Arti Posesif dan Over Protektif yang Wajib Diketahui, Begini Cara Mengatasinya
Merdeka.com - Sikap seseorang yang terlalu banyak mengatur dan khawatir berlebihan terhadap orang-orang di sekitarnya baik itu pada pasangan, keluarga maupun teman kerap disebut orang yang memiliki sikap posesif dan over protektif. Banyak orang menyalahartikan sikap posesif dan over protektif sebagai bentuk kepedulian hingga rasa peduli. Padahal hal tersebut kerap memicu stres bagi orang yang menerima perlakuan demikian.
Agar tak sampai melakukan tindakan posesif dan over protektif yang merugikan orang lain, kamu perlu tahu mengenai arti posesif dan over protektif itu sendiri. Setelah mengerti, kamu bisa memilah-milah apa saja sikap yang tergolong ke dalam sikap posesif dan over protektif agar kamu tidak melakukannya pada orang lain.
Berikut arti posesif dan over protektif yang telah dirangkum merdeka.com melalui berbagai sumber pada Kamis, (21/04/2022).
Arti Posesif dan Over Protektif
Menurut KBBI, posesif bersifat merasa menjadi pemilik. Selain itu, KBBI juga menjelaskan arti posesif yang berkaitan dengan hubungan asmara misalnya yang berarti mempunyai sifat cemburu. Di mana oleh masyarakat luas saat ini, posesif kerap dihubungkan dengan kehidupan asmara.
Dalam suatu hubungan, sikap posesif ditunjukkan dengan mengontrol kehidupan atau mendominasi seseorang misalnya mendominasi pasangan. Di mana sesuai arti mendasarnya sifat posesif ini didasari oleh perasaan ingin memiliki pasangan secara berlebihan.
Sementara itu, arti over protektif ini biasanya cenderung terjadi pada orang tua terhadap anak. Contohnya, orang tua melarang anak jalan-jalan keluar rumah atau jalan-jalan terlalu jauh, tidak boleh pulang larut malam, tidak boleh berteman dengan si ini dan si itu dan seterusnya.
Biasanya over protektif ditunjukkan dengan sikap membolehkan bergaul dengan siapa saja tapi dengan batas-batasan yang ketat misal jangan pulang larut malam, tidak boleh naik kendaraan umum saat pulang kerja dan lain-lain.
Sementara posesif lebih kepada melarang bergaul, di mana pada intinya orang posesif adalah mereka yang merasa memiliki orang lain sepenuhnya.
Cara Mengatasi Posesif dan Over Protektif
Selain mengetahui arti posesif dan over protektif, kamu juga perlu tahu mengenai cara mengatasinya agar tidak semakin merugikan orang lain. Berikut cara mengatasi sikap posesif atau over protektif yaitu sebagai berikut:
1. Bangun Komunikasi yang BaikCara mengatasi posesif dan over protektif yang pertama dengan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain, dengan keluarga maupun pasangan. Sebab memendam masalah atau berdebat hanya akan memperburuk situasi.
Cari tahu lebih dalam apa yang menjadi penyebab kamu bersikap posesif dan over protektif pada orang lain. Bicarakan apa yang membuatmu tidak nyaman pada pasangan atau keluargamu. Dengarkan pula apa yang menjadi masalah dari pasangan atau keluargamu. Dari situ, kamu baru bisa mengambil jalan tengah di mana rasa percaya dapat dibangun dari komunikasi yang baik.
2. Jangan Mencari Tahu Isi HP PasanganCara mengatasi posesif dan over protektif berikutnya dengan berhenti mencari tahu isi HP pasangan. Sebab hal itu merupakan dapat memicu pertengkaran. Mungkin pada awalnya hanya ingin lihat sedikit. Namun, lama kelamaan seseorang bisa saja mulai menyadap HP pasangan. Semakin dikepoin, semakin ngedumel sendiri, marah-marah sendiri, lalu melarang pasangan untuk chat dengan temannya sendiri.
3. Memberi KepercayaanBaik hubungan dengan pasangan atau pun hubungan dengan keluarga. Rasa percaya adalah kunci utama terbangunnya hubungan yang harmonis satu sama lain. Jika kamu memiliki anak yang mulai tumbuh menjadi remaja yang aktif tak perlu banyak mengekang. Cukup awasi perilaku anak dari jauh, kamu tak perlu mengaturnya seperti kamu mengatur seorang bayi. Beri ia kepercayaan bahwa ia sudah bisa memilih kesenangan dan ketidak sukaannya sendiri. Kamu hanya boleh memberinya nasihat bukan mengaturnya.
Sikap mengatur hanya akan merusak rasa percaya diri anak. Kehidupannya jadi terkungkung dan ia menjadi pemalu. Begitu pun dengan pasangan, ketika kamu memberinya rasa kepercayaan otomatis ia merasa kamu benar-benar menyayangimu dan merasa dihargai sehingga ia tetap tumbuh menjadi pribadi yang utuh sekalipun sudah menjadi pasanganmu.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya