15 Mei 2004: Arsenal “The Invicibles”, Mengenang Sang Juara yang Tak Pernah Kalah
Merdeka.com - Liga Inggris dikenal sebagai salah satu liga sepak bola terbaik di dunia. Banyak pemain-pemain bintang berkumpul dan berlaga di kompetisi ini. Tapi, ketika berbicara tentang musim terbaik di Liga Inggris, mungkin sebagian orang akan mengingat kompetisi di musim 2003-04 di mana Arsenal keluar sebagai juaranya.
Bukan juara biasa yang sering kita lihat di akhir musim, Arsenal berhasil melewati satu musim penuh tersebut tanpa menderita satu kekalahan pun di Liga Primer Inggris. Ya, Arsenal melewati musim 2003-04 tanpa catatan kekalahan dari tim manapun di Inggris sehingga pada musim tersebut skuad Arsenal dijuluki sebagai “The Invicibles”.
Mungkin saat ini, skuad Manchester City asuhan Pep Guardiola dianggap sebagai skuad terbaik. Namun, rekor tak terkalahkan The Gunners, julukan Arsenal, di musim 2003-04 adalah sesuatu yang sulit untuk diikuti oleh tim manapun.
Rekor Tak Terkalahkan Terpanjang
Di bawah Arsene Wenger, Arsenal masih menjadi klub yang memegang rekor tak terkalahkan terpanjang di Liga Premier dengan 49 pertandingan pada 2003-04, menurut goal.com. Sampai saat ini, banyak manajer lain telah mencoba untuk memecahkan rekor Invincibles Arsenal, tetapi semuanya berakhir gagal.
Skuad Manchester City musim 2017-18 asuhan Pep Guardiola awalnya tampak hampir melakukannya, sampai mereka berkunjung ke Liverpool pada bulan Januari dan kalah 4-3. Kekalahan tersebut mengakhiri impian mereka untuk menyamai rekor tak terkalahkan Arsenal selama satu musim (saat itu City memiliki rekor 30 kali tak terkalahkan berturut-turut).
Chelsea, di bawah asuhan Jose Mourinho, mencatatkan 40 pertandingan tak terkalahkan hingga Oktober 2005, diikuti oleh 30 pertandingan Arsenal hingga Oktober 2002.
Liverpool menjadi tim keempat yang mencatat 30 pertandingan tak terkalahkan berturut-turut di Liga Premier sebelum akhirnya tim asuhan Jurgen Klopp mengalami kekalahan mengejutkan 3-0 melawan tim yang sedang berjuang di papan bawah, Watford.
Apa itu The Invincible?

mirror.co.uk
The Invincibles adalah julukan yang diberikan kepada skuad Arsenal yang menjuarai Liga Inggris musim 2003-04. Julukan tersebut diberikan setelah mereka menyelesaikan musim tersebut dengan tanpa mengalami kekalahan dalam 38 pertandingan di Liga Primer Inggris. Mereka memenangkan 26 pertandingan dan mendapat 12 kali hasil imbang.
Pada masa itu, Arsenal biasa menggunakan formasi 4-4-2, meski juga berubah menjadi 4-2-3-1 karena cara bermain Dennis Bergkamp yang sedikit turun ke posisi 'No.10' antara lini tengah dan peyerang.
Thierry Henry saat itu mengalami musim yang luar biasa dan menempati posisi kedua dalam pemungutan suara Ballon d'Or pada tahun 2003 dan keempat pada tahun 2004. Dan meski Bergkamp sudah mulai mendekati akhir karirnya, dia tidak kehilangan gerakan atau visinya yang cemerlang.
The Gunners juga tampil luar biasa dalam hal bertahan, di mana mereka hanya menderita kebobolan 26 gol. Sol Campbell dan Kolo Toure adalah duet brilian di lini belakang, yang disokong oleh Jens Lehmann yang luar biasa di bawah mistar.
Pemain Kunci
Thierry Henry dapat mengklaim sebagai pemain terhebat di era Liga Premier, khususnya saat membawa Arsenal meraih ‘The Invicibles’. Orang Prancis itu terpilih sebagai pemain terhebat The Gunners, dan mencetak 30 gol selama musim tak terkalahkan itu.
Henry tiba di Arsenal dengan profil yang jauh lebih rendah daripada yang dia tinggalkan. Sebelumnya, dia harus berjuang di sayap kiri di Juventus selama satu musim. Wenger, yang pernah melatih Henry sebelumnya di Monaco, membayar £11 juta untuk mempersingkat masa tinggalnya di Italia dan menjadikannya penyerang tengah.
Duetnya dengan Bergkamp adalah perpaduan sempurna antara kecepatan, skill, dan kecerdasan. Dengan kecenderungan pemain Belanda itu untuk turun ke lini tengah dan kesukaan Henry untuk bermain di sayap kiri, mereka menjadi pasangan brilian dalam menemukan ruang dan membuat bek tengah lawan kesulitan untuk mengikuti dan mengawasi mereka.
(mdk/ank)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya