Kehabisan Peluru, Prajurit Kopassus Cabut Pisau Komando Tewaskan 6 Musuh di Medan Tempur

Aksi prajurit Kopassus bertempur sampai titik darah penghabisan ini menimbulkan simpati dari kawan dan lawan.

Ramadhian Fadilah
Oleh Ramadhian Fadilah - Reporter
Kehabisan Peluru, Prajurit Kopassus Cabut Pisau Komando Tewaskan 6 Musuh di Medan Tempur
TNI (© 2023 merdeka.com)

Ini kisah legendari prajurit Kopassus di medan tempur. Bertarung sampai titik darah penghabisan.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Bagi seorang prajurit komando, bertempur sampai akhir adalah sebuah keharusan.

Kisah ini terjadi dalam operasi tempur di Timor Timur oleh seorang prajurit Kopassus. Dia mendapat penghargaan tertinggi, Bintang Sakti atas keberaniannya.

Tanggal 9 Januari 1983, Satu Unit Tim Nanggala Berpatroli di Komplek Liasidi di Timor Timur

Tanggal 9 Januari 1983, Satu Unit Tim Nanggala Berpatroli di Komplek Liasidi di Timor Timur
© AFP

Komplek Liasidi adalah salah satu pusat kekuatan Freetilin. Diperkirakan ada sekitar 300 gerilyawan Freetilin dengan persenjataan berat, mortir dan pelontar granat.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Tim Nanggala sendiri hanya berjumlah sembilan orang. Terdiri dari 4 Kopassus (saat itu bernama Kopasandha) dan 5 Kostrad.

Salah satunya adalah Prajurit Satu Suparlan, anggota Kopassus. Tim ini dimpin oleh Letnan Poniman Dasuki.

Tim Nanggala Tak Sengaja Bertemu Pos Tinjau Freetilin, Kontak Senjata Tak Bisa Dihindari

Suara tembakan memancing kedatangan ratusan gerilyawan lain. Mereka menembaki Tim Nanggala dari segala arah.

Posisi Tim Nanggala tidak menguntungkan karena berada di bawah sementara musuh di ketinggian. Satu per satu anggotanya tewas diterjang peluru.

Dok. Istimewa
© 2023 AFP

Tiga anggota Kostrad yang membawa senapan mesin dan berjalan paling depan tewas.

Pasukan harus melewati celah bukit yang sempit untuk lolos dari serangan Freetilin. Situasi sangat mencekam bagi unit Nanggala.

"Komandan Bawa Mereka, Saya Akan Menghambat Musuh!" Teriak Suparlan

Suparlan tiba-tiba lari melindungi unitnya. Dia membuang senjatanya dan mengambil senapan mesin rekannya yang gugur.

Tanpa ampun Suparlan memberondongkan senapan mesin itu ke arah pasukan Freetilin. 

Walau terkena tembakan berkali-kali, Suparlan tetap berusaha tegak memegang senapan mesin.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Seragamnya sudah penuh darah. Ketika pelurunya habis, Suparlan mencabut pisau komandonya.

Freetilin rupanya tidak ingin langsung membunuh Suparlan. Mereka ingin mempermainkan anggota Kopassus yang mengamuk seperti banteng ini.

Dengan Pisau Komando, Suparlan Menewaskan 6 Orang Musuh

Sampai dia tidak mampu lagi menggenggam pisau tersebut karena luka-lukanya semakin parah.

Sisa unit Nanggala berusaha memberikan tembakan bantuan dari ketinggian. Namun dari lima orang, tiga prajurit TNI tewas terkena serangan Fretilin.

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Suparlan terkulai lemas. Melihat itu, prajurit Freetilin ramai-ramai mendekatinya.

Namun setelah dekat, Suparlan mencabut pin granat dan menerjang ke arah musuh sambil meneriakan takbir. Sejumlah orang ikut tewas bersamanya.

Penghormatan Untuk Suparlan

Di saat kritis bantuan dari Kostrad dan Brimob datang. 7 Prajurit TNI AD, termasuk Suparlan gugur. Sementara dari pihak Freetilin, 83 prajurit tewas.

Suparlan mendapat anugerah Bintang Sakti atas keberaniannya dari pemerintah RI.

Tak cuma itu, komandan Freetilin pun mengirimkan surat. Memujian keberanian Suparlan. Hal ini sangat langka dalam perang. Hanya ditujukan untuk soosk dengan keberanian luar biasa.


Rekomendasi