Gratis, Pemkot Tasikmalaya Sediakan Layanan Tes Deteksi Dini DBD untuk Masyarakat

Rabu, 28 September 2022 11:11 Reporter : Nurul Diva Kautsar
Gratis, Pemkot Tasikmalaya Sediakan Layanan Tes Deteksi Dini DBD untuk Masyarakat Ilustrasi nyamuk. Shutterstock/Gallinago_media

Merdeka.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit banyak menyerang terutama saat musim hujan. Salah satu cara mencegah penyakit tersebut, yaitu dengan mengecek sedini mungkin agar segera tertangani.

Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat menginformasikan bahwa pihaknya menyediakan alat tes spesifik DBD(NS1) yang bisa digunakan warga secara gratis di tiap puskesmas. Layanan ini diberikan sebagai langkah penanganan cepat DBD.

"Alhamdulillah sudah ada NS1 di 22 puskesmas. Kita dibantu Dinkes Provinsi Jabar dan Kemenkes," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Selasa (28/9), mengutip dari ANTARA.

2 dari 3 halaman

Mengenal Alat NS1

ilustrasi nyamuk

Shutterstock/Gallinago_media

Uus mengatakan, bahwa alat NS1 memiliki bentuk stik sekali pakai yang menyerupai alat tes usap antigen Covid-19. Biaya pemeriksaan menggunakan alat itu sebesar Rp180 ribuan di tempat pelayanan kesehatan.

Namun, di puskesmas Kota Tasikmalaya, Jawa Barat masyarakat bisa mendapat pelayanan itu dengan bebas biaya alias gratis.

"Biasanya kalau diperiksa pakai alat itu biayanya kurang lebih Rp180.000-an, tapi kami di puskesmas tidak memungut biaya ke masyarakat," diungkapkan Uus Supangat.

3 dari 3 halaman

Digunakan untuk Pasien Terduga DBD

Alat pendeteksi tersebut digunakan bagi pasien yang terduga terjangkit DBD atau memiliki gejala penyakit serupa, seperti demam dan belum diketahui penyebabnya selama tiga hari.

Menurut Uus, pemeriksaan menggunakan alat itu, dinilai lebih akurat untuk mendiagnosa kondisi pasien. Langkah selanjutnya, juga akan dilakukan pemeriksaan trombosit darah pada pasien.

"Pemeriksaan NS1 sebagai tes untuk DBD, kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan trombosit," katanya.

Kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tinggi

Terkait kasus DBD di Kota Tasikmalaya yang tersebar di setiap kecamatan tercatat sebanyak 1.625 kasus, sejak Januari sampai September 2022.

Angka kematiannya sebanyak 25 orang. Pemkot Tasikmalaya berupaya maksimal untuk menanggulangi kasus DBD, mengingat saat ini sudah masuk musim hujan.

"Tetap harus waspada karena masih sering turun hujan," katanya.

[nrd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini