Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bacaan Doa Masuk WC Latin dan Artinya sesuai Hadis

Bacaan Doa Masuk WC Latin dan Artinya sesuai Hadis<br>

Bacaan Doa Masuk WC Latin dan Artinya sesuai Hadis

Hendaknya kita selalu mengingat doa masuk WC untuk diamalkan saat ingin buang hajat.

Salah satu adab yang diajarkan dalam agama Islam adalah membaca doa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, termasuk ketika masuk dan keluar dari WC atau kamar mandi. Hal ini bertujuan untuk memohon perlindungan dan rahmat dari Allah SWT, serta menghindari gangguan dari syaitan yang bersemayam di tempat-tempat kotor.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang bagaimana bacaan doa masuk WC sesuai hadis, beserta doa saat keluar dari WC. Kita juga akan mengulas beberapa adab-adab lainnya yang harus diperhatikan ketika sedang berada di dalam WC atau kamar mandi.

Doa Masuk WC

Allâhumma innî a’ûdzu bika minal khubutsi wal khabâitsi

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan iblis jantan dan betina.”

Bacaan doa masuk WC ini didasarkan pada hadis Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masuk kamar kecil, beliau mengucapkan,

ALLOHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAITS (artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan dari-Mu dari setan laki-laki maupun setan perempuan).” (Diriwayatkan oleh yang tujuh) [HR. Bukhari, no. 142; Muslim, no. 375; Abu Daud, no. 4; Tirmidzi, no. 5; An-Nasai, 1:20; Ibnu Majah, no. 296; Ahmad, 19:13].

Doa Keluar WC

Tak hanya ketika masuk WC saja, saat keluar dari WC pun kita juga harus membaca doa yang telah diajarkan. Bacaan doa keluar WC adalah sebagai berikut:

Guhfroonaka alhamdulillahi alladzi adzhaba ‘anni al-adza wa ‘aafaani. Allahumma ij’alni minat tawwaabiina waj’alni minal mutathohhiriin. Allahumma thohhir qolbi minan nifaaqi wa hashshin farji minal fawaahisyi

Artinya: “Dengan mengharap ampunanmu, segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari tubuhku, dan mensehatkan aku. Ya Allah, jadikanlah aku sebagian dari orang yang bertaubat dan jadikanlah aku sebagian dari orang yang suci. Ya Allah, bersihkan hatiku dari kemunafikan, dan jaga kelaminku dari perbuatan keji (zina).”

Atau, Anda cukup mengucapkan “Guhfroonaka” saat keluar dari WC. Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika keluar dari buang hajat, beliau berdoa,

GHUFROONAKA (artinya: Aku memohon ampunan-Mu).” (Dikeluarkan oleh Imam yang lima, dan disahihkan oleh Al-Hakim dan Abu Hatim). [HR. Abu Daud, no. 30; Tirmidzi, no. 7; An-Nasai dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, no. 79; An-Nasai dalam Sunan Al-Kubra, 6:24; Ibnu Majah, no. 300; Ahmad, 42:124; Ibnu Hibban, 4:291.]

Masuk Kaki Kiri, Keluar Kaki Kanan

Sebagai seorang muslim, kita sering diingatkan untuk masuk ke WC atau kamar mandi dengan kaki kiri terlebih dahulu dan keluar dengan kaki kanan terlebih dahulu. Hal ini sebenarnya adalah tuntunan untuk mendahulukan bagian kanan dalam perkara yang baik-baik, seperti memakai sandal atau menyisir.

Hal ini juga dijelaskan dalam hadis,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis ini, Syaikh Ali Basam mengatakan, “Mendahulukan yang kanan untuk perkara yang baik, ini ditunjukkan oleh dalil syar’i, dalil logika dan didukung oleh fitrah yang baik. Sedangkan untuk perkara yang jelek, maka digunakan yang kiri. Hal inilah yang lebih pantas berdasarkan dalil syar’i dan logika.”

Kemudian Asy Syaukani rahimahullah juga berkata,

“Adapun mendahulukan kaki kiri ketika masuk ke tempat buang hajat dan kaki kanan ketika keluar, maka itu memiliki alasan dari sisi bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih suka mendahulukan yang kanan untuk hal-hal yang baik-baik. Sedangkan untuk hal-hal yang jelek (kotor), beliau lebih suka mendahulukan yang kiri. Hal ini berdasarkan dalil yang sifatnya global.”

Tidak Membawa Sesuatu yang Bertuliskan Nama Allah

Adab lain yang juga terkenal terkait adab di dalam WC adalah tidak diperbolehkannya membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah. Seperti memakai cincin yang bertuliskan nama Allah atau semacamnya.

Hal ini dilarang karena kita diperintahkan untuk selalu mengagungkan nama Allah. Allah Ta’ala berfirman,

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32)

Kemudian ada juga sebuah riwayat dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki kamar mandi, beliau meletakkan cincinnya.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Tetapi hadis ini adalah hadis munkar yang diingkari oleh banyak peneliti hadis. Meski begitu, cincin yang beliau miliki memang bertuliskan “Muhammad Rasulullah”.

Syaikh Abu Malik hafizhohullah mengatakan, “Jika cincin atau semacam itu dalam keadaan tertutup atau dimasukkan ke dalam saku atau tempat lainnya, maka boleh barang tersebut dimasukkan ke WC. Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Jika ia mau, ia boleh memasukkan barang tersebut dalam genggaman tangannya.” Sedangkan jika ia takut barang tersebut hilang karena diletakkan di luar, maka boleh masuk ke dalam kamar mandi dengan barang tersebut dengan alasan kondisi darurat.”

Tidak Boleh Berbicara kecuali Darurat

Ada adab lainnya terkait adab di kamar mandi yang masih dihiraukan oleh sebagian orang, yaitu tidak boleh berbicara saat berada di dalam WC atau kamar mandi kecuali darurat.

Dalilnya adalah hadis dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

Ada seseorang yang melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau sedang kencing. Ketika itu, orang tersebut mengucapkan salam, namun beliau tidak membalasnya.” (HR. Muslim).

Syaikh Ali Basam mengatakan, “Diharamkan berbicara dengan orang lain ketika buang hajat karena perbuatan semacam ini adalah suatu yang hina, menunjukkan kurangnya rasa malu dan merendahkan murua’ah (harga diri).” Kemudian beliau berdalil dengan hadits di atas.

Syaikh Abu Malik juga berkata,

“Sudah kita ketahui bahwa menjawab salam itu wajib. Ketika buang hajat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkannya, maka ini menunjukkan diharamkannya berbicara ketika itu, lebih-lebih lagi jika dalam pembicaraan itu mengandung dzikir pada Allah Ta’ala. Akan tetapi, jika seseorang berbicara karena ada suatu kebutuhan yang mesti dilakukan ketika itu, seperti menunjuki jalan pada orang (ketika ditanya saat itu, pen) atau ingin meminta air dan semacamnya, maka dibolehkan saat itu karena alasan darurat. Wallahu a’lam.”

Kumpulan Doa Sehari-Hari Latin dan Artinya, Wajib Hafal dan Diamalkan

Kumpulan Doa Sehari-Hari Latin dan Artinya, Wajib Hafal dan Diamalkan

Doa-doa ini merupakan sarana untuk memohon perlindungan, petunjuk, dan rahmat dari Allah SWT.

Baca Selengkapnya
Bacaan Doa Setelah Tahajud Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Doa Setelah Tahajud Arab, Latin dan Artinya

Doa setelah tahajud merupakan ungkapan rasa syukur, pengakuan, dan pujian kepada Allah SWT.

Baca Selengkapnya
Doa Sesudah Sholat Taubat Latin, Mohon Ampunan dan Kebaikan

Doa Sesudah Sholat Taubat Latin, Mohon Ampunan dan Kebaikan

Dianjurkan untuk membaca doa sesudah sholat taubat secara khusus.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Doa Sholat Hajat Latin dan Artinya, Mohon Kemudahan dan Kelancaran

Doa Sholat Hajat Latin dan Artinya, Mohon Kemudahan dan Kelancaran

Doa sholat hajat, bacaan doa khusus yang perlu diamalkan selesai sholat.

Baca Selengkapnya
Doa Mandi Wajib Latin beserta Niat dan Tata Caranya

Doa Mandi Wajib Latin beserta Niat dan Tata Caranya

Mandi wajib bertujuan untuk menghilangkan hadas besar setelah bersetubuh atau keluar mani.

Baca Selengkapnya
Bacaan Doa Qunut Subuh Latin dan Artinya, Begini Pandangan Imam Mazhab

Bacaan Doa Qunut Subuh Latin dan Artinya, Begini Pandangan Imam Mazhab

Qunut adalah bacaan doa yang diamalkan saat subuh atau witir. Namun, tidak semua orang mengamalkan bacaan doa ini.

Baca Selengkapnya
Bacaan Doa I’Tidal Latin dan Artinya, Ketahui Syarat-Syaratnya

Bacaan Doa I’Tidal Latin dan Artinya, Ketahui Syarat-Syaratnya

I’tidal adalah gerakan berdiri tegak yang dilakukan ketika bangun dari ruku’. Dalam gerakan ini, terdapat bacaan doa I’tidal yang perlu dilafalkan.

Baca Selengkapnya
Bacaan Doa Setelah Tarawih Latin dan Artinya, Tambah Pahala di Bulan Mulia

Bacaan Doa Setelah Tarawih Latin dan Artinya, Tambah Pahala di Bulan Mulia

Usai melaksanakan sholat tarawih, lanjutkan dengan membaca doa dan berdzikir. Dengan begitu kita bisa menghidupkan malam Ramadhan dengan kebaikan.

Baca Selengkapnya
Bacaan Doa Iftitah Pendek Arab Latin, Berikut Keutamaannya

Bacaan Doa Iftitah Pendek Arab Latin, Berikut Keutamaannya

Doa iftitah ternyata beragam, ada yang panjang maupun pendek. Keragaman ini sudah biasa ada dalam fiqih salat.

Baca Selengkapnya