Apakah Ular Cincin Emas Berbisa? Ketahui Ciri-ciri dan Bahayanya bagi Manusia

Keberadaan ular ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama mengenai apakah ular cincin emas tersebut berbisa dan seberapa besar risiko yang ditimbulkan.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Apakah Ular Cincin Emas Berbisa? Ketahui Ciri-ciri dan Bahayanya bagi Manusia
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) (© 2025 Liputan6.com)

Ular Cincin Emas, atau Boiga dendrophila, adalah salah satu spesies ular yang menarik perhatian banyak orang karena penampilannya yang khas. Dikenal pula sebagai Gold-ringed Cat Snake, ular ini memiliki tubuh dengan corak hitam mengkilat dan garis-garis kuning emas yang melintang di seluruh permukaannya. Keberadaan ular ini sering kali menimbulkan kekhawatiran, terutama mengenai apakah ular cincin emas tersebut berbisa dan seberapa besar risiko yang ditimbulkan bagi manusia.

Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang ular cincin emas, termasuk tingkat bisanya, ciri-ciri fisik yang membedakannya dari spesies lain, potensi ancaman yang dapat ditimbulkan bagi manusia, serta langkah-langkah praktis untuk mengusir dan mencegah ular ini memasuki area hunian. Memahami reptil ini secara menyeluruh sangat penting untuk menjaga keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Informasi yang disajikan bertujuan untuk memberikan panduan yang tepat dan dapat diandalkan, sehingga masyarakat dapat mengenali ular cincin emas dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Dengan demikian, kita dapat hidup berdampingan dengan alam tanpa merasa khawatir berlebihan terhadap keberadaan ular ini. Melansir dari berbagai sumber, Selasa (14/10), simak ulasan informasinya berikut ini.

Ular Cincin Emas Berbisa atau Tidak?

Ular Cincin Emas Apakah Berbisa? Kenali Ciri dan Bahayanya untuk Manusia
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) © 2025 Liputan6.com

Ular Cincin Emas, atau yang dikenal dengan nama ilmiah Boiga dendrophila, merupakan spesies ular berbisa yang tergolong dalam keluarga Colubridae. Bisa yang dihasilkan oleh ular ini termasuk dalam kategori menengah dan disuntikkan melalui taring belakang yang dimilikinya (rear-fanged). Meskipun demikian, gigitan dari ular cincin emas biasanya tidak berakibat fatal bagi manusia.

Umumnya, efek dari gigitan ular ini dapat menyebabkan rasa sakit yang parah, pembengkakan, serta pendarahan di area sekitar luka. Tingkat keparahan gejala yang muncul bisa bervariasi, tergantung pada daya tahan tubuh individu yang tergigit. Namun, bagi mangsanya, bisa ular Cincin Emas dapat berakibat fatal dalam waktu yang sangat singkat, bahkan hanya dalam hitungan menit.

Oleh karena itu, penting untuk dapat membedakan Boiga dendrophila dari spesies ular lain yang juga memiliki pola cincin emas, seperti Bungarus fasciatus atau Banded Krait. Banded Krait dikenal memiliki bisa neurotoksik yang sangat kuat dan dapat berpotensi mematikan bagi manusia. Meskipun Bungarus fasciatus cenderung pemalu dan tidak agresif, gigitan defensifnya bisa sangat berbahaya.

Mengenal Ciri Fisik dan Perilaku Ular Cincin Emas

Ular Cincin Emas Apakah Berbisa? Kenali Ciri dan Bahayanya untuk Manusia
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) © 2025 Liputan6.com

Ular Cincin Emas memiliki karakteristik fisik yang sangat unik, sehingga mudah untuk dikenali. Tubuhnya memiliki warna hitam mengkilap dengan garis-garis melintang berwarna kuning emas atau kuning cerah yang menghiasi sekujur tubuhnya. Selain itu, bagian bibir, bawah mulut, dan leher bagian bawah juga berwarna kuning emas, sedangkan bagian bawah tubuh lainnya cenderung berwarna hitam keabu-abuan.

Dalam hal bentuk, kepalanya berbentuk oval dan sedikit lebih lebar dibandingkan lehernya, dengan mata yang tampak melonjong kecil dan berwarna hitam. Ular ini dapat tumbuh hingga panjang 2,5 meter saat mencapai usia dewasa. Sisik pada punggungnya halus dan tersusun dalam 21 atau 23 baris di bagian tengah tubuh, dengan sisik di baris vertebral yang sangat membesar.

Secara perilaku, ular cincin emas memiliki sifat arboreal, yang berarti sebagian besar waktu hidupnya dihabiskan di atas pepohonan. Mereka aktif di malam hari (nokturnal) dan cenderung bersembunyi di tempat-tempat gelap dan lembap selama siang hari. Ular ini juga dikenal memiliki kemampuan berenang yang baik. Habitat utama mereka adalah hutan lembap, hutan dekat sungai, serta hutan bakau, dan ular ini dapat ditemukan di berbagai wilayah Asia Tenggara, termasuk di banyak lokasi di Indonesia.

Potensi Bahaya Ular Cincin Emas bagi Manusia

Ular Cincin Emas Apakah Berbisa? Kenali Ciri dan Bahayanya untuk Manusia
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) © 2025 Liputan6.com

Meskipun Ular Cincin Emas tergolong sebagai spesies yang tidak terlalu berbahaya dan jarang menyebabkan kematian pada manusia, gigitannya tetap dapat menimbulkan risiko serius. Gigitan ular ini dapat mengakibatkan rasa nyeri yang hebat, pembengkakan yang signifikan, serta pendarahan di tempat yang terkena. Dampak dari gigitan tersebut bisa sangat mengganggu dan memerlukan perawatan medis segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti infeksi.

Ular Cincin Emas dikenal memiliki sifat yang agresif dan cenderung gelisah, terutama ketika merasa terancam. Ular ini selalu dalam keadaan siaga dan tidak segan untuk menyerang jika merasa ada bahaya yang mengancam. Oleh karena itu, interaksi langsung dengan ular ini sangat tidak dianjurkan, bahkan jika tujuannya hanya untuk mengusirnya.

Selalu penting untuk tetap waspada dan dapat membedakan Boiga dendrophila dengan Bungarus fasciatus (Banded Krait). Banded Krait memiliki bisa neurotoksik yang sangat berbahaya, yang dapat mengakibatkan kelumpuhan pernapasan dan kematian jika tidak ditangani dengan cepat. Gejala yang muncul akibat gigitan Banded Krait dapat mencakup muntah, nyeri pada perut, diare, pusing, dan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan gagal napas.

Strategi Efektif Mengusir Ular Cincin Emas dari Lingkungan

Ular Cincin Emas Apakah Berbisa? Kenali Ciri dan Bahayanya untuk Manusia
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) © 2025 Liputan6.com

Untuk mengusir ular cincin emas dari area rumah dan pekarangan, diperlukan pendekatan yang terencana. Salah satu metode yang paling efektif adalah dengan menghilangkan sumber makanan ular, seperti hewan pengerat dan serangga. Ular cenderung mendatangi tempat yang memiliki pasokan makanan yang melimpah, sehingga mengendalikan populasi hama dapat mengurangi daya tarik lingkungan Anda bagi ular.

Selain itu, penting untuk menghilangkan tempat persembunyian ular. Ular mencari tempat yang gelap, lembap, dan rimbun, seperti rumput tinggi, semak, atau tumpukan barang. Dengan rutin memangkas rumput dan membersihkan tumpukan ranting, kardus, kayu, atau sampah, Anda dapat menghilangkan tempat berlindung yang ideal bagi ular cincin emas.

Ular juga sangat peka terhadap bau yang menyengat. Menggunakan bahan-bahan seperti belerang, kapur barus, cuka, cabai, minyak cengkeh, minyak kayu manis, atau bawang-bawangan bisa berfungsi sebagai repelen alami. Selain itu, menanam tanaman yang dapat mengusir ular, seperti lidah mertua, marigold, sereh, atau daun mint di pekarangan, dapat membantu mencegah keberadaan ular. Jika ular sering terlihat, penggunaan perangkap ular bisa menjadi solusi sementara.

Langkah Pencegahan Ular Cincin Emas Masuk Rumah

Ular Cincin Emas Apakah Berbisa? Kenali Ciri dan Bahayanya untuk Manusia
Ular Cincin Emas di Halaman Rumah (created by AI) © 2025 Liputan6.com

Pencegahan merupakan langkah penting untuk melindungi rumah dan pekarangan dari ancaman Ular Cincin Emas. Upaya pertama yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan lingkungan secara menyeluruh. Rutin memangkas rumput dan tanaman yang tinggi sangatlah penting, karena area yang rimbun sering kali menjadi tempat persembunyian ular. Selain itu, singkirkan tumpukan kayu, batu, daun kering, atau puing-puing lain yang dapat berfungsi sebagai sarang atau tempat berlindung bagi ular.

Selanjutnya, penting untuk memeriksa dan menutup semua lubang serta celah yang ada di pondasi atau dinding rumah, termasuk pagar. Ular dapat masuk melalui celah kecil yang sering kali terabaikan. Menghilangkan genangan air juga sangat krusial, karena ular cenderung mencari tempat lembap dan genangan air sebagai sumber minum atau tempat berlindung.

Untuk perlindungan tambahan, Anda bisa mempertimbangkan untuk memasang pagar anti ular. Pagar setinggi 2 hingga 3 kaki yang ditanam beberapa inci ke dalam tanah dapat mencegah ular menggali di bawahnya. Selain itu, bagian atas pagar bisa dimiringkan ke luar dengan sudut 30 derajat agar ular kesulitan untuk memanjat. Memelihara kucing juga bisa menjadi salah satu solusi, karena kucing adalah predator alami ular dan mampu mengusir mereka dari area rumah.

Rekomendasi