Ciri-ciri Kesehatan Mental yang Baik, Begini Cara Menjaganya
Merdeka.com - Kesehatan mental merupakan komponen integral dan esensial dari kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa kesehatan mental lebih dari sekedar tidak adanya gangguan atau cacat mental.
Kesehatan mental adalah keadaan sejahtera di mana individu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.
Kesehatan mental adalah dasar bagi kemampuan kolektif dan individu kita sebagai manusia untuk berpikir, beremosi, berinteraksi satu sama lain, mencari nafkah dan menikmati hidup. Atas dasar ini, promosi, perlindungan, dan pemulihan kesehatan mental dapat dianggap sebagai perhatian vital individu, komunitas, dan masyarakat di seluruh dunia.
Tingkat kesehatan mental seseorang ditentukan oleh berbagai faktor sosial, psikologis, dan biologis. Misalnya, kekerasan dan tekanan sosial-ekonomi yang terus-menerus diakui sebagai risiko bagi kesehatan mental.
Kesehatan mental yang buruk juga dikaitkan dengan perubahan sosial yang cepat, kondisi kerja yang penuh tekanan, diskriminasi gender, pengucilan sosial, gaya hidup tidak sehat, kesehatan fisik yang buruk, dan pelanggaran hak asasi manusia.
Lalu, bagaimana menilai kesehatan mental yang baik? Untuk menentukannya, terdapat ciri-ciri kesehatan mental yang baik. Anda perlu mengetahui apa saja ciri-ciri kesehatan mental tersebut untuk mengetahui bagaimana keadaan mental Anda saat ini.
Berikut kami sampaikan tentang ciri-ciri kesehatan mental beserta ulasan lain tentang kesehatan mental.
Ciri-ciri Kesehatan Mental
Kesehatan mental yaitu perasaan Anda tentang diri sendiri dan bagaimana Anda menyesuaikan diri dengan peristiwa kehidupan. National Mental Health Association menyebutkan 10 ciri-ciri kesehatan mental yang sehat. Ciri-ciri kesehatan mental sehat tersebut:
©2019 Merdeka.com/Pixabay
Faktor Kesehatan Mental
Kesehatan mental tidak hanya mengacu pada kesejahteraan emosional tetapi juga bagaimana orang berpikir dan berperilaku. Selain mengetahui ciri-ciri kesehatan mental yang baik, ada juga sejumlah faktor berbeda yang telah ditemukan dapat memengaruhi kesehatan mental.
Kepuasan hidup
Dilansir dari verywellmind.com, kemampuan seseorang untuk menikmati hidup sering digunakan sebagai indikator kesehatan mental dan kesejahteraan. Hal ini sering didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang menikmati aspek yang paling penting dari kehidupan mereka.
Beberapa faktor yang ditemukan memainkan peran penting dalam kepuasan hidup termasuk tidak adanya perasaan sakit, hubungan yang baik, rasa memiliki, aktif dalam pekerjaan dan waktu luang, rasa pencapaian dan kebanggaan, persepsi diri yang positif, rasa otonomi, dan perasaan harapan.

©2019 Merdeka.com/Pixabay
Resiliensi
Kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan disebut sebagai "resiliensi". Orang-orang yang resilien cenderung memiliki pandangan positif tentang kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan dan mencari dukungan sosial ketika mereka membutuhkannya. Mereka yang lebih tahan banting, lebih mampu mengatasi stres dan juga berkembang, bahkan dalam menghadapinya.
Dukungan
Dukungan sosial penting untuk kesehatan mental yang baik. Kesepian telah terbukti memiliki sejumlah efek kesehatan negatif. Ini telah dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik dan mental termasuk penyakit kardiovaskular, depresi, masalah memori, penyalahgunaan narkoba, alkoholisme, dan perubahan fungsi otak.
Penurunan dukungan sosial yang disebabkan oleh perubahan hidup seperti kuliah, menghadapi kesulitan sosial, berganti pekerjaan, atau bercerai dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.
Tapi untungnya, penelitian menunjukkan bahwa jumlah koneksi pendukung yang Anda miliki bukanlah faktor yang paling penting dalam hidup, melainkan kualitas hubungan yang Anda milikilah yang penting.
Fleksibilitas
Memiliki harapan yang kaku terkadang dapat menciptakan stres tambahan. Fleksibilitas emosional mungkin sama pentingnya dengan fleksibilitas kognitif. Orang yang sehat secara mental mengalami berbagai emosi dan membiarkan diri mereka mengekspresikan perasaan ini. Beberapa orang menutup perasaan tertentu, dan menganggapnya tidak dapat diterima.
Kurangnya fleksibilitas psikologis telah dikaitkan dengan beberapa jenis psikopatologi, sementara penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fleksibilitas terkait dengan keseimbangan hidup yang lebih baik dan meningkatkan resiliensi.
Cara Menjaga Kesehatan Mental
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya