Obrog Barongan, Pertanda Datangnya Idul Fitri bagi Masyarakat Pantura Jawa Barat

Sabtu, 23 Mei 2020 11:14 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Obrog Barongan, Pertanda Datangnya Idul Fitri bagi Masyarakat Pantura Jawa Barat Tradisi Obrog. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Setiap menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri, di kawasan Pantura, Jawa Barat terdapat sebuah tradisi yang biasa dilakukan oleh para pemuda setempat. Tradisi tersebut bernama Obrog Barongan. Bagi masyarakat di wilayah Cirebon, Indramayu, dan Majalengka, Obrog Barongan selalu menjadi pertanda datangnya hari Lebaran.

Tidak jauh berbeda dengan Obrog ketika sahur, Obrog Barongan juga mengandalkan tetabuhan khas seperti gong, gitar listrik, bedug mini, hingga ketipung dari paralon. Obrog Barongan dilaksanakan pada siang hari hingga menjelang waktu buka puasa dan menampilkan atraksi dari barongan atau wujud topeng singa berbalut kain hitam.

1 dari 3 halaman

Menerima Jatah THR dari Warga

tradisi obrog lebaran

©2020 Merdeka.com / Nurul Diva Kautsar

Obrog Barongan biasanya akan berkeliling dari satu kampung ke kampung lainnya dimulai pukul 09.00 hingga waktu berbuka puasa tiba. Ketika berkeliling, mereka akan mengetuk pagar atau pintu dari rumah-rumah warga dan meminta sumbangan seikhlasnya.

Dilansir dari 86news.co, salah seorang warga Desa Rambatan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Karta Ibnu Tarmidzi menjelaskan bahwa Obrog sudah menjadi tradisi khas masyarakat pantura. Menurutnya suasana Ramadan terakhir akan terasa sepi jika tidak ada kelompok obrog yang berkeliling kampung karena sudah menjadi suatu tradisi dan kebiasaan di wilayah utara Jawa Barat tersebut.

2 dari 3 halaman

Mengenalkan Tradisi Daerah

tradisi obrog lebaran

©2020 Merdeka.com / Nurul Diva Kautsar

Pria yang akrab disapa Karta tersebut menjelaskan jika Obrog merupakan upaya para pemuda setempat untuk ikut melestarikan budayanya.

Bahkan para grup Obrog bisa diminta untuk melakukan atraksi barongan di rumah warga yang menginginkannya. Menurut Karta, biasanya Obrog akan melakukan pertunjukan ketika ditanggap hingga 5 babak (lagu).

Per babak, warga yang menanggap bisa membayar Rp40 ribu, sehingga ketika terdapat warga yang menanggap, hal tersebut merupakan berkah tersendiri bagi para pemuda pegiat Obrog Barongan di Kawasan Pantura Indramayu.

3 dari 3 halaman

Mengisi Waktu Libur Sekolah

tradisi obrog lebaran

©2020 Merdeka.com / Nurul Diva Kautsar

Tak jauh berbeda dengan di Indramayu, di wilayah Cirebon Obrog juga biasa berkeliling dari satu desa ke desa lainnya dengan memukul berbagai tetabuhan. Mereka juga terkadang menyanyikan atau memainkan irama lagu-lagu tarling khas wilayah pantura.

Obrog di wilayah Cirebon biasanya dilakukan oleh remaja sekolah yang mengisi waktu luang saat libur Lebaran tiba sembari mencari tambahan uang jajan untuk hari Lebaran nanti. [nrd]

Baca juga:
Salat Idul Fitri di Rumah Dijamin Lebih Aman, Begini Penjelasan Pemkab Mojokerto
Penukaran Uang di Jalan Timbulkan Banyak Kerugian, Ini 4 Fakta yang Harus Diketahui

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini