Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seberapa sering kita bisa melakukan eksfoliasi?

Seberapa sering kita bisa melakukan eksfoliasi? Ilustrasi eksfoliasi. © Istimewa

Merdeka.com - Eksfoliasi merupakan bagian penting dari perawatan kecantikan. Pasalnya kulit perlu beregenerasi secara berkala. Sedangkan eksfoliasi atau pengelupasan kulit mati akan membantu proses peremajaan tersebut.

Walaupun begitu, terlalu sering melakukan proses pengelupasan kulit bisa mendatangkan lebih banyak kerugian daripada manfaat. Bukannya awet muda, kulit justru jadi lebih kering, mudah berjerawat, dan cepat keriput. Karena itulah eksfoliasi harus dilakukan dengan frekuensi yang pas, tidak kurang dan tidak lebih.

Lalu seberapa sering sebaiknya kita melakukan eksfoliasi? Berikut ini anjuran yang diberikan oleh situs kecantikan Just About Skin.

Kulit kering, kasar, dan terpapar sinar mataharibisa melakukan eksfoliasi sesering mungkin. Cobalah lakukan eksfoliasi dua hari sekali. Jika kulit terasa semakin ketat, kurangi lagi frekuensinya hingga kamu menemukan yang pas. Selain chemical exfoliant, kamu juga bisa menggunakan sikat yang benar-benar lembut dan kain halus untuk membantu pengikisan kulit mati.

Kulit tipis atau lumayan sensitif sebaiknya melakukan pengelupasan sekali seminggu. Pilih chemical exfoliant seperti apel, buah-buahan citrun, atau pepaya. Hindari pengelupasan mekanis dengan scrub atau objek-objek dengan permukaan abrasif karena dapat merusak kapiler darah.

Kulit sensitif kronis dan rawan iritasi sebaiknya juga menjalani pengelupasan seminggu sekali atau dua minggu sekali. Gunakan eksfolian kimiawi yang paling lembut seperti enzim buah pepaya dan nanas, asam laktat dari susu dan yogurt atau asam mandelat yang diekstrak dari almond pahit. Jauhi eksfolian berbahan asam glikolat yang diekstrak dari gula tebu. Ini adalah eksfolian terkuat, jadi rawan menimbulkan iritasi bagi kulit sensitif.

Kulit dengan jerawat yang meradang atau kistik sebaiknya juga melakukan eksfoliasi maksimal dua minggu sekali. Pilih eksfolian dari asam mandelat, asam laktat, dan enzim. Jika menggunakan bahan alami, pastikan kebersihan bahan dan alat yang digunakan untuk mengolahnya agar tidak terjadi penyebaran bakteri ke kulit.

Selain itu penting untuk mengistirahatkan kulit dari eksofoliasi terus-menerus selama sebulan. Dengan begitu kulit bisa terbebas dari inflamasi ringan yang terjadi setelah pengelupasan.

Intinya, kenali setiap perubahan yang ditunjukkan kulitmu untuk mengetahui frekuensi eksfoliasi yang paling pas.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP