Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tercatat Sejak Abad ke-17, Ketahui Sejarah Panjang Putu dan Sebarannya di Seluruh Asia

Tercatat Sejak Abad ke-17, Ketahui Sejarah Panjang Putu dan Sebarannya di Seluruh Asia

Tercatat Sejak Abad ke-17, Ketahui Sejarah Panjang Putu dan Sebarannya di Seluruh Asia

Kue putu tercatat sudah ada di Indonesia sejak ratusan tahun lalu bahkan sebelum masuknya mesin uap ke negara ini.

Kue putu merupakan salah satu penganan lokal yang kerap disalahpahami. Banyak orang sayangnya salah menganggap bahwa nama putu merupakan singkatan dari Pedagang Umum Tenaga Uap atau Pencari Uang Tenaga Uap.


Kue putu atau puthu merupakan jajanan tradisional Indonesia yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia selama berabad-abad. Menariknya, hingga saat ini kue ini juga masih bisa dijumpai di sejumlah negara lain di Asia.

Kue putu memiliki rasa yang begitu lezat dan bahkan pada tahun 2022, kue putu berhasil masuk dalam daftar 100 Kue Terpopuler di Dunia dan 100 Kue Terbaik di Dunia versi TasteAtlas. Makanan ini merupakan salah satu kekayaan kuliner bangsa kita yang memiliki cita rasa luar biasa.

Kue putu terbuat dari tepung beras yang diberi pewarna daun pandan hijau, diisi dengan gula aren yang sudah dihaluskan. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam wadah bambu dan dikukus menggunakan uap panas dari sebuah lubang kecil dan kerap mengeluarkan bunyi serupa peluit. Kue putu yang sudah matang kemudian dikeluarkan dari bambu dan disajikan dengan parutan kelapa.

Awal mula perkembangan kue putu dapat ditelusuri kembali hingga masa Dinasti Ming (1368-1644). Pada zaman tersebut, kue ini dikenal dengan nama Xianroe Xiao Long, yang artinya adalah kue dari tepung beras berisi kacang hijau. Cara memasaknya adalah dengan mencetak adonan kue dalam bambu dan kemudian mengukusnya hingga matang.

Tercatat Sejak Abad ke-17, Ketahui Sejarah Panjang Putu dan Sebarannya di Seluruh Asia

Perjalanan kue putu tidak berhenti di sana. Seiring dengan perkembangan dan penyebarannya ke berbagai wilayah di Asia Tenggara, kue putu beradaptasi dengan lidah masyarakat setempat. Di Indonesia, kue putu juga dikenal dengan nama putu bambu, mengingat cara pembuatannya yang menggunakan cetakan bambu.

Salah satu catatan tertua mengenai kue putu ini terdapat dalam naskah Serat Centini. Dalam naskah tersebut, muncul kata "putu" saat Ki Bayi Panurta meminta santrinya untuk menyediakan hidangan pagi. Ini menunjukkan bahwa kue putu sudah dikenal dan disukai sejak lama di masyarakat Jawa.

Tercatat Sejak Abad ke-17, Ketahui Sejarah Panjang Putu dan Sebarannya di Seluruh Asia

Kue putu tidak hanya sekadar jajanan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Rasanya yang lembut, manis, dan harum, membuatnya menjadi favorit banyak orang, terutama di kalangan anak-anak. Namun, saat ini, penjual kue putu sudah semakin jarang ditemui, sehingga banyak generasi muda yang kurang mengenal dan menyukai jajanan tradisional ini.

Di sepanjang perjalanan sejarahnya, kue putu telah mengalami berbagai transformasi dan variasi. Selain putu bambu, ada juga variasi lainnya seperti putu cangkiri, putu mayang, putu pesse, dan putu ayu. Setiap variasi memiliki ciri khasnya sendiri dan menjadi bagian dari kekayaan budaya kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.

Berbagai versi kue putu dapat ditemukan, sering kali berbeda dalam bentuk atau isian. Di Asia Tenggara, terdapat kue putu dalam berbagai bentuk, meskipun mereka memiliki bahan, isian, dan resep yang hampir identik.

Tercatat Sejak Abad ke-17, Ketahui Sejarah Panjang Putu dan Sebarannya di Seluruh Asia

Kue putu berbentuk cakram datar berwarna putih disebut putu piring dan umumnya ditemukan di Malaysia, Kerala, dan Sri Lanka. Sementara itu, kue putu yang lebih tebal dan bulat, baik berwarna putih maupun hijau, dikenal sebagai putu mangkok dan lebih umum di Indonesia. Di Singapura, varian putu mangkok disebut kueh tutu.

Di Filipina, puto mengacu pada kategori kue yang dibuat dengan mengukus beras. Salah satu variasinya yang mirip dengan kue putu adalah puto bumbóng, yang juga dimasak dalam tabung bambu. Namun, puto bumbóng tidak menggunakan pandan dan biasanya dibuat dari biji-bijian utuh, bukan tepung beras. Selain itu, puto bumbóng menggunakan varietas beras ketan ungu khusus yang memberikan warna ungu. Di India (terutama di Kerala, Tamil Nadu, dan Karnataka) dan Sri Lanka, hidangan serupa dikenal sebagai puttu atau pittu, meskipun versi penutupnya lebih populer di Tamil Nadu.

Putu dan berbagai saudaranya baik dalam nama maupun bahan yang sama merupakan salah satu kekayaan kuliner Asia dan Indonesia. Makanan ini menjadi bukti mengenai bagaimana hubungan kebudayaan dari berbagai bangsa di Asia sejak masa lampau.

Ular Piton Sembunyi dalam Mesin Cuci Bikin Ngeri IRT di Makassar, Petugas Kesulitan Evakuasi
Ular Piton Sembunyi dalam Mesin Cuci Bikin Ngeri IRT di Makassar, Petugas Kesulitan Evakuasi

Seorang ibu rumah tangga di Jalan Andi Pangeran Pettarani Lorong Bonto Cinde, Makassar dikejutkan dengan munculnya ular piton dalam mesin cucinya, Senin (29/1).

Baca Selengkapnya
Pernah Melawan Penjajah Belanda Sampai 50 Tahun, Begini Sejarah Suku Basemah di Sumatera Selatan
Pernah Melawan Penjajah Belanda Sampai 50 Tahun, Begini Sejarah Suku Basemah di Sumatera Selatan

Suku asli dari kota Pagaralam, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Muara Enim ini melakukan perlawanan terlama dalam sejarah.

Baca Selengkapnya
Kisah Burung Berpangkat Letnan Paling Berjasa Bagi Pejuang Indonesia Sampai Tewas Ditembak di Hadapan Komandan
Kisah Burung Berpangkat Letnan Paling Berjasa Bagi Pejuang Indonesia Sampai Tewas Ditembak di Hadapan Komandan

Bukan hanya manusia, ini sosok binatang paling berjasa dalam kemerdekaan Indonesia. Siapa yang dimaksud?

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Mengulik Sejarah Berdirinya Stasiun Cikajang, Stasiun Kereta Api Tertinggi di Asia Tenggara
Mengulik Sejarah Berdirinya Stasiun Cikajang, Stasiun Kereta Api Tertinggi di Asia Tenggara

Kini kondisi bangunan bekas Stasiun Cikajang benar-benar memprihatinkan

Baca Selengkapnya
45 Pantun Terlucu di Dunia yang Mengocok Perut, Bisa jadi Pemecah Suasana
45 Pantun Terlucu di Dunia yang Mengocok Perut, Bisa jadi Pemecah Suasana

Pantun dapat berisi hal-hal menggelitik dengan tujuan sebagai sarana penghiburan.

Baca Selengkapnya
10 Kota Tertua di Indonesia Menurut Sejarah, Ada yang Usianya Ribuan Tahun
10 Kota Tertua di Indonesia Menurut Sejarah, Ada yang Usianya Ribuan Tahun

Menurut buku Badan Pusat Statistik (2010) Indonesia memiliki sejarah panjang yang mencakup periode sebelum kemerdekaan. Terutama beberapa kota tertua.

Baca Selengkapnya
Tak Terima Ditegur karena Bawa Pacar ke Rumah, Pemuda di Maros Tega Bunuh Kakak Kandung
Tak Terima Ditegur karena Bawa Pacar ke Rumah, Pemuda di Maros Tega Bunuh Kakak Kandung

Seorang pemuda di Maros, Sulawesi Selatan, MA (22) gelap mata setelah ditegur karena membawa pacarnya ke rumah. Dia tega membunuh kakak kandungnya AA (31).

Baca Selengkapnya
Puncak Arus Balik Mudik di Pelabuhan Merak Malam Ini, Volume Kendaraan Terus Meningkat
Puncak Arus Balik Mudik di Pelabuhan Merak Malam Ini, Volume Kendaraan Terus Meningkat

Dari hasil rekapitulasi jumlah kendaraan pada arus mudik dari Merak ke Bakauheni yang didata Polda Banten sebanyak 259.216 kendaraan bermotor.

Baca Selengkapnya
Sejarah Geng Motor di Indonesia, dari Kelompok Awal Hingga Tindakan Berbahaya
Sejarah Geng Motor di Indonesia, dari Kelompok Awal Hingga Tindakan Berbahaya

Perjalanan sejarah geng motor di Indonesia dari awal kemunculannya sampai tindakan anarkis. Yuk simak!

Baca Selengkapnya