Inspiratif, Begini Kisah Pemuda 25 Tahun di Tasik yang Berangkatkan Umrah Orang Tua dari Hasil Jualan Siomay

Omzet penjualan siomaynya kini tembus Rp100 juta per bulan. Begini kisah inspiratifnya.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Inspiratif, Begini Kisah Pemuda 25 Tahun di Tasik yang Berangkatkan Umrah Orang Tua dari Hasil Jualan Siomay
Tak hanya mampu umrahkan kan orang tua, tetapi omzet siomaynya kini tembus Rp100 juta per bulan. Begini kisah inspiratifnya. (© 2024 merdeka.com)

Wiguna Igi, pemuda 25 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat berbagi kisah inspiratifnya. Berbeda dengan mahasiswa kebanyakan, Wiguna mengisi waktu luang saat kuliahnya dengan berjualan siomay.

Banyak tantangan yang ia hadapi dalam upaya meringankan beban orang tuanya itu. Mulai dari dagangannya tidak habis dijual hingga menjadi korban penipuan. Tak putus asa dan terus berusaha, Wiguna lantas mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka. 

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Tak hanya bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang tua, Wiguna juga mampu memberangkatkan ayah dan ibunya beribadah umrah di tanah suci.

Mencoba Jualan Siomay untuk Tambahan Jajan

Mengutip Youtube Naik Kelas, Wiguna saat masih kuliah ingin berusaha mencari uang sendiri untuk menambah uang saku.

Ia sadar betul bukan dari kalangan keluarga dengan latar belakang ekonomi yang sederhana, sehingga dipilihlah untuk berjualan siomay. Saat merintis, Wiguna tak langsung sukses dan menemukan banyak hambatan.

“Saya awal mencoba usaha itu di usia 21, saat semester 3 perkuliahan. Usaha siomay saya pilih karena saya tak mau meminta kepada kedua orang tua,” kata dia di kanal youtube tersebut.

Mencoba Berbagai Usaha

Mencoba Berbagai Usaha
© 2024 merdeka.com

Kisah Wiguna yang inspiratif itu memang penuh perjuangan dan kegagalan. Di awal-awal merintis usaha, dirinya selalu menemui hambatan bahkan kerugian.

Usahanya baru benar-benar bejualan setelah pelan-pelan merutinkan sedekah. Rezeki yang tak disangka-sangka pun juga menghampiri.

“Jadi siomay ini bukan usaha yang pertama. Dulu saya pernah berjualan buku, produk herbal termasuk kopi juga, tapi sering menemui titik tumpu, di mana sering tidak balik modal sehingga selalu kecewa,” kata dia.

Membiasakan Diri Sedekah Tenaga

Kesuksesannya perlahan menghampiri setelah dirinya membiasakan diri untuk bersedekah. Uniknya, ia ketika itu bersedekah dalam bentuk tenaga untuk membersihkan masjid.

Tak hanya masjid kampus, masjid di kompleks tempat tinggalnya juga ia bersihkan sehingga bisa dimanfaatkan secara nyaman oleh masyarakat.

“Itu bermula dari iseng, saya ikut membersihkan masjid bersama teman-teman. Alhamdulillah karena itu bermanfaat bagi banyak orang,” katanya

Pernah Ditipu

Pernah Ditipu
Dok. Istimewa

Di tahun pertama berjualan, dirinya pernah turut menjadi korban penipuan. Ketika itu, hasil usaha berjualan siomay di kampus selama satu tahun ludes tak tersisa.

Penipuan ini ia dapatkan melalui telepon.

“Waktu itu saya pernah ditipu, ditelepon orang dari marketplace, terus saya diminta ke ATM dan uangnya ludes semua. Saya sedih karena hasil jualan belum bisa saya nikmati,” terangnya.

Kembali Bangkit Usai Adakan Jumat Berkah

Pengalaman yang tidak mengenakkan itu ia jadikan sebagai pelajaran. Dirinya tak ingin kondisi tersebut menghambatnya, dan justru mejauhkan dari Allah.

Ia tetap bersedekah bahkan sampai Jumat berkah. Dari sana pemasukannya kembali dan Wiguna kembali bangkit.

“Saat sedih seperti itu, saya sebisa mungkin tidak menghujat keadaan. Saya juga mencoba tetap berbagi termasuk saat jumat berkah. Qodarullah, orderan masuk mulai dari Rp500 ribu, Rp1 juta,” kata dia.

Berhasil Umrahkan Orang Tua

Berhasil Umrahkan Orang Tua
© 2024 merdeka.com

Wiguna mengatakan, jika dirinya juga pernah berjanji kepada kedua orang tuanya untuk tidak merepotkan mereka.

Ia ingin mencari sendiri uang menikah dan tabungannya, tanpa meminta. Ternyata rencananya ini berhasil dan keuntungan berkali-kali lipat ia dapatkan dalam beberapa hari setelah mengalami kerugian.

“Satu lagi yang saya ingat dalam menjalankan usaha ini adalah ketika saya mengatakan kepada orang tua, ingin mengumpulkan sendiri biaya menikah. Tidak hanya itu, saya juga pernah bilang, abah umi, nanti berangkat umrah ya, biar aa yang cari uang sampai satu per satu terealisasi,” kata dia.

Tak Ingin Ada Kelaparan

Ditambahkan pemilik siomay dengan brand Wiguna ini, di samping menjadi usaha, ia juga ingin mengarahkan produknya agak bisa membantu masyarakat yang kelaparan.

“Siomay Wiguna itu memiliki misi kemanusiaan, di mana kami ingin mengakhiri kelaparan dengan cara berbagi ke para driver yang mengantarkan makanan, dan itu yang saya coba tanamkan ke karyawan di mana kita harus bisa jadi orang yang suka berbagi, ” katanya lagi.

Ia pun kini mampu mengantongi omzet hingga Rp100 juta per bulan, pada 2023 lalu.

“Alhamdulillah, usaha yang dijalani ini mampu tembus omzet Rp100 juta pertama saya di tahun lalu, per bulan. Dan tahun ini saya coba realisasikan goals baru,” tambahnya.

Rekomendasi