Penyebab Jantung Berdebar yang Perlu Diwaspadai, Bisa Tandakan Penyakit
Merdeka.com - Penyebab jantung berdebar sebaiknya perlu diketahui. Pasalnya, penyebab jantung berdebar jadi salah satu masalah yang kerap mengundang kekhawatiran dalam diri. Banyak dari kita beranggapan jantung berdebar jadi salah satu pertanda penyakit berbahaya.
Agar tidak cemas berlebihan baiknya mencari tahu sebanyak mungkin informasi mengenai penyebab jantung berdebar. Mengetahui penyebab jantung berdebar memudahkan mengenali kondisi tubuhmu.
Di lain sisi, jika kamu mengalami sakit kamu juga bisa menanganinya dengan segera. Berikut ini informasi mengenai penyebab jantung berdebar yang wajib diketahui, lengkap dengan penjelasannya telah dirangkum Merdeka.com melalui Healthline dan berbagai sumber lainnya pada Kamis, (15/09/2022)
1. Gula Darah Rendah
Penyebab jantung berdebar yang pertama adalah karena gula darah rendah, sehingga tubuh akan mengeluarkan hormon stres seperti adrenalin. Di mana kondisi tersebut dipercaya menjadi penyebab jantung berdebar kencang, gemetar hingga tubuh terasa lemas.
2. StresPenyebab jantung berdebar berikutnya adalah stres. Suatu hal yang umum ketika seseorang mengalami stres maka denyut jantung mereka akan cenderung meningkat.
Seseorang akan merasakan jantung mereka berdebar lebih cepat ketika merasa gugup dan cemas. Ritme jantung yang ditimbulkan dari stres ringan ini, bisa kembali normal dengan menarik napas yang dalam atau latihan relaksasi.
3. Efek Samping Obat-Obatan atau SuplemenPenyebab jantung berdebar lainnya adalah karena efek samping obat-obatan atau suplemen yang sering dikonsumsi seperti obat-obatan atau suplemen penurun berat badan, stimulan anti depresi hingga nikotin pada rokok pun dapat menjadi penyebab jantung berdebar tidak karuan.
Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2011 menyebutkan bahwa penggunaan rutin nonsteroidal anti-inflammatory drugs atau obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan aspirin akan meningkatkan resiko pembekuan darah dan stroke.
4. AritmiaAritmia merupakan sekelompok kondisi kesehatan yang dapat mengganggu irama jantung. Jutaan orang memiliki aritmia dan kondisi ini sangat umum seiring bertambahnya usia. Sebagian besar aritmia tidak berbahaya, tetapi beberapa kasus memerlukan perhatian medis.
Aritmia terjadi ketika sinyal listrik ke jantung yang mengkoordinasikan detak jantung tidak berfungsi dengan baik. Misalnya, beberapa orang mengalami detak jantung tidak teratur, yang mungkin terasa seperti jantung berdebar-debar. Penyebab aritmia bervariasi dan termasuk diabetes, tekanan mental, dan merokok. Gejala aritmia lain dapat termasuk pusing dan sesak napas.
5. Dehidrasi
Penyebab jantung berdebar juga bisa karena kamu mengalami dehidrasi. Sebab, dehidrasi bisa memicu tekanan darah di dalam tubuh akan rendah sehingga terjadi ketidakseimbangan elektrolit yang memaksa jantung untuk bekerja lebih keras dan menimbulkan detak jantung yang cepat. Oleh sebab itu sangat disarankan untuk mengonsumsi air mineral lebih banyak setiap harinya.
6. Konsumsi Kafein hingga AlkoholPenyebab jantung berdebar salah satunya bisa karena konsumsi kafein hingga alkohol secara berlebihan. Minuman yang mengandung kafein tinggi sangat mempengaruhi ritme jantung menjadi lebih cepat, dan tekanan darah akan meningkat. Bahkan jika seseorang sensitif terhadap kafein, dalam jumlah yang sedikitpun akan memicu ketidak teraturan denyut jantung.
Sementara itu, menurut sebuah studi dalam Journal American College of Cardiology pada tahun 2016, alkohol biasanya menurunkan tekanan darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Para ahli juga mengungkapkan bahwa alkohol bisa mempengaruhi sistem saraf otonom atau merusak sinyal selular yang berfungsi membantu menjaga denyut jantung bekerja konsisten.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya