Warga Portsmouth ubah bus tingkat jadi shelter berjalan untuk tunawisma

Rabu, 29 November 2017 18:30 Reporter : Tantri Setyorini
Warga Portsmouth ubah bus tingkat jadi shelter berjalan untuk tunawisma Shelter berjalan dari bus tingkat karya warga Portsmouth. ©2017 Paul Jacobs

Merdeka.com - Saat ini ada sekitar 300.000 orang di inggris yang kehilangan tempat tinggal karena berbagai alasan. Musim dingin yang tengah menjelang bakal menjadi saat-saat terberat bagi para tunawisma ini. Di saat-saat seperti inilah mereka mencari penampungan untuk sekadar menghangatkan diri meskipun hanya semalam. Dan dua wanita asal Portsmouth ini mencoba mewujudkan harapan mereka.

Dilansir Bored Panda, Sammy Barcroft dan Joanne Vines, pemimpin kelompok amal The Rucksack Project sudah lama terlibat dalam kegiatan sosial untuk membantu para tunawisma di kota mereka. Kali ini kedua wanita itu memanfaatkan tren bus shelter untuk meringankan beban hidup para penghuni jalanan.

Shelter berjalan dari bus tingkat karya warga Portsmouth ©2017 Paul Jacobs

Shelter berjalan dari bus tingkat karya warga Portsmouth ©2017 Paul Jacobs


Barcroft dan Vines mengajak rekan-rekan mereka dari komunitas peduli tunawisma untuk mengubah sebuah bus bertingkat menjadi tempat penampungan yang nyaman.

Dengan dana $ 8000, sekitar 70 sampai 80 pekerja melakukan renovasi besar-besaran terhadap kendaraan bekas itu. Kursi-kursi dikeluarkan dan diganti dengan 12 ranjang susun. Ruang santai dan dapur kecil berperalatan lengkap pun ditambahkan untuk memaksimalkan kenyamanan.

Shelter berjalan dari bus tingkat karya warga Portsmouth ©2017 Paul Jacobs

Shelter berjalan dari bus tingkat karya warga Portsmouth ©2017 Paul Jacobs

Shelter berjalan dari bus tingkat karya warga Portsmouth ©2017 Paul Jacobs


Butuh waktu delapan bulan untuk mewujudkan penampungan berjalan ini. Hebatnya, sebagian besar pekerja yang membantu renovasi menyumbangkan tenaga secara sukarela. Padahal jika dihitung secara material, biaya renovasi bus bisa mencapai $ 33.000.

Kini bus shelter yang digagas oleh Barcroft dan Vines sudah bisa beroperasi. Untuk hari pertama, tempat penampungan baru ini akan diparkir di depan Gereja St. Agatha. Harapannya bus shelter dapat memberikan tidur yang layak bagi para tunawisma, meskipun hanya sementara. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini