Cara Pakai Kondom yang Benar, Pasutri Wajib Tahu
Merdeka.com - Kondom merupakan jenis alat kontrasepsi tertua. Ilustrasi yang tertua mengenai kondom ditemukan di Mesir sejak lebih dari 3000 tahun. Sejarah menunjukkan, masyarakat Mesir membuat dan menggunakan kondom dari saluran pencernaan dan kandung kemih hewan.
Bahkan pada zamannya, kondom dari kulit ular sangat popular dipakai orang-orang mesir dan dianggap seperti fesyen. Kondom primitif ini digunakan untuk menghindari penyakit kelamin.
Seiring perkembangan waktu, pembuatan kondom mulai dikembangkan dan berubah bahan menjadi kondom yang terbuat dari karet. Kondom dari karet diproduksi secara besar-besaran setelah tahun 1844, ketika Charles Goodyear mematenkan pembuatan vulkanisasi dari karet.
Pada tahun 1930-an kondom lateks digunakan untuk mencegah kehamilan dan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual tetapi penggunaannya belum secara luas, disebabkan sebagian masyarakat tidak mengetahui risiko dari IMS dan HIV serta tidak menyukai efek atau perasaan ketika menggunakan kondom ataupun merasa khawatir terhadap reaksi pasangan seksualnya.
Beberapa tahun belakangan semakin tingginya kasus HIV membuat setiap orang perlu memahami penggunaan kondom demi aktivitas seksual yang lebih sehat. Tak hanya itu, tingginya angka kelahiran juga memaksa semua orang perlu mempertimbangkan kembali untuk memiliki momongan.
Salah satu cara menunda momongan dengan mengetahui cara pakai kondom yang benar. Berikut telah dirangkum merdeka.com melalui simdos.unud.ac.id dan berbagai sumber lainnya cara pakai kondom yang benar, Senin, (10/10/2022).
Jenis Kondom
Sebelum mengetahui cara pakai kondom yang benar, penting bagi setiap pasutri untuk memahami jenis kondom. Hal ini terkait semakin banyaknya jenis kondom yang beredar di pasaran.
Peredaran yang semakin beragam, mau tidak mau memaksa setiap orang yang hendak menggunakan kondom perlu paham dan teliti sebelum memilih kondom yang cocok.Selain itu, cara penggunaan yang benar juga perlu dipahami dengan benar dalam upaya mencegah penularan IMS dan HIV. Dalam pemilihan kondom terdapat 3 kriteria umum yang perlu diperhatikan yaitu sensitivitas, kenyamanan dan kehandalan.
Sensitivitas diartikan bahwa kondom yang dipilih tidak mengurangi rasa kenikmatan saat berhubungan seksual, kenyamanan berarti kondom harus pas dan nyaman saat digunakan serta tidak mudah robek atau bocor, dan kehandalan berarti kondom harus mampu mencegah kehamilan dan infeksi menular seksual serta HIV.
Kondom disebut berkualitas tinggi apabila memenuhi ketiga kriteria tersebut. Jenis kondom dibedakan menurut jenis kelamin adalah kondom laki-laki dan kondom perempuan.
Kondom laki-laki paling banyak digunakan. Adapun jenis kondom laki-laki dibedakan dari bahan dasar yang digunakan. Saat ini terdapat tiga bahan dasar kondom yang terdapat dipasaran yaitu terbuat dari lateks, membran alami (usus domba), dan bahan sintetik (poliuretan, poliisopren).
Cara Pakai Kondom yang Benar
Kondom merupakan alat kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan atau penyakit kelamin pada saat bersenggama. Kondom biasanya dibuat dari bahan karet lateks, berbentuk tabung tidak tembus cairan, dimana salah satu ujungnya tertutup rapat dan dilengkapi kantung untuk menampung sperma.
Kondom dipakai pada alat kelamin pria pada keadaan ereksi sebelum bersenggama atau hubungan seksual. Berikut cara pakai kondom yang benar:
1. Periksa Tanggal Kedaluwarsa Cara pakai kondom yang benar pertama dengan lebih dulu memeriksa tanggal kedaluwarsa pada paket kondom sebelum membukanya. Adapun ciri-ciri kondom yang sudah kedaluwarsa atau disimpan dengan tidak benar, lateksnya rusak yang meningkatkan risiko kegagalan.
2. Periksa Gelembung UdaraTak hanya memeriksa tanggal kedaluwarsa kondom, cara pakai kondom yang benar berikutnya dengan periksa atau rasakan gelembung udara. Cara termudah untuk melakukannya dengan lembut meremas paket antara ibu jari dan jari pertama.
Jika ada gelembung udara, berarti kemasan belum bocor. Maka dari itu kondom juga harus utuh. Gelembung udara sebenarnya ada hanya untuk alasan ini. Sebab, hal Ini merupakan cara untuk melindungi kondom dari degradasi dan kerusakan yang tidak disengaja atau disengaja.
3. Buka Kondom dengan Hati-HatiTahu kah kamu jika kondom sangat mudah rusak, maka dari itu saat membukanya butuh kehati-hatian. Sobek sepanjang sudut atau tepinya, jangan gunakan kuku atau gunting untuk membuka paket kondom. Paket foil tempat kondom masuk cukup mudah robek.
Setelah itu, periksa apakah kondom benar sisi luar. Jadi, pastikan lebih dulu ke arah mana ia dimasukkan. Kondom berada di sisi kanan atas sehingga kamu dapat menggulungnya dengan mudah. Dengan begitu, kamu juga tidak perlu memasukkan jari ke dalam kondom untuk membuka gulungannya. Jika kamu terlanjur memasang kondom terbalik, buang dan mulai lagi.
Sebab, jika kondom telah bersentuhan dengan kepala penis, mungkin terkontaminasi dengan sekresi. Ini juga alasan mengapa seseorang harus mencuci tangan sebelum memakai kondom. Kondom akan masuk ke area intim seseorang, sehingga harus dijamin kebersihannya.
4. Beri Ruang KecilUjung reservoir kondom sebenarnya tidak cukup besar untuk menampung jumlah air mani yang terkandung dalam ejakulasi. Namun, tidak semua kondom memiliki ujung reservoir. Jika tidak memiliki fitur tersebut, pastikan ada cukup ruang di ujungnya dengan menjepit bagian atas kondom agar udara tidak masuk.
Maka dari itu, kamu perlu menyisakan gulungan kondom sedikit sebelum meletakkannya di penis.
5. Pasang KondomCara pakai kondom dengan benar pada penis, penting untuk menyisakan ruang di ujungnya. Jika tidak, tidak akan ada cukup ruang untuk menampung ejakulasi. Hal ini dapat menyebabkan kondom rusak.
Selain itu, penting juga untuk memastikan tidak ada udara yang terperangkap di ujung kondom yang bisa membuatnya lebih mudah pecah. Meletakkan sedikit pelumas di ujung kondom sebelum memakainya dapat membantu menghindari gelembung udara.
Selanjutnya, buka gulungan kondom untuk menutupi seluruh batang penis. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko penularan penyakit menular seksual yang berpindah dari kulit ke kulit, seperti sifilis. Itu juga membuat kondom lebih kecil kemungkinannya untuk tergelincir daripada jika hanya digulung sebagian.
6. Pegang Kondom Saat MenarikCara pakai kondom dengan benar lainnya perlu diperhatikan setelah ejakulasi, penting untuk memegang kondom di pangkal saat penis ditarik dari vagina, anus, atau mulut. Ini harus dilakukan sebelum penis menjadi kurang ereksi.
Sebab, gagal memegang kondom membuat kondom lebih mungkin terlepas. Ini juga meningkatkan risiko kebocoran. Buang Kondomnya ke tempat sampah, bukan di toilet. Saat membuang kondom sebaiknya bungkus dengan kertas toilet atau tisu untuk mencegahnya bocor dan membuat berantakan.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya