Peristiwa 16 Maret : Pertempuran Iwo Jima antara Amerika dan Jepang
Merdeka.com - Jepang adalah salah satu negara besar di timur Asia yang mempunyai latar belakang sejarah militer yang panjang. Mulai dari penjajahan pada beberapa negara di Asia hingga Perang Dunia ke-2 yang menyebabkan dibom atomnya Hiroshima dan Nagasaki oleh sekutu. Salah satu peristiwa bersejarah yang sangat pilu bagi Jepang adalah pertempuran Iwo Jima melawan Amerika.
Pada masa tersebut Amerika menginvasi Jepang dengan cara menduduki pulau-pulau penting di Jepang untuk memudahkan mereka masuk ke Jepang. Pada masa pertempuran, pihak Jepang yang dipimpin oleh Jenderal Tadamichi Kuribayashi hanya memiliki beberapa ratus pasukan yang diantaranya terdapat beberapa warga sipil yang mengikuti wajib militer.
Dengan pasukan yang relatif sedikit, mereka mampu melakukan perlawanan yang kuat. Hal ini disebabkan mereka memiliki semangat yang kuat untuk mempertahankan pulau Iwo Jima, dan semangat itu disebut Bushido.
Meskipun demikian, pertempuran Iwo Jima telah menelan banyak korban dan jadi salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah Perang Pasifik Perang Dunia II. Lebih jauh berikut ini informasi lengkap mengenai pertempuran Iwo Jima antara Amerika dan Jepang telah dirangkum merdeka.com melalui repository.ugm.ac.id dan berbagai sumber lainnya.
Pertempuran Iwo Jima
Pertempuran Iwo Jima bermula ketika pasukan Amerika mulai menaklukkan Iwo Jima dari kekuasaan Jepang. Tujuan utama Amerika tak lain untuk menaklukkan seluruh pulau, termasuk di antaranya tiga lapangan terbang. Bisa dibilang pertempuran Iwo Jima merupakan salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah Perang Pasifik Perang Dunia II.
Posisi tentara Jepang di pulau tersebut sangat strategis dengan bunker yang saling terhubung, artileri tersembunyi, dan terowongan bawah tanah sepanjang 18 km (11 mil). Pasukan Amerika dibantu tembakan meriam dari kapal-kapal perang dan Marinir Angkatan Udara sudah menembaki Iwo Jima sejak penyerangan dimulai.
Ini merupakan invasi pertama pasukan Amerika ke daerah kekuasaan Jepang secara langsung. Sementara pasukan Jepang menjaga pertahanan dengan gigih tanpa ada perasaan menyerah.
Korban Pertempuran Iwo Jima
Meskipun serangan dari Amerika terhadap Iwo Jima berlangsung bertubi-tubi namun hal itu tidak mematahkan semangat Jenderal pasukan Jepang untuk tetap menyerang balik Amerika. Dia bersama pasukannya sudah berjanji akan berperang sampai mati, tidak peduli seberapa kecilnya kemungkinan menang.
Pertempuran Memperebutkan Iwo Jima tersebut mulai mereda. Pertempuran hanya dilanjutkan dengan operasi-operasi pembersihan semata. Hal ini berlangsung sebulan, di mana pertempuran Iwo Jima telah mengorbankan hampir 27 ribu prajurit dengan rincian 6.821 orang tewas dan 20.000 orang lainnya terluka parah, cacat dan menjadi gila.
Di lain sisi di pihak Jepang, dari 23.000 prajurit hanya sekitar 200 orang yang bisa ditangkap hidup-hidup dan menjadi tawanan. Di mana sebagian besar tawanan tersebut bukan berasal dari orang Jepang melainkan orang Korea hingga Taiwan.
(mdk/nof)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya