Susu pasteurisasi, UHT dan formula, apa perbedaannya?
Merdeka.com - Jika kita berjalan di selasar supermarket, khususnya di bagian susu, ada begitu banyak jenis susu yang dijual di pasaran. Namun, secara umum ada tiga jenis susu yang dikenal masyarakat dan dikonsumsi anak-anak, yaitu susu pasteurisasi, susu UHT dan susu formula.
Sebelum memilih salah satunya, Anda perlu tahu bagaimana proses pembuatannya dan apa yang menjadikannya berbeda dengan susu jenis yang lainnya. Dengan mengetahui latar belakang proses pengolahan ini, Anda bisa mengetahui dengan tepat jenis susu apa yang diperlukan oleh keluarga.

Infografis susu pasteurisasi ©2018 Merdeka.com
Susu pasteurisasi
Seringkali masyarakat dibuat bingung, apa sih bedanya susu UHT dengan susu pasteurisasi karena keduanya punya bentuk yang sama, yaitu cair. Susu pasteurisasi adalah susu yang dipanaskan dengan sistem metode HTST (High Temperature Short Time), yaitu dipanaskan selama 15 detik pada suhu 72 derajat Celcius.
Proses singkat ini dapat mematikan bakteri jahat, virus dan jamur namun tidak membunuh keseluruhan organisme di dalamnya sehingga kandungan gizinya masih lah lengkap.
Susu pasteurisasi punya jangka waktu penyimpanan selama 40 hari dan wajib disimpan dalam lemari es. Jika sudah dibuka, jangka simpannya hanyalah 4 hari.
Susu UHT
Susu UHT dipanaskan dengan suhu tinggi yaitu 135 hingga 150 derajat Celcius, oleh karena itu dinamakan Ultra High Temperature (UHT). Dengan proses ini, susu menjadi lebih awet karena mikroorganisme berbahaya telah dimatikan. Proses sterilisasi susu UHT terbilang singkat, hanya 2-5 detik saja supaya gizi yang terkandung tidak berubah.
Susu UHT dapat bertahan hingga 10 hari jika kemasan tidak dibuka. Tetapi jika sudah dibuka kemasannya, dalam waktu 3-4 hari harus segera dihabiskan.
Susu formula
Susu formula adalah susu yang dibuat dengan cara memanaskannya pada suhu tinggi di atas 180 derajat Celcius selama dua jam. Proses yang lama ini bertujuan membunuh organisme yang berbahaya yang terkandung dalam susu.
Umumnya susu formula berbentuk bubuk setelah melewati proses pengeringan. Hal ini memang mempengaruhi kandungan gizi di dalamnya. Tetapi dalam proses selanjutnya, ditambahkan vitamin, mineral dan berbagai zat gizi yang bertujuan untuk menggantikan nutrisi yang hilang.
Dengan bentuknya yang kering dan proses yang lama, maka susu formula bertahan hingga dua tahun selama kemasannya tertutup.
Nah itu dia perbedaan tiga jenis susu yang biasanya dijual di pasaran. Tinggal menentukan mana susu yang paling sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga. (mdk/wnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya