Mahasiswa ITB Ciptakan Aspal dari Limbah Plastik dan Organik, Ini keunggulannya
Merdeka.com - Empat mahasiswa ITB baru-baru ini menciptakan inovasi aspal yang dibuat dari limbah plastik dan organik. Menariknya, inovasi aspal ini menjadi yang pertama di Indonesia.
Kelompok yang memiliki nama Tim Kuy (a+i) itu berasal dari Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka terdiri dari Octaviani Nur Rahmawati, Dewangga Syahputra, Ilyas Bianto, dan Romi Putra Radiansyah.
“Jadi untuk bahan perkerasan jalan ini, kami memakai limbah plastik dan limbah serabut kelapa sebagai inovasi” kata salah satu anggota tim, Romi, Selasa (1/11) dilansir dari ANTARA
Berangkat dari Banyaknya Kecelakaan Karena Jalan Rusak

Ilustrasi pengaspalan jalan ©2017 Merdeka.com
Diungkapkan Romi, jika inisiatif timnya bereksperimen demikian karena maraknya angka kecelakaan di jalan raya. Belum lagi biaya perawatan jalan juga cukup tinggi. Hal ini yang kemudian menciptakan inovasi dengan bahan limbah yang bisa ditemui.
Dari bahan itu, kemudian terumuskan lapisan aus aspal atau lapisan atas yang berfungsi melindungi dari air, dan membuat jalan jadi halus untuk memperkuat jalan dengan jangka waktu tertentu.
Kemudian komposisi bahan itu terproses menjadi unsur aditif, melalui perpaduan antara limbah plastik jenis high-density polyethylene (HDPE) dan limbah organik berupa serbuk sabut kelapa sawit.
Umur Aspal Diklaim Lebih Panjang
Inovasi ini memiliki cara kerja yang mampu memodifikasi sifat kandungan aspal, sehingga bisa memicu umur atau ketahanan pakai yang lebih lama.
Pengaplikasian ini juga minim proses perawatan konstruksi, sehingga biaya pengerjaan bisa dihemat dengan efek berkurangnya emisi gas karbon.
"Kedua, pengurangan limbah berkaitan dengan dampak sosial," lanjut Romi
Aspal ciptaan mahasiswa ITB itu juga mampu meraih gelar juara, saat dilombakan di ajang Think Efficiency 2022 pada kategori sustainability, setelah mengalahkan ratusan mahasiswa yang ikut perlombaan dari berbagai daerah di Indonesia.
Bahan Aspal Anti Slip pada Roda Kendaraan
Selain diklaim berumur panjang, dari hasil pengamatan tim, aspal berbahan limbah plastik dan serabut kelapa ini juga mampu meningkatkan aspek keselamatan berkendara.
Lapisan aus (bagian terluar jalan) disebut Romi memiliki tekstur kekesatan yang mengurangi slip di ban kendaraan karena adanya perbaikan microtexture dan macrotexture
Ke depan inovasi ini juga akan terus dikembangkan, melalui kegiatan konsultasi intens dengan para ahli perkerasan jalan. Hal ini terkait standarisasi yang belum ditemui di Indonesia.
Inovasi ini juga bisa merangkul pihak-pihak yang berada di lingkup pengumpulan limbah.
(mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya