Seorang ibu rumah tangga di Kota Serang, Banten, mampu membuktikan keisengan bisa bercuan hingga ratusan juta rupiah. Ia awalnya hanya menyalurkan hobi untuk membuat aksesori, namun saat dijual justru untung besar.
Adalah Linda Yuli Yani, owner dari produk aksesori Elye Craft yang beralamat di Jalan Samaun Bakri, Lopang. Ia mengaku jika usaha yang sudah digeluti selama beberapa tahun ini bisa terus berkembang berkat ketekunannya mengeluarkan berbagai jenis produk aksesori.
Advertisement
“Awal membuka ini, saya tidak meniatkan untuk dijadikan sebuah usaha. Tetapi hanya mengisi waktu luang setelah resign dari pekerjaan di sebuah perusahaan telekomunikasi,” terangnya, mengutip YouTube Liputan6, Rabu (28/2).
Advertisement
Pilih Tekuni Hobi
Menurut Linda, ia saat ini lebih ingin menekuni hobinya terhadap pernak pernik kerajinan tangan yang sudah lama ia gemari.
Linda memutuskan untuk berhenti dari tempatnya bekerja karena ia dituntut untuk tidak boleh hamil dan memiliki anak. Hikmahnya, Linda kini bisa dekat dengan keluarga, sekaligus menjalani bisnisnya.
“Dulunya saya bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi seluler, lalu saya resign kerja karena memiliki anak. Dulu saya bekerja sebagai customer service officer dan di sana tidak boleh hamil serta punya anak, akhirnya saya pilih berhenti,” katanya.
Advertisement
Jual Berbagai Jenis Aksesori
Setelah menekuni usahanya, serta permintaan aksesori yang terus meningkat, Linda akhirnya memiliki dua toko. Pertama di wilayah Kota Serang dan cabangnya di Cilegon.
Linda ingat betul, ia hanya mengandalkan modal sebesar Rp400 ribu untuk membangun usaha ini. Setelahnya ia bisa membuat berbagai produk, mulai dari gelang, cincing, manik-manik, kalung, gantungan kunci dan lainnya.
“Produk-produk kita itu ada cincing handmade yang harganya mulai dari Rp3 ribu, kemudian gelang harganya mulai Rp20 ribu, kalung bisa Rp40 sampai Rp60 ribu dan yang termahal di harga Rp1 juta itu tali makrame yang prosesnya sulit,” ungkapnya.
Advertisement
Omzet Capai Ratusan Juta Rupiah
Sebagai seorang pengusaha, toko aksesorinya tidak selalu ramai. Bahkan di masa pandemi Covid-19 tiga tahun lalu pendapatannya menurun drastis.
Sebelumnya ia juga sempat vakum, karena melahirkan. Namun berkat dukungan suami serta keluarganya, kini bisnis yang ia tekuni kembali berjalan. Omzetnya pun telah mencapai ratusan juta rupiah per bulan dengan kondisi yang naik turun.
“Awalnya pandemi itu jadi musibah bagi kami, namun sekarang jadi berkah. Karena connector masker dan strap masker ini jadi salah satu aksesoris handmade yang paling banyak dicari di masa pandemi saat ini. Hampir setiap orang butuh dan pake strap dan connector masker, jadi alhamdulillah penjualan kita naik banget. Alhamdulillah ada hikmahnya dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.
Advertisement
Terjual Sampai Luar Negeri
Tantangan yang harus ia hadapi saat ini adalah dengan melakukan inovasi. Dirinya juga terus memantau tren aksesori yang saat ini banyak dicari oleh masyarakat.
Walau sudah banyak kompetitor, namun justru dijadikan Linda sebagai motivasi untuk terus mengeluarkan produk yang belum ada. Ini terbukti hingga produknya laku sampai ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Taiwan, hingga Hong Kong.
Advertisement
“Mimpi besar saya, ingin menebar banyak manfaat lagi kepada teman-teman perempuan yang ada di Indonesia, agar bisa tetap produktif walaupun hanya dari rumah,” katanya.
Advertisement
Diburu Konsumen
Beberapa konsumen mengaku menyukai produk handmade dari Linda, karena banyak memiliki motif dan pilihan warna yang menarik.
Advertisement
“Saya memilih membeli aksesoris di sini karena tempatnya nyaman, harganya terjangkau. Desainnya juga nggak pasaran di sini, jadi beda dan unik,” terang pelanggan, Siti Mujiah.