Saat Presiden Perintahkan Pasukan Elite TNI Selundupkan Senjata Dalam Kapal Selam

Unit kapal selam dikenal sebagai pasukan elite. Salah satu misi rahasia yang pernah dijalani adalah menyelundupkan senjata ke daerah konflik.

Ramadhian Fadilah
Oleh Ramadhian Fadilah - Reporter
Saat Presiden Perintahkan Pasukan Elite TNI Selundupkan Senjata Dalam Kapal Selam
Kapal selam RI (© 2023 merdeka.com)

Operasi itu digelar dengan sangat rahasia. Ini pengakuan presiden tentang operasi itu.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Satuan elite kapal selam Angkatan Laut Republik Indonesia pernah mendapat tugas khusus dari Presiden.

Mereka harus menyelundupkan senjata untuk membantu Bangsa Aljazair yang berjuang demi kemerdekaannya. 

Indonesia Mendukung Aljazair

Tahun 1954, Perang Kemerdekaan Aljazair pecah. Para pejuang Front de Liberation Nationale (FLN) mulai menyerang pos militer Prancis.

Perang yang berkobar selama tujuh tahun lebih ini menimbulkan ratusan ribu korban jiwa.

Presiden Sukarno menyatakan dukungannya untuk perjuangan rakyat Aljazair.

Dua Kapal Selam Pesanan Indonesia dari Blok Timur Yang Baru Jadi, Dimuati Senjata

Dua Kapal Selam Pesanan Indonesia dari Blok Timur Yang Baru Jadi, Dimuati Senjata
© 2023 merdeka.com

"Jumlahnya cukuplah, dua kapal selam penuh," kata Presiden Sukarno.

Menyelundupkan senjata ke Aljazair yang tengah berkonflik menjadi misi pertama dua kapal selam tersebut.


Tahun 1960an, Indonesia Memesan 12 Kapal Selam dari Uni Soviet

Kapal selam kelas whiskey tersebut rencananya akan digunakan dalam konfrontasi di Irian Barat melawan Belanda.

Kapal-kapal itu dibangun di Blok Timur yang saat itu punya hubungan erat dengan Indonesia.

"Setelah selesai, aku beri tugas pertamanya yaitu mengirimkan senjata itu," beber Bung Karno.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Misi rahasia itu berjalan dengan sukses.

Setelah Aljazair menang perang dan merdeka, baru Bung Karno mau membeberkan kisah ini.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Bung Karno mengaku tidak takut dengan reaksi dunia jika seandainya ketahuan menyelundupkan senjata ke Aljazair.

Menurutnya membantu kemerdekaan suatu Bangsa adalah sebuah kewajiban.

"Biar Saja Geger, Aku Tak Peduli," kata Presiden Sukarno.

Hal ini dituliskan Guntur Soekarnoputra dalam buku Bung Karno. Bapakku, Kawanku, Guruku yang terbit tahun 1977.

Bung Karno menjelaskan sama seperti Aljazair, Indonesia pun mengalami masa-masa sulit melawan kolonialisme.

Karena itu tekadnya sudah bulat membantu mereka.


Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Misi rahasia bantuan militer Indonesia ini juga diungkap oleh Marsekal Madya (Purn) Boediardjo. Perwira Angkatan Udara ini mengungkap pertemuan tersebut digelar di perbatasan Tunisia-Aljazair.

Bertukar Strategi Dengan TNI

Delegasi TNI bertemu Kolonel Houari Boumedienne, panglima perang perlawanan Aljazair.

Namun Boediardjo tak menceritakan soal pengiriman senjata. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pikiran soal strategi. TNI menceritakan strategi mereka saat perang gerilya melawan Belanda.

Rekomendasi