Jadi Kudapan Favorit Sultan Banten, Ini Fakta Menarik Apem Putih yang Melegenda di Pandeglang

Kue ini sudah ada sejak zaman Kerajaan Banten dan jadi jajanan favorit Sultan.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Jadi Kudapan Favorit Sultan Banten, Ini Fakta Menarik Apem Putih yang Melegenda di Pandeglang
Jadi Kudapan Favorit Sultan Banten, Ini Fakta Menarik Apem Putih yang Melegenda di Pandeglang (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kabupaten Pandeglang di Banten memiliki segudang kuliner yang lezat, mulai dari angeun lada, emping, otak-otak sampai kue balok. Tetapi di luar itu terdapat kudapan lainnya yang melegenda bernama apem putih.

Apem putih termasuk jajanan yang lezat dan cocok untuk disantap sebagai camilan. Makin nikmat jika memakannya ditemani secangkir kopi maupun teh tawar hangat.

Kue ini menjadi salah satu jajanan legendaris karena sudah ada sejak zaman Kerajaan Banten dan jadi favorit sultan.

Ada banyak fakta tersembunyi dari apem putih yang menarik untuk disimak. Berikut selengkapnya.

Apem putih Pandeglang memang berbeda dari kue apem lainnya. Biasanya kue apem tidak memiliki rasa, dan cenderung hambar.

Mengutip budaya-indonesia.org, apem putih ini memiliki cita rasa yang manis dan sedikit gurih. Teksturnya pun cenderung lembut, serta tidak kopong seperti apem tawar.

Untuk bentuknya, kue apem putih cenderung lebih besar dari apem pada umumnya, sehingga cukup mengenyangkan.

Punya banyak nama
Dok. Istimewa

Apem putih diketahui memiliki banyak nama yang selama ini dikenal oleh masyarakat Pandeglang dan sekitarnya. Selain apem putih, kue ini juga dikenal sebagai apem bohay atau apem Cimanuk.

Penamaan putih berasal dari warnanya yang putih polos, tanpa ada tambahan apapun.

Sedangkan penamaan bohay karena bentuknya lebih besar dan kenyal dibanding apem lainnya.

Kemudian untuk apem Cimanuk berasal dari nama daerah penghasilnya, yakni Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Mengutip artikel yang diterbitkan oleh Unikom, kue apem putih ternyata jadi salah satu hidangan khas kerajaan Banten. Dulunya sultan sangat menyukai makanan ini karena rasa dan teksturnya yang lezat saat disantap.

Di masanya, kue apem ini biasa disajikan saat bulan Ramadan sebagai kudapan untuk berbuka puasa (takjil).

Di momen itu, pihak kerajaan juga akan membagikannya kepada warga sekitar, sehingga mereka bisa ikut menikmati kelezatannya.

Terdapat varian kekinian
Dok. Istimewa

Mengutip Liputan6, apem putih sendiri mulai mengikuti selera pasar kuliner masa kini. Di masa sekarang terdapat banyak varian modern yang dibuat dengan berbagai rasa.

Di Pandeglang, apem ini memiliki varian rasa tambahan berupa coklat, keju sampai pandan.

Untuk membuat apem putih, terdapat sejumlah bahan yang perlu disiapkan seperti tepung beras, tape singkong dan air panas secukupnya.

Untuk membuatnya, pertama tepung beras dicampurkan dengan tape singkong yang sudah dihaluskan lalu diaduk.

Kemudian adonan dimasukkan ke dalam cetakan berbahan daun pisang. Apem bisa segera dikukus hingga matang.

Setelahnya apem tersebut bisa disajikan hangat-hangat.

Rekomendasi