Advertisement
Salah satu masalah yang dihadapi para perajin saat ini adalah tidak adanya regenerasi pembuat keramik di sana.
Keramik khas Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, telah lama dikenal sebagai salah satu kerajinan lokal yang diminati dunia. Per tahun, total ekspor bahkan telah mencapai hingga seribu kontainer.
Sejumlah negara tercatat menjadi pelanggan dari indahnya keramik tersebut, yakni Turki, Amerika Serikat hingga Korea Selatan.
Rata-rata, negara-negara itu menyukai beberapa jenis keramik mulai dari keramik kontruksi seperti genteng, loster, bata merah dan lain-lain.
Selain itu keramik tradisional terdiri dari pot, kendi, ulekan serta pendil. Serta, keramik hias dan fungsi untuk mempercantik sudut ruangan.
Sayangnya, peluang ekspor ini belum bisa terpenuhi secara maksimal lantaran kondisi di lapangan yang belum memungkinkan.
Salah satu masalah yang dihadapi para perajin saat ini adalah tidak adanya regenerasi pembuat keramik di sana.
Akibat kurangnya minat anak muda yang terjun ke industri kriya ini, jumlah produksi kemudian menurun karena terbatasnya tenaga.
Advertisement
Advertisement
Mengutip Antara, saat ini didapati kondisi krisis regenersi dari kalangan muda untuk melestarikan kerajinan rakyat yang sudah turun temurun itu.
Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa para perajin saat ini rata-rata sudah berusia tua dan memiliki tenaga yang terbatas.
"Sekarang yang jadi perajin keramik sudah pada tua," ucap seorang perajin keramik Plered di Purwakarta, Nilah, Sabtu (22/6) lalu.
Advertisement
Dari 500 perajin di 147 uni usaha keramik khas Plered Purwakarta, sebagian besar diisi oleh para pekerja dengan usia yang sudah tidak muda lagi.
Selain itu, pembuat kerajinan keramik juga berasal dari kalangan ibu-ibu paruh baya hingga lansia yang kemampuan produksinya sudah tidak semaksimal saat masih muda.
“Kebanyakan orang tua, ada emak-emak, nenek hingga kakek-kakek,” tambah Nilah di lokasi.
Advertisement
Kebutuhan regenerasi kerajinan keramik lantaran adanya peluang penjualan yang meningkat pada tahun ini.
Ini didasarkan pada data yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Purwakarta Dani Abdurahman.
Menurut dia, sisi optimistis ekspor keramik yang dibina UPTD Pengembangan Sentra Keramik Plered telah melampaui jumlah dari tahun lalu. Hingga pertengahan tahun, tercatat enam kontainer yang sudah berangkat ke beberapa negara. Sedangkan pada tahun lalu, tercatat hanya lima kontainer saja yang berangkat.
Para perajin biasanya memajang keramik hasil produksinya di galeri yang tersebar di sepanjang Jalan Raya Anjun, Plered.
Advertisement
Para perajin berusia sepuh sangat berharap adanya regenerasi dari anak muda di Purwakarta, untuk bisa terjun di industri kriya.
Menurut para perajin, ketika anak muda terjun di industri turun temurun ini bisa turut membuka peluang ekspor yang lebih besar ke negara-negara lain.
Dampak positif lainnya, keramik Purwakarta bisa terangkat dari sisi kualitas hingga corak indahnya melalui media sosial secara masif.
Advertisement
Merujuk disipusda.purwakartakab.go.id, kerajinan keramik khas Kecamatan Plered, Purwakarta sendiri sudah bertahan sejak 1904 silam.
Saat itu, ada seorang warga yang menciptakan kerajinan tangan dari setumpuk tanah untuk dijadikan sebagai pot bunga.
Tak disangka, bahan tanah liat putih yang digunakan menghasilkan warna yang cerah dan memikat secara visual. Lambat laun, pembuat awal tersebut mulai dikenal dan diminta untuk membuat kerajinan serupa.
Setelah dikembangkan oleh pembuat, maka dibangunlah sebuah gedung sederhana untuk memproduksi kerajinan tersebut. Seiring berjalannya waktu, banyak warga yang belajar dan mengikuti jejak pembuat awal sampai sekarang.
Advertisement
Permintaan keramik yang terus meningkat membuat Kecamatan Plered mulai dikenal. Kapasitas produksi pun ditingkatkan, dengan dipugarnya gedung sederhana menjadi sebuah pabrik.
Pabrik ini kemudian diresmikan oleh Wakil Presiden Pertama RI, Mohammad Hatta dan mampu memenuhi kebutuhan keramik dari beberapa derah di pulau Jawa.
Mulai dikenalnya keramik Plered di kancah internasional sendiri dimulai pada tahun 1963, setelah para perajin di Plered diminta memenuhi kebutuhan keramik di gelaran acara internasional Game of The New Emerging Force (Ganefo).
Banyak hadirin internasional yang terkesima, hingga pesanan datang dari luar negeri dan bantuan mesin dari Jerman kemudian dihadirkan untuk menunjang produksi.
Advertisement
Sampai saat ini, eksistensi keramik Plered, Purwakarta, masih terus berlanjut dan butuh dukungan kalangan muda.
Foto: disipusda.purwakartakab.go.id/
Beberapa produk yang menjadi unggulan di antaranya guci, pot bunga, kendil sampai peralatan rumah tangga berupa gelas, mangkuk hingga teko teh.
Motif yang dihadirkan juga bermacam-macam, mulai dari dedaunan dan kembang-kembang berwarna biru, motif batik sampai ukiran.