Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Namanya Unik, Begini Riwayat Kampung Kurus di Jakarta Utara yang Melegenda

Namanya Unik, Begini Riwayat Kampung Kurus di Jakarta Utara yang Melegenda

Begini asal usul keunikan nama Kampung Kurus

Namanya Unik, Begini Riwayat Kampung Kurus di Jakarta Utara yang Melegenda

Sebuah kampung di wilayah Semper, Kota Jakarta Utara, memiliki nama yang unik yakni Kurus.

Secara geografis wilayah ini berada di dataran rendah, dan tak jauh dari Pelabuhan Tanjung Periuk dan Jalan Cakung.

Menurut informasi dari tokoh setempat, Kampung Kurus sendiri sudah ada sejak tahun 1900-an dengan kondisi lingkungan yang masih asri dan nyaman. Berikut kisah menarik Kampung Kurus selengkapnya.

Sudah Masuk Peta Tahun 1900-an

Mengutip kanal YouTube Candriyan Attahiyyat, Rabu (22/11), kampung ini rupanya sudah ada dan tercatat di peta yang terbit tahun 1900-an.

Saat itu posisinya masih berada di wilayah Bekasi, Jawa Barat, setidaknya sebelum masuk tahun 1950. Ejaannya pun masih lawas yakni “Koeroes”.

Setelahnya kampung ini berada di wilayah administrasi Kota Jakarta Utara, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta.

Awalnya Kawasan Persawahan dan Kebun

Awalnya Kawasan Persawahan dan Kebun

Jika kembali ke tahun 1960-an, Kampung Kurus di Semper ini belum sepadat seperti sekarang. Rumah-rumah antar warga masih renggang dan dipenuhi pepohonan.

Kampung ini juga dikelilingi sawah dan sungai, sampai perlahan dijadikan daerah perekonomian dan didirikan banyak bangunan.

“Kalau tahun 1960-an itu di sini masih asri, rumah masih jarang, sebelah ujungnya masih banyak sawah,” kata salah satu warga asli Kampung Kurus, Muhamad Kosim.

Asal Usul Penamaan Kampung Kurus

Usut punya usut, sebelumnya Kampung Kurus bernama Kampung Lurus. Perubahan ini terjadi begitu saja, tanpa diketahui penyebabnya.

Alasan dahulu bernama Lurus lantaran kampung tersebut berbentuk memanjang dari barat ke timur. Tidak ada belokan, dan hanya berdiri di pinggir jalan memanjang.

“Konon ceritanya kalau menurut orang tua saya dulunya punya nama Kampung Lurus, karena kampungnya memang tipis, di kanannya Kampung Tugu dan kirinya itu sawah, dari memanjang tipis ini jadi Kurus,” kata dia lagi

Sekarang bernama Jalan Haji Suit

Sekarang bernama Jalan Haji Suit

Saat ini, Kampung Kurus sudah menjadi sebuah permukiman dan berubah nama menjadi Jalan Haji Suit.

Menurut Kosim, Haji Suit merupakan buyutnya dan orang pertama yang dulu menempati kawasan tersebut.

“Jadi Haji Suit ini adalah nama buyut saya dan memang yang punya kampung ini dia, dan pertama tinggal itu,” terangnya, yang kini menjadi generasi keempat keturunan Haji Suit

Dulunya Ditinggali Warga Betawi

Dahulu, Kampung Kurus dihuni oleh warga dari Suku Betawi, yang juga dimiliki oleh Haji Suit selaku warga pertama yang tinggal.

Warga saat itu banyak yang menjadi petani, karena luasnya sawah yang konon sampai daerah Rorotan.

“Dulu itu, sekitar tahun 1960-an, penduduknya masih sedikit sekitar kurang lebih 100 an orang,” katanya 

Namanya Unik, Begini Riwayat Kampung Kurus di Jakarta Utara yang Melegenda

Artikel ini ditulis oleh
Muhammad Khoirur Rohman

Editor Muhammad Khoirur Rohman

Reporter
  • Nurul Diva Kautsar
Kenalan dengan Uniknya Tari Kukupu Khas Jawa Barat, Adopsi Siklus Hidup Serangan dengan Elemen Balet
Kenalan dengan Uniknya Tari Kukupu Khas Jawa Barat, Adopsi Siklus Hidup Serangan dengan Elemen Balet

Tarian khas Sunda yang unik dan menggambarkan lahirnya serangga kupu-kupu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Usia Kotanya Mundur 53 Tahun, Ini 8 Keunikan di Cirebon yang Jarang Diketahui
Usia Kotanya Mundur 53 Tahun, Ini 8 Keunikan di Cirebon yang Jarang Diketahui

Di Cirebon terdapat penutur Jawa dan Sunda lo. Yuk intip 8 keunikan kota ini

Baca Selengkapnya icon-hand
Mencicipi Uniknya Rujak Jaran yang Legendaris di Cirebon, Isinya Sayur bukan Buah
Mencicipi Uniknya Rujak Jaran yang Legendaris di Cirebon, Isinya Sayur bukan Buah

Rujak jaran ini tidak memakai buah sama sekali, tapi justru memakai sayur dan gorengan. Unik dan legendaris di Cirebon

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
4 Pembakar Ruko dan Faskes Korem Jayapura saat Iringan Jenazah Lukas Enembe Ditangkap
4 Pembakar Ruko dan Faskes Korem Jayapura saat Iringan Jenazah Lukas Enembe Ditangkap

Ia mengatakan para pelaku berinisial HH (23), EW (18), GD (20), dan CW (43) ditangkap di sejumlah lokasi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kisah Unik dari Desa Mertelu Gunungkidul, Satu Kawasan Hanya Boleh Dihuni 3 Kepala Keluarga
Kisah Unik dari Desa Mertelu Gunungkidul, Satu Kawasan Hanya Boleh Dihuni 3 Kepala Keluarga

Asal-usul Desa Mertelu dibuktikan dengan adanya petilasan Migit Tiban yang berasa di Dusun Beji, Desa Mertelu.

Baca Selengkapnya icon-hand
40 KK Kelompok Tani Tinggal di Kampung Susun Bayam Tanpa Listrik dan Air
40 KK Kelompok Tani Tinggal di Kampung Susun Bayam Tanpa Listrik dan Air

Mereka menghuni tanpa izin dari PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola kampung susun itu.

Baca Selengkapnya icon-hand
Dimakan Usia, Ndalem Sasono Mulyo Keraton Surakarta Nyaris Roboh
Dimakan Usia, Ndalem Sasono Mulyo Keraton Surakarta Nyaris Roboh

Dimakan usia, Ndalem Sasono Mulyo Keraton Surakarta nyaris roboh

Baca Selengkapnya icon-hand
Ganjar Tegaskan Jawa Tengah Kandang banteng: Seruduk Semua yang Tidak Sesuai Aturan
Ganjar Tegaskan Jawa Tengah Kandang banteng: Seruduk Semua yang Tidak Sesuai Aturan

Ganjar Tegaskan Jawa Tengah Kandang banteng: Seruduk Semua yang Tidak Sesuai Aturan

Baca Selengkapnya icon-hand
Ribuan Warga Karanganyar Kumpul Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud
Ribuan Warga Karanganyar Kumpul Deklarasi Dukung Ganjar-Mahfud

Ribuan warga Karanganyar berkumpul di Alun-Alun Karanganyar.

Baca Selengkapnya icon-hand