabetes cenderung tidak memiliki hasrat untuk berhubungan intim. Bagi pria, ini berkaitan dengan disfungsi ereksi.

3. Sering Buang Air KecilTanda klasik dari diabetes dan cukup umum dialami pria dan wanita, adalah sering buang air kecil. Kamu harus memeriksakan diri segera.

4. Berat Badan TurunUniknya, meskipun terus lapar dan haus, penderita diabetes justru mengalami penurunan berat badan secara signifikan.

5. Luka Lama SembuhGejala umum diabetes adalah luka yang tidak kunjung sembuh dan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Jika hal ini terjadi, itu adalah isyarat diabetes.

6. Penyakit KulitInfeksi kulit, ditambah dengan kesemutan di tangan dan kaki juga bisa jadi tanda-tanda diabetes. Perhatikan alarm tubuh yang membuat Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Cara Mengatasinya

Untuk mengendalikan diabetes, Kementerian Kesehatan telah membentuk 13.500 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk memudahkan akses warga melakukan deteksi dini penyakit diabetes. Selain itu masyarakat juga diimbau untuk melakukan aksi cerdik dengan melakukan hal-hal di bawah ini yaitu:

  • Cek kesehatan secara teratur untuk mengendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.
  • Hilangkan asap rokok dan jangan merokok.
  • Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti olahraga, berjalan kaki, membersihkan rumah. Upayakan hal tersebut dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.
  • Diet yang seimbang dengan mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari pula makanan dan minuman yang manis atau yang berkarbonasi.
  • Istirahat yang cukup.
  • Mengelola stres dengan baik dan benar.
  • Lakukan pemantauan gula darah secara mandiri, kamu tidak akan kerepotan sama sekali karena sudah ada alat pengukur kadar gula yang sangat mudah dipakai. Waktu yang dianjurkan untuk pemantauan gula darah mandiri adalah sesaat sebelum makan, 2 jam setelah makan, menjelang tidur,atau ketika mengalami gejala-gejala tertentu.
  • Obat-obatan juga tak bisa lepas dari upaya mengatasi penyakit diabetes melitus seperti pengobatan berupa insulin yang diberikan melalui suntikan, sedangkan untuk diabetes tipe 2, terdapat beberapa golongan obat oral yang dapat diberikan sesuai indikasi oleh dokter. Akan tetapi dalam kasus-kasus tertentu, insulin suntik juga diberikan untuk diabetes tipe 2.
  • (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP