Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Identik dengan Jawa Barat, Begini Upaya Pemprov Kembangkan Seni Pencak Silat

Identik dengan Jawa Barat, Begini Upaya Pemprov Kembangkan Seni Pencak Silat Atlet Pencak Silat Indonesia sikat emas. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Seni bela diri pencak silat selama ini banyak dipraktikkan oleh masyarakat di Jawa Barat. Tak hanya skala lokal, kesenian ini juga telah mampu unjuk gigi di pentas internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun terus berupaya untuk mengembangkan cabang olahraga yang satu ini.

Diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil, pada Senin (12/9), langkah merawat kesenian bela diri ini terus dilakukan, salah satunya melalui pendirian padepokan khusus silat sebagai pendukung pelestarian pencak silat.

"Pencak Silat di Jawa Barat adalah budaya nomor satu. Kami lestarikan dalam bentuk kurikulum, dalam rencana membuat padepokan di Jatinangor,“ kata Ridwan Kamil dalam pelantikan pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, dilansir dari laman Pemprov Jabar, Selasa (13/9).

Didesain Sendiri oleh Ridwan Kamil

upaya pelestarian seni pencak silat

©Liputan6.com/Herman Zakharia

Menurut gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu, nantinya dirinya sendiri yang akan mendesain konstruksi bangunan dari padepokan pencak silat yang akan dibangun di Jatinangor, Sumedang itu.

Dari sini, lanjutnya, Jabar akan berupaya menjadi yang terdepan dalam memfasilitasi berbagai macam olahraga, termasuk pencak silat agar bisa terus berprestasi hingga di tingkat dunia.

"Kontingen Jabar berhasil menjadi juara umum baik di PON maupun di perhelatan internasional, Kita lestarikan dengan mengumandangkan hari Pencak Silat Jabar 12 Desember," tuturnya.

Melobi Unesco

Upaya menjaga seni pencak silat juga dilakukan dengan upaya melobi Unesco. Sehingga kini pencak silat telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda. 

"Termasuk kami yang mencintai silat ini melobi Unesco beberapa tahun (waktu masih Wali Kota Bandung), sampai akhirnya Unesco menganugerahi warisan budaya dunia," tutur kang Emil 

Dirinya berharap agar pencak silat tidak hanya eksis sebagai cabang olahraga, seni, maupun budaya, melainkan turut menjadi media pembentuk watak dan karakter unggul yang tangguh. Pencak silat, jelas Ridwan Kamil, bisa menjadi salah satu dorongan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. 

"Mudah-mudahan Allah berkahi negeri ini menjadi negara adidaya suatu hari nanti, dengan kekuatan watak yang dilatih dari bela diri dan budaya," pungkas Kang Emil.  

Pencak Silat Jadi Kekuatan Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto turut mengapresiasi kecintaan Ridwan Kamil terhadap pencak silat. Termasuk komitmen menyediakan lahan untuk padepokan. 

"Jadi tadi Gubernur sudah menyiapkan lahan 8 hektare, ini kita berterima kasih. Kita akan diskusikan nanti, kita akan lihat. Beliau arsitek, katanya sudah desain sendiri. Kita akan lihat bagaimana kontribusi kepada kampung padepokan Pencak Silat Jabar," ungkap Prabowo yang juga merupakan Menteri Pertahanan RI.

Kepada pengurus IPSI Jabar yang baru dilantik, Prabowo meminta untuk membina generasi penerus bangsa yang kuat, tahan banting, jujur, dan adil. 

"Begitu banyak prestasi dan sumbangan Jabar kepada kehormatan budaya kita.  Pencak Silat adalah warisan budaya nenek moyang kita. Pencak silat adalah bagian dari pembangunan watak untuk menghasilkan generasi penerus yang tangguh yang ulet, tahan banting, tahan derita, berani, jujur, dan adil," tuturnya. 

Apabila hal itu semua dapat terealisasi, menurut Prabowo, masa depan Indonesia akan cerah di tangan pemuda yang menganut paham optimisme.  

Adapun IPSI Jabar periode 2022- 2026 diketuai oleh Phinera Wijaya. Pemilihan tersebut dilakukan di acara Musyawarah Provinsi XI di Hotel Preanger Bandung. 

Sejarah Pencak Silat di Jawa Barat

Melansir dari laman Kemdikbud, pencak silat sendiri telah eksis di Jawa Barat sejak abad ke-17. Saat itu kesenian ini masih bernama Pencak Cimande. Kesenian ini mulai dikenalkan masa pemerintahan Aria Wiratanu Datat sebagai Bupati Cianjur ke-5 di wilayah Cimande, Cianjur.

Tak berhenti sampai di situ. Hingga di abad ke-18, kesenian pencak silat terus berkembang termasuk dengan munculnya aliran baru yang dikelola oleh Haji Ibrahim di daerah Cikalong Kulon. 

Berdasarkan maknanya, pencak silat merupakan bentuk kesenian yang disajikan dengan ketangkasan bela diri. Pencak silat dilengkap dengan jurus-jurus yang bisa digunakan untuk kepentingan bela diri.

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP