Mulanya Iseng, Miniatur Kapal Kayu Buatan Warga Purwakarta Ini Tembus Mancanegara

Melalui tangan dinginnya, pria yang tinggal di Kampung Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta itu berhasil menyulap sebongkah kayu menjadi miniatur kapal laut. Bahkan produknya laku terjual hingga ke berbagai daerah, termasuk mancanegara.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Mulanya Iseng, Miniatur Kapal Kayu Buatan Warga Purwakarta Ini Tembus Mancanegara
Pengrajin miniatur kapal asal Purwakarta. ©2022 Kanal YouTube Kopel Studio/ Merdeka.com

Arifin (49) mampu mengasah kreativitasnya hingga menghasilkan kerajinan menarik. Melalui tangan dinginnya, pria yang tinggal di Kampung Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta itu berhasil menyulap sebongkah kayu menjadi miniatur kapal laut. Bahkan produknya laku terjual hingga ke berbagai daerah, termasuk mancanegara.

Diakuinya, ide usaha pembuatan kapal klasik tersebut bermula dari 10 tahun lalu. Lambat laun, usahanya terus berkembang sampai sekarang.

“Pembuatannya menggunakan bahan kayu jati untuk utamanya, sedangkan aksesoris menggunakan bahan kayu tambahan,” kata dia, dikutip dari Kanal YouTube Kopel Studio, Rabu (20/7).

Dapat Apresiasi Keluarga

Usaha pembuatan miniatur kapal itu bermula dari keisengan Arifin membuat desain kapal khas Purwakarta hingga mendapat apresiasi dari keluarga.

Dengan sejumlah pertimbangan, akhirnya ia memilih untuk fokus mengembangkan kemampuannya dengan terus berinovasi membuat miniatur dari kapal-kapal jenis lain.

“Sepertinya keahlian saya di sini, namun kemampuan membuat kapal ini baru muncul beberapa tahun belakangan,” lanjutnya, dikutip dari Instagram Jabar Quick Response.

Bahan-bahan yang dipakai untuk membuat miniatur kapal di antaranya beberapa potong kayu jati, beberapa helai kain, bambu bahan lainnya.

Hasil Pengerjaan Detail dan Mirip Aslinya

Arifin mengaku jika dalam setiap pembuatan kapalnya ia selalu kerjakan dengan sungguh-sungguh. Ini menjadikan produk kapalnya amat detail, dengan setiap ornamen kecil sehingga bisa sangat mirip dengan bentuk aslinya.

Adapun jenis kapal yang pernah dibuat yakni kapal perang, kapal tradisional, kapal khas Purwakarta, kapal pinisi hingga kapal modern. Ia mengaku mengerjakan produk kapal kayu tersebut sesuai dengan pesanan dari pembeli.

“Jadi memang harus teliti dalam membuat kapal ini. Semisal untuk ukuran 70 cm, hanya bisa dikerjakan sebanyak empat buah selama sepekan. Kalau yang besar bahkan bisa berbulan-bulan dibuat,” lanjutnya.

Jadi Oleh-Oleh Khas Purwakarta

Berkat ketekunannya, kapal-kapal miniatur buatan Arifin telah terkenal hingga ke daerah lain, bahkan jadi souvenir khas Kabupaten Purwakarta. Beberapa karyanya kini mejeng di galeri milik Pemkab Purwakarta.

Perahunya itu juga terjual ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Untuk mancanegara, ia menyebut negara-negara seperti Jerman, China dan Malaysia pernah membeli kapalnya.

“Harganya mulai dari Rp250 ribu, dan yang paling besar itu laku di angka Rp1 sampai di Rp2 juta per kapal miniaturnya,” kata dia.

Ia bersyukur, bisa memberikan rezeki untuk dirinya, keluarga dan orang lain.

“Dulu (sebelum pandemi) saya bisa jual hingga 20 kapal setiap bulannya, sekarang hanya 10, di samping itu bahan bakunya cukup sulit sekarang ini,” tandas Arifin.

Rekomendasi