Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Amalan Sunnah Saat Idul Fitri, Lengkapi Kemenangan dengan Berkah

5 Amalan Sunnah Saat Idul Fitri, Lengkapi Kemenangan dengan Berkah Sholat IED di Senen. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh pada bulan Ramadan, Idul Fitri menjadi hari kemenangan bagi umat Islam di seluruh dunia. Setiap umat muslim menyambut hari ini dengan suka cita.

Sebagai hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam, Idul Fitri juga memiliki amalan-amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada waktu tersebut. Sebagai umat Islam, tentu kita ingin meniru setiap apa yang dikerjakan oleh Rasulullah dan para sahabat yang mulia.

Dengan mengikuti sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah, kita berharap bisa menjadi lebih baik dan mendapatkan keberkahan meskipun telah ditinggalkan oleh bulan suci Ramadhan. Berikut ini kami rangkum amalan-amalan sunnah saat Idul Fitri yang sebaiknya Anda lakukan.

Melantunkan Takbir

sholat ied di senen

©2012 Merdeka.com/imam buhori

Amalan sunnah saat Idul Fitri yang pertama adalah melantunkan takbir. Melantunkan takbir ini biasanya sudah dimulai dari terbenamnya matahari pada malam Idul Fitri hingga imam hendak sholat Idul Fitri. Dalam suatu riwayat disebutkan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak sholat pada hari raya Idul Fitri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai sholat hendak dilaksanakan. Ketika sholat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.”

Mandi dan Berhias Diri

009 siti rutmawati

©www.offthegridnews.com

Amalan sunnah saat Idul Fitri yang kedua adalah dengan mandi dan berhias diri. Mandi ketika Idul Fitri adalah sunnah. Hali ini juga disebutkan dalam salah satu hadist yang diriwayatkan Ibnu Umar,

“Dari Nafi’, (ia berkata bahwa) ‘Abdullah bin ‘Umar biasa mandi di hari Idul Fithri sebelum ia berangkat pagi-pagi ke tanah lapang.” (HR. Malik).

Adapun niat mandi sunah Idul Fitri adalah,Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala.Artinya, “Saya niat mandi sunah untuk Idul Fitri karena Allah ta’ala”.Untuk waktu pelaksanaannya sendiri bisa dilakukan mulai dari pertengahan malam Idul Fitri.

Selain mandi, disunahkan bagi laki-laki untuk membersihkan diri dan memakai pakaian terbaik yang dimilikinya, juga memakai minyak wangi dan bersiwak.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah, dalam kitab shahihnya, 1765).

Sedangkan untuk perempuan, tidak dianjurkan untuk berhias dengan mengenakan baju yang mewah dan menggunakan minyak wangi.

Makan Sebelum Salat Idul Fitri

ilustrasi makanan ekstrim

Bussines Insider

Amalan sunnah saat Idul Fitri yang ketiga yaitu makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari)

Mengucapkan Selamat

Amalan sunnah saat Idul Fitri keempat adalah saling mengucapkan selamat. Saling mengucapkan selamat juga termasuk sunnah yang baik yang bisa dilakukan di hari Idul Fitri. Ucapan selamat sebaiknya diucapkan dalam bentuk doa seperti dengan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum” (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian).

Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied, satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. (Fath Al-Bari, 2: 446)

Imam Ahmad berkata,“Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya ‘ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka.” (Al-Mughni, 2: 250).

Mengambil Jalan yang Berbeda Saat Pergi dan Pulang dari Masjid

Amalan sunnah saat Idul Fitri yang terakhir adalah dengan mengambil jalan yang berbeda antara pergi ke masjid dan pulang dari masjid atau tempat ibadah. Sebagaimana hal ini telah disebutkan dalam hadist dari Jabir,

“Nabi SAW ketika hari raya mengambil jalan yang berbeda (antara pergi dan pulangnya).” (HR. Bukhari)

Dengan mengambil jalan yang berbeda antara berangkat ke tempat ibadah dan pulang dari ibadah, dimaksudkan untuk membagi kebahagiaan kepada orang-orang lain ketika di jalan dengan senyum dan salam. Selain itu, amalan ini juga menjadi syiar Islam dan juga memperbesar peluang silaturahmi antar kerabat dan yang lainnya.

(mdk/ank)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP