10 Tingkah Unik Ular saat Hujan Turun dan Alasan Mereka Lebih Sering Muncul

Perilaku ular di musim hujan bukanlah kebetulan, melainkan berkaitan dengan insting, lingkungan, dan kebutuhan mereka untuk bertahan hidup.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
10 Tingkah Unik Ular saat Hujan Turun dan Alasan Mereka Lebih Sering Muncul
Ilustrasi Ular (/Photo by Nadine Marfurt on Unsplash)

Musim hujan tidak hanya memberikan suasana sejuk dan tanah yang lembap, tetapi juga mempengaruhi perilaku hewan di sekitarnya, termasuk ular. Banyak orang kerap melihat ular muncul lebih sering saat hujan, baik di pekarangan rumah, kebun, maupun di area yang lembap. Fenomena ini menjadi menarik untuk diperhatikan, karena perilaku ular di musim hujan bukanlah kebetulan, melainkan berkaitan dengan insting, lingkungan, dan kebutuhan mereka untuk bertahan hidup.

Ular memiliki cara unik dalam merespons kondisi basah dan lembap. Beberapa perilaku mereka saat hujan, seperti aktif mencari makan, berpindah ke area yang lebih kering, atau muncul di permukaan tanah, sering kali menimbulkan rasa penasaran sekaligus kekhawatiran di kalangan manusia. Artikel ini akan membahas sepuluh perilaku unik ular saat hujan dan menjelaskan alasan di balik peningkatan frekuensi kemunculan mereka pada musim basah.

10 Tingkah Unik Ular saat Hujan Turun

Ular Kecil Sering Muncul di Kebun? Ini 7 Cara Mengusir Sekaligus Mencegahnya Datang Lagi
Ular di area kebun/ Ilustrasi AI © 2025 Liputan6.com

Ular adalah makhluk yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, termasuk intensitas curah hujan. Banyak pengamat satwa dan pemilik rumah melaporkan bahwa ular lebih sering terlihat saat hujan turun, baik di pekarangan, kebun, maupun area lembap di sekitar rumah. Fenomena ini bukan hanya kebetulan, karena hujan memengaruhi suhu, kelembapan, dan aktivitas mangsa yang menjadi sumber makanan ular. Dengan memahami perilaku ular saat hujan, kita dapat lebih waspada dan mengetahui alasan ilmiah di balik kemunculan mereka.

1. Meningkatkan Aktivitas Pencarian Makanan

Ketika hujan turun, banyak hewan kecil seperti tikus, katak, atau serangga menjadi lebih aktif dalam mencari makan. Ular memanfaatkan kesempatan ini untuk berburu mangsa, sehingga mereka terlihat lebih sering bergerak di permukaan tanah atau area terbuka. Aktivitas hujan yang membuat mangsa mudah terlihat memudahkan ular dalam menemukan makanan tanpa harus menjelajahi jauh.

2. Muncul di Area Lembap atau Genangan Air

Hujan menciptakan banyak area lembap, genangan air, dan tanah basah yang menjadi jalur nyaman bagi ular. Mereka muncul di area tersebut karena suhu dan kelembapan lebih stabil dibandingkan area kering, sehingga ular bisa bergerak lebih leluasa tanpa risiko dehidrasi atau kepanasan.

3. Berjemur Singkat setelah Hujan

Beberapa ular mencari area yang mendapat sinar matahari meskipun hujan baru saja berhenti, untuk menghangatkan tubuh mereka. Tubuh ular yang poikilotermal (suhu tubuh mengikuti lingkungan) memerlukan panas untuk metabolisme, dan hujan sering membuat suhu sekitar turun, sehingga mereka harus berjemur sejenak.

4. Menyembunyikan Diri di Bawah Daun atau Batu

Ular juga terlihat aktif mencari tempat perlindungan saat hujan. Mereka sering bersembunyi di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu agar tetap kering, aman dari predator, dan tidak tersapu oleh air hujan yang mengalir deras di permukaan tanah.

5. Menggunakan Jalur Darat daripada Memanjat

Hujan membuat permukaan licin dan vegetasi basah, sehingga ular cenderung bergerak di jalur darat yang lebih aman. Mereka menghindari memanjat pohon atau semak yang licin untuk mengurangi risiko jatuh dan cedera, sehingga lebih sering terlihat melintas di halaman atau area terbuka.

6. Berpindah ke Daerah yang Lebih Tinggi atau Kering

Seiring hujan turun dan tanah menjadi basah, ular kadang berpindah ke area lebih tinggi seperti batu besar, pagar, atau dinding rumah. Hal ini dilakukan untuk menghindari genangan air yang bisa membatasi gerak mereka, sekaligus menjaga tubuh tetap kering dan aman dari hewan predator.

7. Aktivitas Reproduksi yang Terkait Kelembapan

Beberapa spesies ular meningkatkan aktivitas kawin atau pencarian pasangan saat musim hujan. Kelembapan tinggi membantu mereka bertahan lebih lama di luar sarang dan memudahkan pelepasan feromon yang digunakan untuk menarik pasangan. Ini membuat ular lebih sering terlihat di permukaan tanah selama hujan.

8. Memanfaatkan Suara dan Vibrasi Hujan

Hujan yang menetes di daun atau tanah menciptakan getaran yang bisa dirasakan ular melalui indera khusus mereka. Vibrasi ini membantu ular mendeteksi keberadaan mangsa atau ancaman, sehingga mereka aktif bergerak mengikuti pola suara dan getaran yang dihasilkan hujan.

9. Memanfaatkan Arus Air untuk Migrasi Singkat

Beberapa ular menggunakan aliran air hujan di parit atau selokan untuk berpindah tempat dengan lebih mudah. Arus ini membantu mereka menjangkau area baru tanpa mengeluarkan banyak energi, sekaligus mencari mangsa yang terbawa arus atau terperangkap di genangan.

10. Mengurangi Aktivitas saat Hujan Deras tapi Tetap Siaga

Meski terlihat lebih sering muncul saat hujan, ular juga menyesuaikan diri dengan intensitas hujan. Saat hujan deras, mereka cenderung bersembunyi dan mengurangi gerakan untuk menghindari risiko tersapu air atau kehilangan kendali di permukaan licin. Namun, mereka tetap berada di area strategis agar bisa kembali aktif ketika hujan mereda.

Mengapa Ular Lebih Sering Muncul saat Musim Hujan?

12 Jenis Anakan Ular yang Sudah Berbisa Sejak Menetas, Hati-Hati Jika Menemukannya
Ilustrasi Anakan Ular. (Foto: Ravi Patel/Unsplash) © 2025 Liputan6.com

Peningkatan jumlah ular selama musim hujan berkaitan erat dengan kondisi habitat yang tergenang air. Hujan yang deras menyebabkan sarang alami ular terendam, sehingga mereka terpaksa keluar untuk mencari tempat yang lebih kering. Hal ini sering kali mendorong ular mendekati pemukiman manusia yang menawarkan perlindungan dari genangan air.

Selain itu, pencarian akan kehangatan dan kekeringan juga menjadi faktor penting. Ular, sebagai hewan berdarah dingin, membutuhkan suhu lingkungan yang stabil. Pada musim hujan, suhu cenderung menurun dan kelembapan meningkat, menjadikan rumah manusia sebagai tempat yang menarik karena relatif kering dan hangat. Lebih lanjut, ketersediaan mangsa yang meningkat, seperti tikus, katak, dan serangga, juga menarik ular ke daerah yang dihuni manusia, mengikuti sumber makanan yang ada.

Musim hujan sering kali bertepatan dengan periode reproduksi bagi banyak spesies ular, sehingga lebih banyak ular dewasa dan bayi ular yang aktif bergerak dan terlihat. Selain itu, perubahan tekanan atmosfer dan getaran guntur dapat memicu ular untuk bergerak mencari perlindungan, sehingga meningkatkan kemungkinan mereka terlihat. Setelah hujan, ular juga akan mencari tempat untuk berjemur di area terbuka guna mengatur suhu tubuh dan mengeringkan diri, sehingga membuat mereka lebih mudah dijumpai oleh manusia.

Kelembapan tanah yang tinggi selama musim hujan mempermudah pergerakan ular, memungkinkan mereka untuk menjelajahi area yang lebih luas. Dampak dari perubahan iklim dan kejadian cuaca ekstrem juga dapat menggeser distribusi ular, mendorong mereka ke area yang lebih sering berinteraksi dengan manusia. Terakhir, akses ke struktur buatan manusia seperti rumah dan bangunan memberikan banyak celah serta tempat persembunyian yang kering dan aman, yang ditambah dengan peningkatan interaksi manusia akibat ular yang lebih aktif di dekat pemukiman.

Rekomendasi