Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ciri-Ciri Drama beserta Penjelasannya, Pahami Pengertian dan Jenisnya

Ciri-Ciri Drama beserta Penjelasannya, Pahami Pengertian dan Jenisnya Ilustrasi buku. ©2019 Merdeka.com/Pexels

Merdeka.com - Ciri-ciri drama sebaiknya diketahui sebagai bahan pembelajaran. Dalam kehidupan sehari-hari tentu kamu pernah mendengar kata drama. Bahkan bisa kamu telah mempelajarinya semasa sekolah dulu.

Beberapa orang kerap sulit membedakan drama dengan karya sastra lainnya seperti novel atau pun cerpen. Maka dari itu penting untuk memahami ciri-ciri drama agar dapat memperbaiki pemahaman mengenai drama.

Drama juga dibedakan menjadi beberapa jenis yang memiliki ciri khas tersendiri. Untuk mempelajari atau memahami drama sebagai karya sastra dapat dilakukan dengan tiga cara yakni mengapresiasi, mengkaji dan mengkritik.

Tiga hal tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Untuk itu, penting kamu tahu mengenai ciri-ciri drama, berikut pengertian dan jenisnya telah dirangkum merdeka.com melalui eprints.uny.ac.id.

Pengertian Drama

Sebelum mengetahui ciri-ciri drama, ketahui dulu pengertian drama. Drama merupakan salah satu bentuk dari sastra. Drama menjadi salah satu genre sastra selain puisi dan prosa. Dalam perkembangannya drama menjadi digemari dalam kehidupan masyarakan.

Bahkan drama juga menampilkan kehidupan, pol piker, dan tingkah lagu yang ada di masyarakat, sehingga dapat dijelaskan bahwa drama merupakan tiruan hidup.

Adapun berikut ini merupakan pengertian drama menurut pada ahli yaitu:

1. RiantiarnoMenyebutkan bahwa drama berasal dari Bahasa Yunani: draomai atau dran. Artinya bertindak, berlaku, beraksi. Pengertian drama lebih dihubungkan dengan karya sastra. Drama juga dapat diartikan sebagai naskah lakon. masyarakat.

2. MoultonDrama adalah hidup yang ditampilkan dalam gerak (life presented in action).

3. Budianta, dkkDrama adalah sebuah genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialogue atau cakapan diantara tokoh-tokoh yang ada

Ciri-Ciri Drama

 

Sementara itu ciri-ciri drama yang perlu kamu perhatikan adalah sebagai berikut:

  • Seluruh kisah dalam cerita drama disampaikan dalam bentuk dialog, baik dialog antar tokoh maupun dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog).
  • Drama harus memiliki tokoh atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka.
  • Dalam drama harus terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama.
  • Durasi waktu pementasan drama dapat berlangsung selama sekitar tiga jam.
  • Pementasan drama biasanya dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan untuk menghidupkan suasana.
  • Pertunjukan drama selalu dilakukan di hadapan penonton di mana drama tersebut dilakukan sebagai sarana hiburan.
  • Cara Mempelajari Drama

    Mempelajari atau memahami drama sebagai karya sastra dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu mengapresiasi, mengkaji dan mengkritik. Tiga hal ini tentunya memiliki pengertian dan pemahaman yang berbeda.

  • Kajian berarti mempelajari unsur-unsur dan hubungan antar unsur dalam karya sastra dengan bertolak dari pendekatan, teori, dan cara kerja tertentu.
  • Kritik berarti penilaian atau pertimbangan baik atau buruk suatu hasil kesusastraan dengan memberikan alasan mengenai isi dan bentuk hasil kesusastraan.
  • Apresiasi dapat diartikan sebagai kegiatan mempelajari karya sastra secara sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra.
  • Jenis-Jenis Drama

    Setelah mengetahui tentang ciri-ciri drama dan pengertiannya, berikutnya adalah jenis-jenis drama yang perlu kamu ketahui.

    Jenis-jenis drama yaitu :

    Drama berdasar penyajian tokoh

  • Tragedi, penuh dengan kesedihan.
  • Komedi, penuh dengan hal-hal yang lucu.
  • Tragekomedi, sebuah perpaduan antara komedi dan tragedi.
  • Melodrama, dialog yang diucapkan diiringi melodi atau musik.
  • Opera, drama yang dialognya dinyanyikan dan diiringi dengan musik.
  • Farce, menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya berupa dagelan.
  • Tablo, drama yang mengedepankan unsur gerak di mana para pemainnya tidak mengucap dialog sama sekali, namun hanya melakukan gerakan tertentu.
  • Sendratari, yaitu gabungan antara seni drama dengan seni tari.
  • Drama berdasar sarana pentas

  • Drama panggung, dimainkan oleh aktor di atas panggung.
  • Drama radio, jenis drama yang tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba, namun hanya dapat didengarkan.
  • Drama televisi, sama dengan drama panggung hanya saja tidak dapat diraba langsung.
  • Drama film, memanfaatkan sebuah layar lebar dan dapat pula dipertontonkan di bioskop.
  • Drama wayang, diiringi dengan sebuah pegelaran wayang.
  • Drama boneka, di mana para tokoh dalam sebuah drama itu digambarkan melalui penggunaan sarana boneka yang dimainkan oleh beberapa orang sebagai pemain dalam drama.
  • Drama berdasar ada atau tidak naskah

  • Drama tradisional, tidak ada naskah.
  • Drama modern, tontonan drama yang menggunakan naskah.
  • (mdk/nof)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP