Mengenal Tari Doger Khas Subang, Sebuah Hadiah untuk Remaja yang Sedang Jatuh Cinta

Tarian ini diberikan untuk remaja yang sedang jatuh cinta.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Mengenal Tari Doger Khas Subang, Sebuah Hadiah untuk Remaja yang Sedang Jatuh Cinta
Mengenal Tari Doger Khas Subang, Sebuah Hadiah untuk Remaja yang Sedang Jatuh Cinta (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tari Doger jadi kesenian lokal khas Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kesenian ini memiliki gerak dengan tempo cepat, sesuai iringan musik tradisional Sunda.

Di balik ekspresifnya para penari Doger, ternyata memberikan sebuah kebahagiaan dari seorang remaja yang sedang jatuh cinta.

Tari ini jadi simbol pergaulan dan perlu dilestarikan agar kesenian khas kota nanas ini tidak hilang. Berikut selengkapnya.

Mengutip laman Pemkab Subang, Selasa (12/9), kesenian ini berasal dari kata “Dog” dan “Ger”.

Dog mengarah ke alat musik tabuh yang terbuat dari kulit kambing dan kayu pohon kelapa bernama dog-dog. Suaranya khas dengan nada dasar bas. Sedangkan “Ger” berasal dari kata beger atau seorang remaja yang tengah kasmaran.

Jika ditelisik, kesenian ini merupakan tarian persembahan bagi seseorang yang sedang jatuh cinta.

Tari doger Subang
Dok. Istimewa

Dalam setiap penampilannya, tarian ini dilakukan oleh beberapa penari perempuan dengan gerakan yang energik. Gerakannya harmonis dan selaras, dengan tempo yang berubah-ubah.

Para penarinya mengenakan kostum kain batik sebagai pakaian bawah dan atasnya mengenakan pakaian perempuan Sunda.

Ciri khasnya, penarinya juga mengenakan kacamata hitam saat menari dengan sesekali melepasnya sesuai ketukan musik pengiring.

Tari Doger juga diiringi musik tradisional Sunda dari kendang dog-dog, kecrek, suling dan yang lainnya.

Para penari itu akan bergerak mengikuti alunan musik yang dimainkan oleh para waditra karawitan. Agar selaras, terdapat seorang pemimpin bernama lurah kongsi.

Lurah kongsi di sini biasanya seorang laki-laki berpakaian hitam dengan dandanan berupa kumis tebal.

Agar semakin meriah, para penari yang kerap disebut Ronggeng itu mengenakan selendang berwarna senada dengan pakaiannya. 

Ronggeng merujuk kepada perempuan yang memiliki kemampuan menari dan bernyanyi.

Jadi hiburan pekerja perkebunan
Dok. Istimewa

Sementara versi lain menyebutkan bahwa Tari Doger menjadi sebuah hiburan yang dulu dinikmati oleh para pegawai perkebunan. Dari sini, kesenian tersebut juga kerap disebut sebagai Doger Kontrak.

Sebelumnya, mereka tidak diperbolehkan  menikmati dunia luar, sehingga dibutuhkan hiburan yang disediakan oleh perusahaan yang saat itu dikelola oleh Belanda pada 1945.

Saat itu, pimpinan perusahaan Pamanoekan and Tjiasem Land (P&T Land) asal Belanda, Hofland, merasa peduli dengan para pegawai kontrak. Selain diberi gaji layak, mereka juga diberi hiburan Tari Doger agar bersemangat.

Jika ditilik sejarahnya, kesenian Tari Doger biasa dipentaskan saat malam hari di ruang terbuka, setelah pegawai selesai bekerja. Musik pembuka sudah dimainkan sejak pukul 20.00 WIB diiringi para penari yang lincah.

Di tengah-tengah pertunjukan, akan disulut beberapa obor sebagai alat penerang dan pusat orientasi dari pertunjukan.

Acara tari ini kemudian akan berlangsung sampai dengan tengah malam, bahkan dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Tarian ini jadi hiburan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Rekomendasi