6 Penyebab Tekanan Darah Rendah yang Wajib Diketahui, Kenali Gejala-gejalanya
Merdeka.com - Tekanan darah rendah merupakan kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah normal. Tekanan darah normal sendiri berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Kondisi tekanan darah rendah juga biasa disebut sebagai hipotensi.
Tekanan darah rendah bisa membuat Anda merasa lelah atau pusing. Ini dikarenakan otak gagal menerima aliran darah yang cukup. Selain itu, tekanan darah rendah juga dapat membuat Anda pingsan. Dalam kasus-kasus tersebut, hipotensi dapat menjadi tanda dari kondisi mendasar yang harus diobati.
Tekanan darah selalu berubah setiap waktu, tergantung pada kondisi dan aktivitas masing-masing individu. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi anak-anak pun juga bisa mengalami kondisi ini.
Penyebab tekanan darah rendah berbeda-beda pada setiap individu. Berikut penyebab tekanan darah rendah yang kami rangkum dari Liputan6.
Dehidrasi

©2015 Merdeka.com/shutterstock
Penyebab tekanan darah rendah yang pertama adalah dehidrasi. Dehidrasi adalah penyebab darah rendah yang sering diabaikan. Tubuh manusia, terutama darah, sebagian besar terdiri dari air.
Maka, ketika tubuh tidak mendapatkan asupan air yang cukup, volume darah juga akan menurun. Inilah yang akhirnya menjadi penyebab terjadinya darah rendah. Penderita akan mengalami pusing dan lemas, hingga pingsan ketika mengalami darah rendah akibat dehidrasi.
Hamil
Penyebab tekanan darah rendah yang kedua karena sedang hamil. Berbeda ketika tubuh sedang dalam kondisi normal, ketika hamil peredaran darah dalam tubuh berkembang sangat cepat. Hal ini karena adanya perubahan hormonal sehingga menyebabkan pembuluh darah membesar, dan tekanan darah menurun.
Tekanan darah rendah biasanya terjadi ketika awal kehamilan. Itulah sebabnya, penting bagi ibu hamil untuk rutin melakukan pengecekan tekanan darah untuk melihat bagaimana perkembangan kondisi kesehatannya.
Mengonsumsi Obat

shutterstock
Penyebab tekanan darah rendah yang ketiga karena obat-obatan. Beberapa jenis obat memiliki efek yang bisa menjadi penyebab terjadinya darah rendah. Beberapa obat yang dapat memengaruhi kondisi tekanan darah antara lain adalah alpha bloker, beta bloker, dan antidepresan.
Jika Anda mengalami kondisi hipotensi setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebaiknya segera berhenti mengonsumsinya dan konsultasikan ke dokter.
Penyakit Jantung
Penyebab tekanan darah rendah yang keempat karena penyakit jantung. Penyakit jantung juga bisa menjadi penyebab terjadinya darah rendah. Seseorang yang menderita penyakit jantung memang mudah mengalami kondisi darah rendah. Ini karena darah yang tidak dapat dipompa baik oleh jantung yang bermasalah, sehingga terjadi penurunan tekanan darah.
Anemia
Penyebab tekanan darah rendah yang kelima karena anemia. Anemia merupakan kondisi seseorang mengalami kekurangan darah dan hemoglobin di dalam tubuh berada dalam jumlah yang tidak normal. Anemia juga bisa disebabkan karena pendarahan yang terjadi di bagian tubuh tertentu.
Cuaca
Penyebab tekanan darah rendah yang terakhir karena faktor cuaca. Tekanan darah rendah juga bisa terjadi karena cuaca atau suhu yang terjadi disekitar. Cuaca udara yang lebih panas, biasanya bisa menjadi faktor penyebab darah rendah pada seseorang.
Risiko mengalami tekanan darah rendah juga akan meningkat jika Anda sering melakukan aktivitas di bawah sinar matahari. Hal ini menyebabkan suhu tubuh meningkat dan tekanan darah menurun.
Gejala Tekanan Darah Renda atau Hipotensi

©Shutterstock.com
Dikutip dari healthline.com, orang yang mengalami hipotensi mungkin akan mengalami gejala ketika tekanan darah mereka berada di bawah normal. Gejala hipotensi tersebut dapat berupa:
Jenis-jenis Tekanan Darah Rendah
Ortostatik
Hipotensi ortostatik adalah penurunan tekanan darah yang terjadi ketika Anda beralih dari duduk atau berbaring ke berdiri. Ini biasa terjadi pada orang-orang dari segala usia. Ketika tubuh menyesuaikan perubahan posisi, ada periode singkat di mana Anda akan merasa pusing.
Postprandial
Hipotensi postprandial adalah penurunan tekanan darah yang terjadi tepat setelah makan. Ini adalah jenis hipotensi ortostatik. Orang dewasa yang lebih tua, terutama mereka yang menderita penyakit Parkinson, lebih cenderung terserang hipotensi postprandial.
Mediasi Saraf
Hipotensi yang dimediasi oleh saraf terjadi setelah Anda berdiri untuk waktu yang lama. Hipotensi ini lebih sering terjadi pada Anak-anak daripada orang dewasa. Kejadian yang secara emosional mengecewakan, juga dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.
Severe
Hipotensi severe berkaitan dengan syok. Syok terjadi ketika organ Anda tidak mendapatkan darah dan oksigen yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik. Hipotensi severe dapat mengancam jiwa jika tidak segera diobati.
Cara Mengobati Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi
Pengobatan penyakit ini tergantung pada penyebab hipotensi. Pengobatan dapat berupa obat untuk penyakit jantung, diabetes, atau infeksi. Mengonsumsi banyak air juga penting untuk menghindari hipotensi akibat dehidrasi, terutama jika Anda mengalami muntah atau diare.
Tetap terhidrasi juga akan membantu mengobati dan mencegah gejala hipotensi yang dimediasi oleh saraf. Jika Anda mengalami tekanan darah rendah ketika berdiri dalam waktu yang lama, pastikan untuk beristirahat dengan duduk. Cobalah untuk mengurangi tingkat stres Anda untuk menghindari trauma emosional.
Obati hipotensi ortostatik bisa dilakukan dengan memperlambat gerakan tubuh kita. Alih-alih berdiri dengan cepat, lakukan posisi duduk atau berdiri menggunakan gerakan kecil. Anda juga dapat menghindari hipotensi ortostatik dengan tidak menyilangkan kaki saat duduk.
Hipotensi severe adalah kondisi hipotensi yang paling serius. Hipotensi severe harus segera diobati. Anda akan diberikan cairan dan kemungkinan produk yang dapat meningkatkan tekanan darah serta menstabilkan tanda-tanda vital Anda.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya