5 Fakta Restoran Rindu Alam yang Kini Tinggal Kenangan
Merdeka.com - Restoran Rindu Alam menjadi salah satu tempat yang banyak orang singgahi ketika mereka berkunjung atau melewati area Puncak, Bogor. Sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu, restoran ini mempunyai banyak kenangan bagi orang-orang yang pernah menyantap hidangan di sana. Tidak sedikit keluarga menjadikan restoran itu sebagai saksi bisu bahwa mereka mempunyai pengalaman liburan yang berkesan.
Namun sayangnya, pada Februari 2020 restoran penuh kenangan dari berbagai keluarga itu harus ditutup. Karena restoran itu berdiri di lahan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maka per Februari 2020 masa izin berdirinya habis dan dikosongkan.
Berikut 5 Fakta restoran Rindu Alam, seperti yang dihimpun merdeka.com:
Foto Oleh: Hery Salatiga
Banyaknya cerita kenangan dari orang apalagi keluarga yang pernah menyantap hidangan di restoran itu atau hanya beristirahat dari perjalanan. Bagaimana ceritanya? Simak!
Dari Kecil Hingga Berkeluarga
Restoran Rindu Alam itu memang berada di Jalan Raya Puncak, Bogor menjadi tujuan utama ketika keluarga pergi liburan ke daerah Puncak. Banyaknya pengunjung restoran Rindu Alam ini biasanya dari luar daerah Bogor.
Ketika keluarga singgah di sana, orang tua juga pasti membawa anak-anak kesayangannya. Kemudian anak-anak itu tumbuh besar apalagi sudah berkeluarga. Kemudian anak-anak yang dahulu diajak orang tuanya, kemudian kembali di restoran Rindu Alam sebagai orang tua yang mengajak anak-anaknya. Haru!
Atap Terbang
Berada di lokasi perbukitan yang memang memungkinkan angin kencang datang tiba-tiba. Bangunan yang sudah puluhan tahun berdiri itu memang tidak banyak diubah atau direnovasi.
Pada suatu saat, ketika kondisi berangin di daerah itu tiba-tiba ada angin kencang yang menerpa atap bangunan. Karena memang sudah bangunan tua, atap itu kemudian hancur dan terbang sehingga berserakan di jalan raya.
Dibangun 40 Tahun Lalu
Restoran itu dibangun pada tahun 1979 oleh Letnan Jendral TNI Ibrahim Adjie. Kemudian memulai berjalan dan beroperasi setahun setelahnya pada 1980. Bisa dibilang bangunan paling tua di area Puncak.
Pada tahun di mana Indonesia dipimpin oleh Presiden SBY, restoran ini pernah dikunjungi oleh SBY ketika SBY melakukan kunjungan di Rumah Kepresidenan di Bogor.
Tidak hanya SBY saja yang datang di restoran itu. Banyak artis Ibu Kota yang kerap singgah di restoran Rindu Alam. Bahkan sering juga dijadikan tempat untuk pengambilan gambar sinetron oleh salah satu perusahaan televisi nasional.
Karyawan Lama
Sepertinya bekerja menjadi karyawan di restoran Rindu Alam ini memang nyaman. Buktinya ada salah satu karyawan yang bekerja dari dirinya lajang hingga sampai mempunyai 3 orang cucu. Karyawan tersebut adalah Siswandi (57).
Mengaku sudah hampir 35 tahun bekerja menjadi karyawan di restoran Rindu Alam. Sebelum ditutup Siswandi menjabat sebagai Supervisor. Berasal dari Kebumen dan pada tahun 1983, dia memberanikan diri untuk memulai bekerja di restoran Rindu Alam.
Sempat Akan Dibongkar
Pada tahun 2017 restoran Rindu Alam ini pernah akan di bongkar oleh Satpol PP. Namun, pembongkaran itu dibatalkan karena adanya kesalahan tumpang tindih pada peraturan dari pemerintah terkait. Karena memang sejak 20 tahun yang lalu restoran Rindu Alam ini sudah dihibahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kemudian pada Februari 2020 karena izin yang sudah habis. Maka restoran Rindu Alam ini dikosongkan untuk memenuhi agenda selanjutnya. Apakah izin restoran akan diperpanjang atau restoran benar-benar tinggal kenangan?
(mdk/dem)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya