Berwisata di Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, jadi hal yang mengasyikkan saat bulan Ramadan. Pasalnya lokasi ini menjadi sentra timun suri yang banyak diburu untuk berbuka puasa.
Setiap tahunnya, Desa Sriamur selalu jadi penghasil buah timun suri berskala besar. Banyak pedagang dari luar daerah yang membeli timun suri langsung dari para petani secara langsung.
Buah yang dipanen memiliki ukuran yang lebih besar, empuk dan beraroma harum. Dagingnya pun lembut, sehingga nikmat dicampur dengan sirup. Desa Sriamur cocok jadi lokasi ngabuburit yang beda dari tempat lain.
Advertisement
Selama dua hari terakhir, Desa Sriamur banyak didatangi masyarakat yang tengah ngabuburit atau menanti waktu berbuka puasa.
(Gambar: Penjual Timun Suri di Tambun, Bekasi)
Mereka kebanyakan datang untuk berburu buah timun suri. Bahkan, para petani membolehkan warga untuk memetik langsung di lahan, bak desa wisata perkebunan.
"Lokasi ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu rekomendasi tempat ngabuburit bersama teman dan keluarga," terang salah seorang pengunjung, Annah (34), mengutip ANTARA.
Advertisement
Menurut warga asal Kecamatan Tambelang itu, memetik buah timun suri di pohonnya menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi kualitasnya dijamin segar, dan masih berbentuk utuh.
Hal ini berbeda saat membeli di pasar, di mana kualitasnya sudah menurun karena terlalu lama disimpan.
"Kalau beli langsung ke sini lebih fresh jadi kita bisa milih timun suri yang matang di pohon,” tambahnya.
Advertisement
Daya tarik lain dari wisata ini adalah warga mendapat buah timun suri dengan harga yang lebih murah dan jauh lebih besar.
Ini karena warga mendapatkan langsung dari petani, bukan dari tengkulak atau pengepul yang sudah mendapat keuntungan. Uniknya, rasa buah dari petani Desa Sriamur lebih manis.
“Buah timun surinya itu ada rasa manis-manisnya ya, dan harganya juga lebih murah," tambah dia.
Advertisement
Harga timun suri di para petani Desa Sriamur terbilang sangat murah, yakni Rp4 ribu per kilogram. Pembeli bisa datang dan memilih buah langsung di kebun.
"Harganya Rp4 ribu per kilogram. Jenis timun surinya pun beragam, ada yang berkulit hijau maupun kuning emas. Semua jenis harganya sama," kata seorang petani timun suri, Soka Ali Sabana.
Menurutnya, banyak pembeli dari luar daerah yang datang langsung dan memborong timun suri di kebunnya dan di lahan para petani lainnya.
"Iya katanya kalau timun suri dari wilayah kita rasanya beda. Manis, pulen, dan lebih wangi," tambahnya.
Pembeli yang datang kebanyakan berasal dari Jakarta, Bandung dan sekitarnya.
Advertisement