Advertisement
Fakta Joni Ande Kala, bocah yang viral karena panjat tiang bendera saat upacara peringkatan HUT RI ke-73 di Lapangan Mota Ain.
Masih ingatkah kalian dengan bocah bernama Joni Ande Kala? Ia adalah seorang siswa SD biasa asal Desa Silawan, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Joni pernah viral seantero Indonesia karena aksi nekatnya memanjat tiang bendera setinggi 15 meter saat upacara peringatan HUT Ke-73 di Lapangan Mota Ain, pada tanggal 17 Agustus 2018 silam.
Aksinya itu mencuri perhatian para pejabat, tak terkecuali Presiden Jokowi. Enam tahun berlalu, kini Joni pun telah lulus SMA. Namun, sosoknya kembali viral karena gagal pada seleksi masuk TNI AD karena tingginya badannya tidak memenuhi syarat. Ini fakta Joni Ande Kala.
Advertisement
Advertisement
Joni pernah viral karena aksi nekatnya memanjat tiang bendera setinggi 15 meter saat upacara peringatan HUT Ke-73.
Pada tahun 2018 kala itu, Joni masih duduk di kelas 1 SMP Negeri Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur.
Advertisement
Usai videonya memanjat tiang bendera viral, Joni dan kedua orang tuanya pun diundang untuk mengikuti upacara HUT RI ke Istana Negara. Di momen ini, Joni juga mendapat beberapa hadiah dari Presiden Jokowi, mulai dari sepeda, rumah, hingga dijanjikan untuk menjadi seorang TNI Angkatan Darat.
instagram.com
Dan inilah rumah hadiah dari Presiden Jokowi untuk Joni dan keluarganya. Namun saat masuk SMA, ia tinggal bersama salah satu anggota TNI di asrama Kompi Senapan B Yonif Raider 744 Satya Yudha Bhakti.
Advertisement
Dilansir dari ANTARA, diketahui pria yang akrab disapa Joni ini anak terakhir dari 9 bersaudara.
Pemilik nama lengkap Yohanes Ande Kala ini lahir di Desa Silawan pada 10 Oktober 2004. Kini, Joni berumur 19 tahun.
Advertisement
Advertisement
Kini Joni pun telah lulus dari SMA Negeri 1 Atambua. Bercita-cita menjadi anggota TNI, ia pun rajin berolahraga dan hidup disiplin. Ia lalu ke Kota Kupang untuk mengikuti seleksi penerimaan Bintara TNI Angkatan Darat.
Advertisement
Namun pada pemeriksaan awal, Joni gagal diterima menjadi calon Bintara TNI AD karena tingginya masih kurang.
Dikutip situs rekrutmen-tni.mil.id, persyaratan penerimaan Taruna Akademi TNI TA 2024 menyebutkan syarat tinggi badan minimal pria ialah 163 cm. Sedangkan tinggi badan Joni belum memenuhi kriteria tersebut.
Joni pun mengaku sedih, namun ia tetap akan berlatih fisik dan belajar untuk tahun depan.
"Jujur saya, perasaan sangat sedih karena sudah dinyatakan tidak lulus terpilih. Saat saya sampaikan kepada keluarga terutama Mama, mereka juga sangat sedih dan kecewa," kata Joni.