Tokyo Camii, masjid terbesar Jepang yang ramah kepada non-muslim

Jumat, 11 Juli 2014 14:32 Reporter : Tantri Setyorini
Tokyo Camii, masjid terbesar Jepang yang ramah kepada non-muslim Masjid Tokyo Camii, Jepang. ©2014 Merdeka.com/www.beautifulmosque.com

Merdeka.com - Siapa sangka, meskipun termasuk keyakinan dengan jumlah pemeluk minoritas, ternyata agama Islam berkembang cukup pesat di negeri sakura? Terlihat dari penyebaran 80 masjid di seluruh Jepang yang jumlahnya terus bertambah. Di Tokyo sendiri, sebagai kota paling penting di Jepang berdiri Tokyo Camii, masjid terbesar di negara itu. Masjid dengan kapasitas 1.200 jamaah ini tampak begitu menonjol dengan arsitektur megah bergaya Ottoman yang berdiri di antara gedung-gedung bertingkat bernuansa modern.

Tak sulit untuk menemukan lokasi Tokyo Camii. Masjid itu terletak di daerah perumahan Yoyogi Uehara, tak jauh dari Shinjuku dan Harajuku. Arsitekturnya mirip dengan Masjid Biru yang terkenal di Istanbul. Dilaporkan Nippon.com, bangunan masjid tersebut memang dibangun dengan material yang sengaja didatangkan langsung dari Turki. Sekitar seratus seniman Turki bekerja selama satu tahun untuk membangun masjid yang terdiri dari dua lantai tersebut. Bagian atas difungsikan sebagai tempat ibadah, sementara lantai pertama dimanfaatkan sebagai pusat kebudayaan. Hasilnya adalah masjid indah dengan berbagai ukiran kaligrafi bernilai seni tinggi.

Photo by Nippon.com

Sholat Jumat di Tokyo Camii biasanya dihadiri oleh jamaah yang sebagian besar merupakan kaum ekspatriat. Karena itu pengelola masjid berinisiatif agar khotbah Jumat disampaikan dalam bahasa Turki, Jepang, dan, Inggris. Uniknya, pengunjung masjid ini tidak selalu umat muslim. Pemeluk keyakinan lain pun diizinkan masuk ke sini. Biasanya orang non-muslim yang mengunjungi Tokyo Camii adalah mereka yang ingin mencari ketenangan sejenak setelah menjalankan aktivitas padat seharian atau para mahasiswa yang ingin mencari informasi tentang Islam.

Photo by Nippon.com

Nurullah Ayaz, imam masjid Tokyo Camii mengatakan kalau ia ingin agar orang Jepang merasa nyaman dan disambut saat berkunjung ke Tokyo Camii. Karena itulah di bagian depan masjid juga dibangun sebuah lobi yang nyaman, lengkap dengan sofa yang empuk. Hanya saja pengunjung masjid harus mematuhi aturan yang ditetapkan pengelola. Antara lain mengenakan kerudung yang biasanya sudah disediakan di depan masjid.

Photo by Nippon.com

Salah satu warga Jepang non-muslim yang suka berkunjung ke Tokyo Camii adalah Okabe Yoshiko, seorang ahli aromaterapi yang tinggal di daerah dekat masjid tersebut. Ia memanfaatkan kunjungannya ke Tokyo Camii untuk berkontemplasi. "Mengunjungi tempat sakral seperti masjid bisa menguatkan jiwa. Hati jadi tenang dan menyatu dengan alam sekitar," katanya. [tsr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini