Jalankan Amanah Istri yang Telah Wafat, Kakek 73 Tahun Jadi Tulang Punggung Keluarga Jual Minuman Keliling untuk Biayai Sekolah Cucu

Jadi tulang punggung, perjuangan kakek penjual minuman keliling untuk biayai sekolah cucunya ini tuai simpati warganet.

Astuti Ramadhani
Oleh Astuti Ramadhani - Reporter
Jalankan Amanah Istri yang Telah Wafat, Kakek 73 Tahun Jadi Tulang Punggung Keluarga Jual Minuman Keliling untuk Biayai Sekolah Cucu
Jalankan Amanah Istri yang Telah Wafat, Kakek 73 Tahun Jadi Tulang Punggung Keluarga Jual Minuman Keliling untuk Biayai Sekolah Cucu (Merdeka.com)

Kebanyakan orang tentu ingin menikmati usia senja dengan  beristrahat sambil menikmati hidup. Namun nyatanya, ada seorang lansia yang masih harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri atau keluarganya.

Seperti kisah seorang kakek berusia 73 tahun yang masih harus bekerja dengan berjualan minuman keliling. Meski sudah tua, kakek ini masih harus menjadi tulang punggung keluarga bagi anak dan cucunya.

Berjualan sambil membawa kardus bertuliskan 'Tolong cucu saya', rupanya ia mencari biaya untuk sekolah cucunya. Beruntung, kakek ini bertemu dengan tiktoker Willie Salim yang senang berbagi.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Bertemu Willie Salim

Di awal, Willie Salim mendekati kakek penjual minuman keliling ini. Setelah ditanya, kakek berusia 73 tahun ini berjualan untuk mencari biaya sekolah cucunya.
"Tolong cucu saya, kenapa cucunya?" tanyanya pada kakek.
"Mau sekolah, biayanya gak ada," jawabnya.
"Kakek berapa umurnya?" tanyanya lagi.
"73, cape ya cape tapikan demi cucu," jawab kakek lagi.

tiktok.com

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com
Jalankan Pesan Istri yang Wafat

Rupanya, ia tetap mengurus anak dan cucunya karena pesan dari istrinya yang sudah meninggal. Mendengar cerita ini, Willie pun memborong dagangan kakek yang harga aslinya hanya 5 ribu perbotol menjadi 100 ribu setiap botolnya.
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Setelah dihitung ada 63 botol, akhirnya Willie pun membayarnya dengan 63 lembar uang Rp100 ribu. Kakek ini pun mendapat uang sejumlah Rp 6.300.000.  Sang kakek begitu bersyukur dengan rezeki yang ia dapat ini.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Minta Diantar Pulang

Takut pulang sendiri karena membawa uang banyak, akhirnya ia meminta tolong diantar pulang oleh Willie.

Dari penuturan sang kakek, rumah kakek ini bukanlah rumahnya sendiri. Ia hanya diminta pemilik rumah untuk menempati dan membersihkannya saja tanpa dipungut biaya.


Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Di rumah, ada anak dan dua cucunya yang masih kecil. Salah satunya naik kelas 6. Saat ditanya cita-citanya, ia mengaku ingin menjadi youtuber sukses seperti Willlie. Mendengar ini, Willie pun menawarkan anak ini untuk belajar di sekolahnya yang sedang ia bangun.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Hanya menempati satu ruangan dari bangunan luas ini, sayangnya atap rumah ini sudah banyak yang roboh. Sehingga saat hujan mereka tak bisa tidur karena bocor.

Kakek pun tidur bersama cucunya dalam satu kasur yang bisa diisi 3 sampai 4 orang.

Kakek pun tidur bersama cucunya dalam satu kasur yang bisa diisi 3 sampai 4 orang.
© 2024 merdeka.com
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com

Di akhir video, Willie pun menawarkan bantuan untuk memperbaiki rumah tempat kakek dan keluarganya tinggal. Video ini pun viral dan menuai pujian warganet.

"Bang williy makasih banyakkk udah hidupp," tulis seorang warganet.
"Kok jadi inget kakek ku, sehat terusss kakek," tulis warganet yang teringat pada kakeknya yang sudah meninggal.
"Pas kakenya bilang "saya takut bawa uang besar, takut dibawa preman" kek dengernya sedih bgt," tulis warganet ikut merasa sedih.
"Pantes rezekinya ga habis² uangnya digunakan dgn sebaik mungkin," ujar yang lain salut dengan Willie. 

Berikut video selengkapnya.

@williesalim TERHARU BANGET DENGERNYA!!! 🥹 Ayo, kalian pasti bisa berbagi juga bareng gue di aplikasi Kipaskipas. @KipasKipas Official Indonesia @Kipas Kipas Donasi #kipaskipas #karyaanakbangsa #donasikipaskipas #superapps #aplikasianakbangsa #kipaskipasxwilliesalim ♬ original sound - WILLIE SALIM
Rekomendasi