Mengenal Rajaban, Tradisi Khas Cirebon Sambut Isra Mi'raj
Merdeka.com - Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi berbeda untuk memperingati Isra Mi'raj. Tradisi tersebut berkenaan dengan perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sehari semalam untuk menerima perintah salat 5 waktu yang dilaksanakan oleh umat muslim di seluruh Dunia.
Di Cirebon, Jawa Barat terdapat tradisi yang biasa dilaksanakan oleh masyarakat setempat dalam memperingati perayaan hari besar Islam tersebut yaitu melalui tradisi Rajaban.
Merupakan Tradisi Ziarah Warga Cirebon

Akun Twitter @kasepuhan 2020 Merdeka.com
Tradisi Rajaban yang dilakukan masyarakat Cirebon ini digelar setiap tanggal 27 bulan Rajab.
Tradisi ini biasanya dilaksanakan dengan cara berziarah ke makam Plagon yang dianggap sebagai makam Pangeran Kejaksan yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di Cirebon.
Sebagai Pengingat untuk Mawas Diri
Setelah ziarah, acara dilanjutkan dengan tradisi membagikan nasi bogana kepada warga keraton, kaum masjid, abdi dalem dan masyarakat mager sari.
Nasi bogana itu terdiri dari kentang, telor ayam, tempe, tahu, parutan kelapa dan bumbu kuning yang dijadikan satu.
Tradisi Rajaban dilaksanakan sebagai pengingat agar umat Islam tidak lupa akan jati diri dalam menjalani kehidupan, dan diharap bisa lebih teliti serta hati-hati dalam setiap jengkal aspek kehidupan karena semuanya merupakan kendali ridha Illahi.

Gnfi 2020 Merdeka.com
Memiliki 4 Makna Sakral

budayajawa.id 2020 Merdeka.com
Dalam jurnal budaya yang diterbitkan oleh IAIN Purwokerto dan ditulis oleh Naila Farah, terdapat 4 makna sakral yang terkandung dalam tradisi Rajaban.
Nilai yang pertama adalah nilai kesenangan yang terwujud dalam nikmat yang dialami oleh masyarakat yang hadir dalam tradisi Rajaban tersebut.
Nilai kedua adalah nilai vital yang menyadarkan semua peserta tradisi Rajaban tentang kewajiban bersyukur kepada Allah SWT.
Selanjutnya nilai spritual berkenaan dengan pengetahuan yang didapatkan oleh para peserta tradisi mengenai kebenaran dan kebatilan yang tertulis dalam babad Isra Mi'raj.
Sementara nilai yang tertinggi dalam pelaksanaan tradisi Rajaban tentunya adalah nilai kekudusan yang terdapat dalam tradisi Rajaban itu sendiri sebagai sebuah upacara atau ritual penyembahan kepada Allah SWT.
(mdk/nrd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya