Bedug raksasa yang ada di Masjid Istiqlal, Jakarta ini mencuri perhatian pengunjung. Beratnya mencapai 3 ton, dengan tinggi lebih dari 2 meter dan panjang hingga 3 meter.
Bedug ini jadi ikon unik di Masjid Istiqlal karena mengandung banyak unsur, mulai dari ukiran unik, usia kayu sebagai bahan utamanya sampai ukiran kaligrafi berbahasa Jawa.
Dahulu bedug ini merupakan hadiah pemberian dari Presiden Soeharto kepada pihak Masjid Istiqlal. Yuk kenalan lebih dekat dengan bedug yang diklaim salah satu terbesar se Indonesia ini.
Youtube: Masbay Walking
Advertisement
Mengutip Liputan6, bedug raksasa ini rupanya sudah ada sejak 1972. Kala itu, Presiden Soeharto memberikannya kepada pihak DKM sebagai hadiah.
Kala itu, Soeharto melihat gelondongan kayu meranti berusia 300 tahun dan ingin dijadikan sebagai bedug. Setelah jadi, bedug ini dihadiahkan kepada Masjid Istiqlal dan menjadi ikon hingga sekarang.
Banyak pengunjung yang tertarik dengan bedug ini, dan menjadikannya sebagai spot berfoto atau belajar sejarah.
Advertisement
Bahan utama bedug ini konon berasal dari kayu meranti merah Kalimantan yang berusia 300 tahun.
Lalu bedug juga dibuat dari kayu utuh dan bukan disusun dari potongan kayu kecil, seperti banyak ditemukan pada bedug zaman sekarang.
Kala itu, bedug tersebut disimpan di Masjid Istiqlal yang pembangunannya belum selesai. Bedug pun menjadi pemandangan yang khas di salah satu masjid terbesar se Asia itu.
Saking besarnya, bedug ini memiliki bobot hingga 3 ton dan difungsikan sebagai media edukasi perkembangan Islam di tanah air.
Advertisement
Saat ini bedug tersebut sudah tidak lagi difungsikan dan hanya menjadi ikon wisata religi di Masjid Istiqlal.
Jika terdengar bedug, suaranya berasal dari rekaman audio yang diperdengarkan melalui pengeras suara. Sebabnya, usia bedug yang sudah tua dan sebagai upaya perawatan.
Kalaupun harus ditabuh, pihak DKM akan membunyikannya saat ada kunjungan kenegaraan di Masjid Istiqlal.
Advertisement
Bedug di Masjid Istiqlal juga menyimbolkan ke Indonesiaan dengan ragam motif dan ukirannya.
Gambar: Youtube Herman Aje
Seperti ukiran bunga lotus, lalu dua kalimat syahadat sampai kaligrafi berbahasa Jawa yang berbunyi tahun matahari menurut kepercayaan orang Jawa.
Ukiran-ukiran tersebut dibuat oleh perajin kayu asal Jepara, Jawa Tengah, termasuk ada pula kalimat basmallah.
Karena dirawat dengan baik, kondisi bedug masih terjaga dan tidak mengalami kerusakan.
Advertisement