Selama ini Sungai Citarum dikenal sebagai aliran air besar yang paling berpengaruh di Jawa Barat. Sungai ini juga menjadi penanda adanya aktivitas masyarakat Sunda di sekitar aliran, sekitar jutaan tahun lalu.
Namun tahukah bahwa ada keterkaitan kuat antara Sungai Citarum dengan kebudayaan lampau orang Sunda? Di masa silam, sungai ini menjadi tempat manusia di pulau Jawa bagian barat untuk bertahan hidup. Saking melekatnya, sampai-sampai masyarakat Sunda dijuluki sebagai bangsa “akuatik”
Jika ditilik dari sisi bahasa, bangsa akuatik berarti suatu komunitas masyarakat yang tinggal dan menggantungkan hidup di wilayah perairan. Sungai Citarum yang cukup luas dan panjang hingga ratusan kilometer jadi salah satu kawasan perairan di masa silam.
Hingga sekarang, sungai ini masih berperan bagi kehidupan warga Sunda terutama sebagai penampung air hujan untuk kebutuhan pertanian. Sungai Citarum, jadi titik awal peradaban orang Sunda zaman dahulu.
Advertisement
Merujuk laman Balai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, disebutkan bahwa cikal bakal orang Sunda sebagai bangsa akuatik.
Ketika itu, orang-orang Sunda purba tinggal di kawasan goa pawon yang ada di dataran tinggi Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
Konon, bangsa Sunda sudah mendiami goa pawon yang berbatasan dengan sungai sebagai tempat mereka berburu dan meramu makanan.
Saat itu, kawasan Bandung masih berupa danau purba yang sangat luas dan dalam, sehingga masyarakatnya sudah akrab dengan wilayah perairan dan berhasil beradaptasi dengan mengembangkan komunitas di generasi-generasi selanjutnya.
Advertisement
Menurut informasi yang tersimpan di Museum Geologi dan goa pawon, orang Sunda di zaman dulu sudah pandai berenang dan menjalankan kehidupannya secara penuh di wilayah perairan.
Di masa jutaan tahun lalu, Bandung merupakan daerah cekungan sehingga disebut mirip danau. Pegunungan dan perbukitan yang saat ini menghiasi dataran tinggi Bandung dahulu merupakan pinggir danau yang menjulang tinggi.
Seiring berjalannya waktu, pegunungan dan perbukitan mulai terbuka karena erupsi gunung berapi dan aktivitas geologi, sehingga air mengalir deras. Dari aliran inilah kemudian Sungai Citarum terbentuk. Titik nolnya berada di kawasan Situ Cisanti, Kecamatan Kertasari.
Advertisement
Bukti Sungai Citarum identik dengan masyarakat Sunda juga terlihat dari dibangunnya kompleks permukiman.
Foto: hima.fib.ugm.ac.id
Salah satu yang masih bisa dilihat jejaknya adalah area Candi Batujaya di Kabupaten Karawang.
Terbentuknya dermaga Cikao di sana juga jadi bukti bahwa orang Sunda sudah hidup berdampingan dengan sungai. Apalagi di masa itu, transportasi utama yakni perahu juga tercatat apik di manuskrip lawas.
Ini semakin menguatkan bahwa orang Sunda sejak zaman purba hingga masa kerajaan Tarumanegara sudah menggantungkan hidup dan beraktivitas d kawasan Sungai Citarum.
Sungai ini turut berperan penting dalam kehidupan masyarakat Jawa Barat, karena mendukung pemenuhan air pertanian, pasokan air bagi kehidupan sehari-hari, perikanan, industri, hingga listrik bagi total 25 juta orang yang hidup di sekitarnya.
Advertisement