Fakta Terbaru Konser Rhoma Irama di Bogor, Penyelenggara dan Artis Diperiksa Polisi

Sabtu, 4 Juli 2020 11:38 Reporter : Rizka Nur Laily M
Fakta Terbaru Konser Rhoma Irama di Bogor, Penyelenggara dan Artis Diperiksa Polisi Rhoma Irama. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gelaran musik yang menghadirkan Rhoma Irama dan sejumlah penyanyi papan atas Indonesia di Kabupaten Bogor pada Minggu, 28 Juni 2020 berbuntut panjang.

Pasalnya acara yang menghadirkan kerumunan massa itu dilaksanakan saat Bogor masih dalam masa pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dikutip dari liputan6.com, gelaran musik itu merupakan rangkaian dari acara khitanan di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Keramaian yang ditimbulkan dari gelaran musik itu disebut potensial menjadi klaster penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

1 dari 7 halaman

Panggil Pihak Penyelenggara

konser rhoma irama di bogor

Youtube uct Channel ©2020 Merdeka.com

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, banyak pelanggaran yang terjadi di acara musik yang menghadirkan raja dangdut itu. Pihak kepolisian akan memanggil pihak penyelenggara untuk dimintai keterangan.

"Kejadian di Bogor ini pelanggarannya banyak, mengumpulkan massa yang besar, desak-desakan, teriak dan sebagainya, itu harusnya sudah dihitung yang namanya musik di luar pasti emosi warga kan kebawa dengan apapun hiburannya," kata Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Rabu 1 Juli 2020.

2 dari 7 halaman

Tambah Beban

ilustrasi corona

©2020 Merdeka.com/shutterstock

Menurut Ridwan Kamil, jika setiap kerumunan harus dilakukan rapid test, hal ini secara tidak langsung membuat menambah beban pemerintah dalam melakukan upaya penanggulangan pandemi COVID-19.

"Coba bayangkan, kalau semua ada kerumunan harus di-rapid test kan repot kan. Itulah poinnya, kasihanilah kami yang sedang mengatur proses ini dengan sebaik-baiknya, saya kira ini pelajaran buat semua orang," ujar Emil, sapaan akrab Gubernur Jabar itu.

3 dari 7 halaman

Tindakan Tegas

konser rhoma irama di bogor

Youtube uct Channel ©2020 Merdeka.com

Ia mendukung kepolisian untuk meminta keterangan dari pihak penyelenggara dan serta mereka yang terlibat dalam acara musik tersebut. Jika perlu penindakan tegas, hal tersebut diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Ini jadi pelajaran, tolong yang lain-lain jangan mengulangi dan meniru, dan harus selalu meminta izin dengan jelas terkait protokol kesehatan," ucap dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso membenarkan rencana kepolisian meminta keterangan kepada penyelenggara, tak terkecuali artis yang mengisi acara musik di Bogor beberapa waktu silam.

"Nanti dari Polres Bogor yang akan mengundang pihak penyelenggara. Kemudian di dalam pencegahan COVID-19 juga dilakukan rapid test terhadap warga setempat maupun undangan yang hadir di acara tersebut," kata dia.

4 dari 7 halaman

Digelar di Zona Merah

rhoma irama

©2020 Merdeka.com/Youtube Indosiar

Selain menimbulkan kerumunan massa yang berpotensi menjadi klaster penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19, acara musik yang menjadi bagian dari rangkaian pesta khitan itu juga melanggar protokol kesehatan dalam upaya penanggulangan pandemi. Pasalnya, digelar di wilayah yang termasuk zona merah COVID-19.

Konser itu melanggar Peraturan Bupati (Perbup) No 35 Tahun 2020 yang mengatur berbagai macam ruang lingkup, yaitu level kewaspadaan daerah, penetapan PSBB proporsional secara parsial sesuai kewaspadaan daerah, serta protokol kesehatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Meski acara tersebut sudah dinyatakan batal, namun Rhoma Irama tetap saja tampil menghibur ribuan orang yang datang. Selain sang raja dangdut, artis lain yang turut tampil yaitu Rita Sugiarto dan Caca Handika.

5 dari 7 halaman

Kerja Keras Gugus Tugas

ilustrasi corona

©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan pihak kepolisian sudah memeriksa pihak yang bertanggung jawab dalam gelaran musik beberapa waktu silam.

"Kasus yang di Bogor itu sudah ditindaklanjuti kepolisian untuk memetakan secara proporsional siapa saja yang harus bertanggung jawab terhadap tindakan yang punya potensi (penyebaran virus) serta mengganggu kewaspadaan kita dalam mengendalikan Covid-19," ujar Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/7/).

Emil tidak merinci siapa yang menjadi penanggung jawab atas konser tersebut. Namun,s ia berharap masyarakat menyadari bahwaanya untuk saat ini menggelar acara hajatan dengan mengundang massa dapat berpotensi menjadi area penyebaran virus.

Keberadaan konser tersebut membuat gugus tugas harus bekerja keras mendeteksi adanya kemungkinan peluang penularan.

6 dari 7 halaman

Masyarakat Diminta Menahan Diri

rhoma irama

©2020 Merdeka.com/Youtube Indosiar

"Bayangkan kalau semua melakukan tindakan pelanggaran seperti itu dan bubar acara semua orang harus di-rapid test. Itu akan melelahkan dan akan menghabiskan resources. Sementara kami (Gugus Tugas) sedang fokus ke tempat lain dengan keterbatasan PCR dan rapid test," Emil menambahkan.

Masyarakat diminta menahan diri untuk tidak berkerumun serta tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 jika terpaksa harus beraktivitas keluar rumah.

"Jadi inilah imbauan kepada warga Jawa Barat, jangan mengundang kerumunan sehingga berpotensi menjadi penyebaran," tuturnya.

7 dari 7 halaman

Minta Maaf

rhoma irama

©2020 Merdeka.com/Youtube Indosiar

Sementara itu, penyelenggara acara khitanan yang menghadirkan Rhoma Irama dan sederet artis kenamaan di Desa Cibunian meminta maaf.

"Maaf yang sebesar-besarnya pada Pemda, Gugus Tugas Covid-19 tingkat daerah maupun nasional karena keluarga kami mengadakan acara khitanan di saat Covid-19 masih mewabah di Indonesia," kata Hadi Pranoto di Bogor, Rabu, 1 Juli 2020.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini