8 Barang yang Sebaiknya Tidak Dibersihkan Menggunakan Cuka, Bisa Merusak Perabotan di Rumah

Ini dia 8 barang yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan cuka agar perabotan rumah tetap awet dan tidak cepat rusak.

Bimo Bagas Basworo
Oleh Bimo Bagas Basworo - Reporter
8 Barang yang Sebaiknya Tidak Dibersihkan Menggunakan Cuka, Bisa Merusak Perabotan di Rumah
Barang yang Sebaiknya Tidak Dibersihkan Menggunakan Cuka. (Gambar: Magnific/Magnific)

Cuka putih selama ini dikenal sebagai bahan pembersih alami serbaguna yang murah dan mudah didapat di dapur. Namun, di balik reputasinya itu, terdapat sejumlah barang yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan cuka karena kandungan asam asetatnya justru bisa merusak permukaan tertentu, mulai dari korosi logam hingga memudarkan lapisan pelindung perabotan rumah tangga.

Beberapa ahli kimia dan teknisi peralatan rumah tangga menjelaskan bahwa sifat asam cuka, meski tergolong lemah, tetap cukup kuat untuk mengikis material seperti batu alam, karet, dan lapisan antigores pada layar elektronik. Jika digunakan sembarangan, cuka bisa memperpendek usia pakai perabotan dan bahkan membatalkan garansi resmi dari produsen.

Pada artikel ini, Merdeka.com telah merangkum beberapa barang yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan cuka dari berbagai sumber, Rabu (5/8/2026). Simak ulasan lengkapnya agar perabotan kesayangan di rumah tetap awet dan tidak rusak akibat kesalahan penggunaan cuka.

1. Meja Dapur Berbahan Batu Alam

Stone Countertop
Meja Dapur Berbahan Batu Alam. (Gambar: AI Generated)

Meja dapur dari granit atau marmer kini banyak dipakai di hunian modern maupun apartemen karena tampilannya yang mewah dan tahan lama. Sayangnya, permukaan batu alam ini sangat rentan terhadap larutan asam seperti cuka, yang lambat laun dapat membuat teksturnya kusam, bergaris, bahkan berlubang kecil akibat proses etsa kimiawi.

Menurut Eric Beckman, profesor emeritus teknik di University of Pittsburgh, asam pada cuka dapat mengikis dan membuat kusam batu alam seperti marmer dan limestone, bahkan berpotensi melarutkan permukaannya secara perlahan-lahan. Efek ini biasanya baru terlihat setelah pemakaian berulang, sehingga kerusakannya sering tidak disadari sejak awal.

Bagi pemilik rumah yang telanjur melapisi meja dapur dengan sealant, risikonya lebih besar lagi karena cuka dapat meluruhkan lapisan pelindung tersebut. Sebagai gantinya, cukup gunakan spons lembap dengan sedikit sabun cuci piring, lalu keringkan dengan kain microfiber agar permukaan batu tetap mengkilap dan tidak rusak.

2. Setrika

Setrika
Setrika. (Gambar: Magnific/Magnific)

Menuangkan cuka ke dalam tangki air setrika masih menjadi kebiasaan sebagian orang untuk mengatasi kerak yang menyumbat lubang uap. Padahal, kebiasaan ini justru berisiko merusak bagian dalam setrika karena kebanyakan model memiliki lapisan pelindung logam yang mudah terkikis oleh zat asam.

Ketika lapisan pelindung tersebut rusak, komponen logam di baliknya akan lebih cepat berkarat dan performa uap setrika pun menurun drastis. Dalam jangka panjang, kerusakan seperti ini bisa membuat setrika bocor atau bahkan mati total meski usianya belum terlalu tua.

Cara paling aman membersihkan setrika sebenarnya cukup sederhana, yakni mengikuti petunjuk pada buku manual bawaan produk. Jika tersedia fitur self-clean, pengguna hanya perlu mengisi tangki dengan air biasa, memanaskan setrika, lalu menekan tombol pembersih otomatis hingga kotoran keluar bersama uap panas.

3. Pisau Dapur

Pisau Dapur
Pisay Dapur. (Gambar: Andrey Matveev/Unsplash)

Pisau dapur, terutama yang berbahan baja karbon atau stainless steel kualitas rendah, termasuk barang yang sebaiknya tidak dibersihkan menggunakan cuka secara rutin. Sifat asamnya dapat mengikis lapisan pelindung pada mata pisau sehingga permukaannya menjadi kusam, bahkan bergerigi tidak rata di bagian tepinya.

Selain memengaruhi ketajaman, paparan cuka yang berulang juga mempercepat proses oksidasi pada logam. Akibatnya, noda karat kecil dapat muncul di sepanjang bilah pisau meski alat tersebut selalu disimpan dalam kondisi kering setelah dicuci.

Untuk menjaga pisau tetap tajam dan bebas karat, cukup bersihkan dengan sabun cuci piring dan air hangat menggunakan spons lembut. Apabila terdapat bercak karat ringan, noda tersebut bisa dihilangkan secara perlahan menggunakan wol baja halus tanpa perlu melibatkan cuka sama sekali.

4. Wajan Aluminium dan Panci Besi Cor

Peralatan Dapur
Wajan Aluminium dan Panci Besi Cor. (Gambar: AI Generated)

Peralatan masak berbahan aluminium maupun besi cor sangat umum ditemukan di dapur rumah tangga Indonesia, mulai dari wajan penggorengan hingga panci presto tradisional. Sayangnya, kedua jenis logam ini bereaksi negatif terhadap asam cuka sehingga memicu munculnya bercak oksidasi yang sulit dihilangkan.

The Kitchn menjelaskan bahwa lapisan seasoning pada panci besi cor, yang berfungsi menjaga sifat antilengket alaminya, dapat terkikis oleh cuka dan memicu karat pada permukaan logam. Kondisi ini membuat panci kehilangan fungsi optimalnya sebagai alat masak antilengket.

Solusi paling aman adalah mencuci wajan aluminium dan panci besi cor menggunakan air hangat tanpa sabun berlebihan, lalu segera mengeringkannya dengan lap bersih. Untuk besi cor, sebaiknya oleskan sedikit minyak setelah dicuci agar lapisan seasoning tetap terjaga dan tidak mudah berkarat.

5. Mesin Cuci Piring

Mesin Cuci Piring
Mesin Cuci Piring. (Gambar: Magnific/Magnific)

Sebagian rumah tangga perkotaan yang memiliki mesin cuci piring kerap menaruh semangkuk cuka di dalamnya dengan harapan bisa menghilangkan kerak air dan bau tak sedap. Padahal, menurut Larry Ciufo yang memimpin pengujian mesin cuci piring di Consumer Reports, cara ini nyaris tidak memberi hasil signifikan dibanding produk pembersih berbahan asam sitrat.

Selain kurang efektif, penggunaan cuka secara rutin di dalam mesin cuci piring juga berisiko merusak komponen karet pada bagian selang dan segel pintu. Paparan asam yang terus-menerus membuat karet menjadi getas, retak, dan akhirnya memicu kebocoran air saat mesin beroperasi.

Sebagai gantinya, gunakan pembersih mesin cuci piring berbahan asam sitrat yang memang diformulasikan khusus, seperti produk-produk pembersih kerak yang banyak dijual di pasar swalayan. Cara ini terbukti lebih efektif menjaga performa mesin sekaligus memperpanjang usia pakainya.

6. Mesin Cuci Pakaian

Mesin Cuci
Mesin Cuci Pakaian. (Gambar: rawpixel.com/Magnific)

Menambahkan cuka ke dalam mesin cuci sebagai pelembut kain alami atau penghilang bau apek pada pakaian memang sudah lama dipraktikkan banyak orang. Namun kebiasaan ini ternyata dapat merusak segel karet dan selang di dalam mesin, terutama pada model bukaan depan yang komponen karetnya lebih rentan terhadap asam.

Kerusakan pada segel karet biasanya tidak langsung terlihat, tetapi muncul secara bertahap berupa retakan halus yang lama-kelamaan menyebabkan rembesan air saat mesin sedang bekerja. Jika dibiarkan, kebocoran ini bisa merambat ke lantai dan merusak area sekitar mesin cuci.

Dari sisi efektivitas, cuka juga kurang mampu mengangkat noda membandel seperti bekas makanan atau darah yang sudah mengering pada kain. Pilihan yang lebih tepat adalah menggunakan deterjen cair berdaya rendah pH atau penghilang noda khusus yang aman bagi komponen karet mesin cuci.

7. Lantai dan Furnitur Kayu

Lantai dan Furnitur Kayu
Lantai dan Furnitur Kayu. (Gambar: rawpixel.com/Magnific)

Rumah dengan lantai parket atau furnitur kayu berlapis vernis kerap dianggap cocok dibersihkan dengan larutan cuka karena kesan alaminya. Padahal, menurut Danny Leung, desainer interior sekaligus pendiri Detoorp yang dikutip EatingWell, sifat asam cuka dapat mengikis lapisan finishing kayu sehingga permukaannya tampak kusam seiring waktu.

Banyak produsen lantai kayu bahkan secara tegas melarang penggunaan cuka dalam petunjuk perawatan produk mereka. Beberapa di antaranya menyatakan garansi akan hangus apabila ditemukan indikasi kerusakan akibat pemakaian cairan asam, termasuk cuka, pada permukaan lantai maupun furnitur berlapis kayu solid.

Perawatan yang lebih aman adalah mengikuti anjuran pabrikan atau menggunakan pembersih lantai kayu khusus yang dijual di toko perkakas rumah tangga. Untuk debu harian, cukup gunakan kain microfiber kering atau sedikit lembap tanpa perlu menambahkan cairan pembersih apa pun.

8. Layar Elektronik

Layar Elektronik
Layar Elektronik. (Gambar: Magnific/Magnific)

Ponsel, laptop, televisi, hingga tablet menjadi barang elektronik yang paling sering terpapar cipratan makanan maupun minuman di rumah tangga modern. Meski terlihat praktis, membersihkan layar-layar ini langsung dengan cuka murni justru dapat merusak lapisan antisilau dan menurunkan sensitivitas layar sentuh secara permanen.

Kerusakan pada lapisan pelindung layar biasanya bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki, sehingga pengguna harus mengganti komponen layar dengan biaya yang tidak sedikit. Risiko ini semakin besar pada perangkat dengan layar sentuh kapasitif yang sensitif terhadap paparan zat kimia apa pun, termasuk cuka.

Cara paling aman membersihkan layar elektronik adalah menggunakan kain microfiber kering untuk noda ringan, atau sedikit dilembapkan air biasa untuk noda membandel. Jika benar-benar diperlukan cairan pembersih, pilih produk yang memang diformulasikan khusus untuk layar gawai agar lapisan pelindungnya tetap aman.

Pertanyaan Seputar Barang yang Sebaiknya Tidak Dibersihkan Menggunakan Cuka

1. Apakah cuka aman digunakan untuk membersihkan kaca dan jendela? Ya, cuka justru efektif untuk kaca dan jendela karena sifat asamnya mampu melarutkan noda air tanpa meninggalkan bekas usap, asalkan diencerkan dengan air terlebih dahulu.

2. Mengapa cuka bisa merusak permukaan batu alam seperti granit dan marmer? Kandungan asam asetat dalam cuka bereaksi dengan mineral pada batu alam sehingga menyebabkan etsa, membuat permukaan menjadi kusam, bergaris, bahkan berlubang kecil jika dipakai berulang kali.

3. Apakah cuka efektif membunuh kuman dan bakteri di rumah? Tidak. Cuka bukan disinfektan yang terdaftar resmi dan tidak mampu membunuh 99,9 persen kuman, sehingga tidak disarankan sebagai pengganti disinfektan pada permukaan yang bersentuhan dengan makanan mentah.

4. Bolehkah mencampur cuka dengan pemutih untuk membersihkan rumah? Sangat tidak dianjurkan. Campuran cuka dan pemutih dapat menghasilkan gas berbahaya yang berisiko mengiritasi saluran pernapasan jika terhirup dalam ruangan tertutup.

5. Apa alternatif pembersih alami selain cuka untuk permukaan sensitif? Baking soda yang bersifat basa lebih aman untuk permukaan berminyak seperti kompor, sementara sabun cuci piring encer dan kain microfiber cocok digunakan pada layar elektronik maupun permukaan logam.

Rekomendasi