Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelaskan Pengertian Iklim Menurut Para Ahli, Berikut Jenis-Jenisnya

Jelaskan Pengertian Iklim Menurut Para Ahli, Berikut Jenis-Jenisnya Ilustrasi hujan. ©2018 Merdeka.com/Pixabay

Merdeka.com - Kehidupan manusia tak pernah lepas dari pengaruh proses-proses di alam. Dalam arti bahwa kehidupan manusia akan mempengaruhi proses di alam, demikian pula proses-proses di alam akan membawa pengaruh tersendiri bagi manusia.

Dalam hal ini, iklim merupakan salah satu proses alam yang membawa pengaruh terhadap kehidupan manusia, baik secara fisik maupun secara non fisik (sosial budaya). Iklim diartikan sebagai suatu kondisi cuaca pada suatu daerah dalam kurun waktu yang lebih lama. Iklim sangat mempengaruhi jenis tanaman yang sesuai dibudidayakan pada suatu kawasan, penjadwalan budidaya pertanian, dan teknik budidaya yang dilakukan.

Pengetahuan iklim sangat penting terutama dalam sektor pertanian. Maka berikut ini informasi mengenai jelaskan pengertian iklim menurut para ahli, lengkap dengan jenis-jenisnya telah dirangkum dari Liputan6.com dan abstrak.uns.ac.id:

Pengertian Iklim Menurut Para Ahli

1. Kartasapoetra (2012)

Pengertian iklim yang pertama menurut Kartasapoetra. Iklim adalah rata-rata keadaan cuaca dalam jangka waktu yang cukup lama yang sifatnya tetap

2. Gibbs (2009)

Iklim merupakan peluang statistik berbagai keadaan atmosfer antara lain suhu, tekanan, angin dan kelembapan yang terjadi di suatu daerah selama kurun waktu yang panjang.

3. World Conference (1979)

Iklim didefinisikan sebagai sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya.

Jenis-Jenis Iklim di Dunia

Berdasarkan matahari, para peneliti membagi iklim yang ada di bumi menjadi empat jenis. Berikut penjelasan pengertian iklim adalah sebagai berikut :

1. Iklim Tropis

Iklim tropis terjadi di kawasan sekitar ekuator atau garis khatulistiwa seperti Indonesia. Pada iklim tropis, cuaca hangat sepanjang hari dan tidak ada musim dingin. Sebagian iklim tropis seperti hutan hujan tropis, curah hujannya tinggi. Ini adalah kawasan-kawasan yang benar-benar ada di garis khatulistiwa. Sementara agak jauh dari garis khatulistiwa, daerahnya agak kering hingga padang pasir.

2. Iklim Subtropis

Sementara, iklim subtropis ada di daerah dengan lintang 20 hingga 40 derajat. Daerah dengan iklim subtropis punya suhu harian dan musiman yang lebih beragam dari daerah tropis. Di kawasan mediterranean seperti Yunani dan Italia, iklimnya hangat. Musim panasnya kering sementara musim dinginnya basah. Iklim subtropis punya curah hujan yang sedang sepanjang tahun.

3. Iklim Sedang

Iklim sedang atau iklim siklon dapat dijumpai di bumi belahan utara atau utara garis khatulistiwa. Di kawasan ini, kutub yang dingin bertemu dengan udara yang hangat. Hasilnya, hujan dan salju kerap ditemui di kawasan beriklim sedang. Iklim subtropis menghasilkan suhu musiman yang beragam. Umumnya ada empat musim yakni musim panas, musim gugur, musim dingin, dan musim semi.

4. Iklim Dingin

Iklim dingin ada di kutub bumi yakni kutub utara dan kutub selatan. Di kedua wilayah ini, musim dingin terjadi sepanjang tahun. Di beberapa area bahkan suhunya selalu di bawah 0 derajat celsius atau membeku. Sebagian tempat memiliki salju dan es. Di tempat lain, lapisan tanah bawahnya membeku.

Jenis-Jenis Iklim di Indonesia

Ada 3 jenis iklim yang mempengaruhi Indonesia, yaitu sebagai berikut:

a. Iklim Musim (Iklim Muson)

Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. Iklim musim terdiri atas muson barat (angin musim barat daya) dan muson timur (angin musim timur laut).

Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang bersifat kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau.

b. Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas)

Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis, sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau hujan naik tropika.

c. Iklim Laut

Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembap dan curah hujan yang tinggi.

(mdk/nof)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP