Mengenal Penyakit Mental Hectic, Rentan Dialami Anak Usia Dini

Kamis, 6 Januari 2022 21:00 Reporter : Andre Kurniawan
Mengenal Penyakit Mental Hectic, Rentan Dialami Anak Usia Dini ilustrasi anak berhitung. activekids.com

Merdeka.com - Usia dini menjadi periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan hidup manusia. Usia ini juga termasuk ke dalam usia emas atau dikenal juga sebagai "golden age" bagi anak. Pada usia ini, dikatakan jika potensi anak sedang berkembang cepat.

Golden age pada anak meliputi 1.000 hari pertama dari kehidupan anak yang dihitung dari masa dalam kandungan sampai usia anak mencapai dua tahun. Dilansir dari paud.id, anak akan mengalami pertumbuhan otak yang sangat pesat pada periode emas ini. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan asupan makanannya agar proses pertumbuhan anak jadi sempurna.

1000 hari pertama kehidupan anak ini, jika dirinci yaitu masa dalam kandungan 270 hari, usia 0-6 bulan 180 hari, dan usia 7-18 bulan 550 hari, sehingga totalnya jadi 1000 hari. Pada masa awal seribu hari ini, pertumbuhan otak seorang anak mengalami peningkatan yang luar biasa dan mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Pada usia-usia ini pula orang tua mulai memperkenalkan didikan seperti baca tulis dan hitung (calistung) kepada anak. Namun, anak-anak usia dini disebut tidak perlu buru-buru diajarkan calistung, karena dianggap dapat terkena penyakit mental hectic.

Anak yang mengalami penyakit mental hectic digambarkan memiliki perilaku yang tidak tenang, tertekan, dan kebingungan yang disebabkan tuntutan tugas yang berat. Penyakit mental hectic ini dianggap dapat membuat anak-anak mengalami kekacauan mental dan melewatkan masa kanak-kanaknya yang harusnya diisi dengan bermain.

Tapi, apa sebenarnya penyakit mental hectic ini? Kali ini, kami akan sampaikan ulasan tentang penyakit mental hectic yang dinilai dapat mengganggu kondisi mental anak-anak usia dini.

2 dari 4 halaman

Penyakit Mental Hectic

Penyakit mental hectic diartikan sebagai kondisi seseorang, baik anak atau pun orang dewasa, yang mengalami kekacauan mental. Namun, Anda tidak akan menemukan definisi pasti dari penyakit mental hectic karena istilah ini merupakan istilah buatan dalam psikologi.

Meski arti penyakit mental hectic masih belum jelas diketahui, berdasarkan kebahasaan istilah hectic dapat berarti riuh, ribut, tidak tenang, sangat sibuk, dan ramai. Itulah kenapa, penyakit mental hectic diartikan sebagai kondisi kejiwaan yang tidak tenang, bingung, sibuk karena merasa dikejar-kejar tugas.

Kondisi ini layaknya ketidakseimbangan seseorang dalam merasa (feel), melihat (perceive), mendengar (hear), berpikir (think), dan bertindak (act), sehingga mengakibatkan orang tersebut mengalami “kebingungan”, dan pada akhirnya dapat mengarahkan dirinya pada stres, depresi, merasa terintimidasi, atau pun merasa terancam.

Seperti yang disebutkan di awal, penyakit mental hectic dapat dialami oleh siapa saja. Meski penyakit mental hectic dapat dialami oleh orang dewasa, pengaruhnya lebih rentan terjadi pada anak usia dini karena dapat mengarahkan si anak menjadi seorang yang pemberontak, tidak patuh, bahkan mengabaikan segala informasi yang diterimanya.

3 dari 4 halaman

Hubungan Calistung dan Penyakit Mental Hectic

Munculnya penyakit mental hectic tidak hanya disebabkan oleh faktor tunggal seperti calistung. Bagi seorang anak, bermain game dengan level tertentu justru menjadi penyebab yang lebih potensial terhadap munculnya penyakit mental hectic.

Selain itu, faktor lain seperti keluarga, lingkungan, dan termasuk perlakuan guru juga dapat menyebabkan munculnya penyakit mental hectic pada anak. Sedangkan bagi orang dewasa, dikejar-kejar deadline atau perintah bos yang galak dapat memicu munculnya penyakit mental hectic.

Calistung yang disebut sebagai pemicu terjadinya penyakit mental hectic pada perkembangan anak, bisa jadi benar atau bisa juga tidak. Dalam kasus ini, kita harus melihat bagaimana keadaan empiris yang melatarbelakangi terjadinya mental hectic, yaitu kegiatan belajar.

Dalam usia anak, mereka tidak bisa membedakan mana kegiatan belajar, dan mana kegiatan bermain. Karena pada dasarnya anak-anak adalah para pembelajar alami, yaitu generasi yang terus belajar dari kegiatan sehari-harinya.

4 dari 4 halaman

Pengaruh Calistung

Dalam berpikir, kita butuh beristirahat atau mengambil waktu rehat agar tidak mengalami overload cognitive. Ini karena penyakit mental hectic dapat terjadi akibat overload cognitive atau karena melakukan kegiatan berulang.

Calistung juga dapat menyebabkan penyakit mental hectic jika kegiatan di dalamnya tidak bisa mengakomodir “cara belajar” anak. Proses belajar yang kaku dan sistematis hanya akan membuat anak-anak mengalami “kejenuhan” dalam belajar.

Proses yang terus menerus berulang ini pada akhirnya membentuk struktur kognitif mereka “kacau balau”. Hal ini membuat perkembangan yang seharusnya baik, justru seperti dihalang-halangi. Karena yang sebenarnya bukan potensinya, malah dipaksakan untuk berkembang.

Di sisi lain, calistung dinilai juga dapat menjadi "obat" untuk penyakit mental hectic. Ini terjadi jika dalam prosesnya menggunakan metode yang sesuai dengan perkembangan jiwa peserta didik. Pembelajaran calistung memang seharusnya tidak menjadi konsumsi utama anak-anak.

Namun, ajaran ini bisa mengembangkan kemampuan berpikir mereka, ketika mereka diberi kesempatan untuk bereksplorasi dalam belajar melalui gaya mereka masing-masing.

[ank]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini