Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Macam-Macam Sistem Ekonomi beserta Fungsinya, Pahami Setiap Cirinya

Mengenal Macam-Macam Sistem Ekonomi beserta Fungsinya, Pahami Setiap Cirinya Ilustrasi Uang. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Sistem ekonomi mungkin sudah sering kita dengar. Apalagi jika Anda adalah seorang pelaku bisnis, maka pengetahuan tentang sistem ekonomi adalah hal yang perlu dikuasai.

Sistem ekonomi sendiri merupakan aturan dan tata cara yang mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi.Setiap negara memiliki sistem ekonominya masing-masing. Dan, setiap sistem ekonomi yang digunakan setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ideologi dan struktur ekonomi.

Setidaknya, terdapat empat macam-macam sistem ekonomi yang umumnya diterapkan di dunia. Macam-macam sistem ekonomi tersebut telah kami rangkum bersama dengan fungsi sistem ekonomi:

Fungsi Sistem Ekonomi

Bagi sebuah negara, sistem ekonomi memiliki peran dan fungsi yang sangat vital dalam menjalankan perekonomian. Beberapa fungsi dari sistem ekonomi tersebut yaitu:

• Untuk penyedia dorongan dalam berproduksi.• Untuk mengoordinasi kegiatan individu dalam perekonomian.• Untuk mengatur dalam pembagian hasil suatu produksi di semua anggota masyarakat supaya bisa terlaksana seperti yang diharapkan• Untuk menciptakan mekanisme tertentu supaya distribusi barang dan jasa berjalan dengan baik.

Macam-macam Sistem Ekonomi

ilustrasi ekonomi

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Sergey Nivens

Sistem Ekonomi Tradisional

Macam-macam sistem ekonomi yang pertama yaitu sistem ekonomi tradisional. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di dalam organisasi kehidupan ekonomi yang didasarkan pada tradisi masyarakat secara turun-temurun dan masih mengandalkan faktor produksi apa adanya.

Dilansir dari gurupendidikan.com, berikut ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:

  1. Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
  2. Masih bergantung pada sektor pertanian.
  3. Masih mempunyai ikatan tradisi yang sifatnya kekeluargaan, sehingga kurang dinamis.
  4. Teknologi dalam produksinya masih sederhana.

Kelebihan sistem ekonomi tradisional:

  • Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan yang kuat di antara masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
  • Kekurangan sistem ekonomi tradisional:

  • Masyarakatnya masih memiliki pola pikir statis
  • Hasil produksi yang terbatas, sebab hanya menggantungkan pada faktor produksi alam dan tenaga kerja apa adanya.
  • Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)

    Macam-macam sistem ekonomi yang kedua yaitu sistem ekonomi terpusat atau komando. Dalam sistem ekonomi terpusat ini, pemerintah memiliki kekuasaan dominan terhadap pengaturan kegiatan ekonomi. Beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi ini antara lain adalah Rusia dan Cina.

    Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat:

    1. Semua kegiatan perekonomian diatur dan ditetapkan oleh pemerintah, baik dalam hal produksi, distribusi, maupun konsumsi serta penetapan harga
    2. Tidak adanya kebebasan dalam berwiraswasta, karena hak milik perorangan atau swasta tidak diakui
    3. Semua alat-alat produksi dikuasai oleh negara.

    Kelebihan sistem ekonomi terpusat:

  • Pemerintah bisa melakukan pengawasan dan pengendalian dengan mudah
  • Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua kegiatan ekonomi.
  • Kemakmuran di masyarakat merata.
  • Perencanaan pembangunan yang lebih cepat direalisasikan.
  • Kekurangan sistem ekonomi terpusat:

  • Adanya penindasan daya kreasi masyarakat, sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
  • Adanya pasar gelap akibat adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
  • Masyarakat tidak dijamin dalam hal memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta dalam memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
  • Pemerintah bersifat paternalistis, di mana aturan yang ditetapkan oleh pemerintah semuanya benar dan harus dipatuhi.
  • Sistem Ekonomi Liberal (Kapitalis)

    013 siti rutmawati

    www.usatoday.com

    Macam-macam sistem ekonomi yang ketiga yaitu sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi liberal berbanding terbalik dengan sistem ekonomi terpusat. Dalam sistem ekonomi liberal, masyarakat diberi kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi.

    Dalam sistem ekonomi ini, pemerintah tidak akan ikut campur dan lepas tangan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Negara yang menganut sistem ekonomi liberal antara lain adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

    Ciri-ciri sistem ekonomi liberal:

    1. Masyarakat diberikan banyak kebebasan dalam melaksanakan kegiatan perekonomian
    2. Mempunyai kebebasan dalam memiliki barang modal.
    3. Dalam melakukan suatu tindakan ekonomi dilandasi atas semangat untuk mencari suatu keuntungan sendiri.

    Kelebihan sistem ekonomi liberal:

  • Adanya persaingan yang mendorong kemajuan usaha.
  • Adanya campur tangan pemerintah dalam suatu kegiatan perekonomian ekonomi kecil sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
  • Produksi yang berdasarkan pada permintaan pasar maupun kebutuhan masyarakat.
  • Adanya pengakuan hak milik oleh negara, memberikan masyarakat semangat dalam berwiraswasta.
  • Kekurangan sistem ekonomi liberal:

  • Adanya praktik persaingan yang tidak sehat, yakni dengan penindasan bagi pihak yang lemah.
  • Bisa menimbulkan monopoli yang dapat merugikan masyarakat.
  • Munculnya praktik yang tidak jujur, yang berlandaskan mengejar sebuah keuntungan sebesar-besarnya, sehingga kepentingan umum tidak diperhatikan atau dikesampingkan.
  • Sistem Ekonomi Campuran

    Macam-macam sistem ekonomi yang keempat yaitu sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi di mana masyarakat diberi kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi, namun di sisi lain, pemerintah juga mempunyai campur tangan dalam kegiatan ekonomi.

    Hal ini bertujuan untuk menghindari penguasaan penuh dari golongan masyarakat terhadap sumber daya ekonomi.

    Ciri-ciri sistem ekonomi campuran:

    1. Adanya suatu pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hidup orang banyak yang dikuasai oleh negara.
    2. Adanya campur tangan pemerintah terhadap suatu mekanisme pasar melalui berbagai kebijakan ekonomi
    3. Adanya hak milik perorangan yang diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.

    Kelebihan sistem ekonomi campuran:

  • Adanya Sektor ekonomi yang dikuasai oleh pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
  • Adanya hak individu atau swasta yang diakui dengan jelas.
  • Harga lebih mudah untuk dikendalikan.
  • Kekurangan sistem ekonomi campuran:

  • Peranan pemerintah lebih berat dibandingkan dengan swasta.
  • Munculnya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam pemerintah karena banyak sektor-sektor produksi yang lebih menguntungkan pihak pemerintah, sedangkan pengawasannya masih minim.
  • (mdk/ank)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP